5 Perbedaan Lemak dan Minyak yang Jarang Diketahui


Perbedaan lemak dan minyak terletak pada beberapa aspek, seperti bentuk, ikatan kimiawi, jenis, hingga sumbernya. Pastikan Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan untuk menjaga kalori yang Anda konsumsi.

0,0
14 Sep 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Perbedaan lemak dan minyak terletak pada beberapa aspekPilih lemak tak jenuh yang lebih menyehatkan untuk dikonsumsi
Istilah lemak dan minyak tentu sudah tak asing lagi. Seperti halnya karbohidrat, lemak (fats) termasuk ke dalam zat gizi makro. Sementara itu, minyak (oils) lebih dikenal untuk memasak atau menjadi bahan tambahan dalam masakan. 
Namun, sebagian orang menganggap lemak dan minyak sebagai hal yang sama. Padahal, ada sejumlah perbedaan lemak dan minyak yang bisa diidentifikasi. Perbedaan tersebut terletak pada beberapa aspek, seperti bentuk atau ikatan kimiawi. Simak penjelasannya berikut ini.

Perbedaan lemak dan minyak

Lemak dan minyak mengandung komponen utama berupa trigliserida. Molekul ini tersusun dari satu gliserol yang berkaitan dengan tiga asam lemak. Meskipun ada kesamaan, berikut adalah perbedaan lemak dan minyak.

1. Bentuknya di suhu ruang

Perbedaan lemak dan minyak yang pertama adalah bentuknya dalam suhu ruang. Pada suhu ini, minyak bentuknya cair karena mempunyai titik leleh yang lebih rendah dari suhu ruang. Di sisi lain, lemak memiliki titik leleh yang lebih tinggi dari suhu ruang sehingga berbentuk padat. 

2. Ikatan kimiawi

Perbedaan lemak dan minyak juga terletak pada struktur kimiawinya. Struktur kimiawi lemak hanya memiliki satu ikatan tunggal yang disebut sebagai lemak jenuh. Sementara itu, struktur kimiawi minyak mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap yang dikenal sebagai asam lemak tak jenuh.

3. Panjang asam lemak berantai

Selanjutnya, perbedaan dalam komposisi asam lemak yang dikandungnya. Lemak memiliki asam lemak berantai yang lebih panjang dan kandungan asam lemak jenuhnya lebih tinggi. Lain halnya dengan minyak yang memiliki asam lemak berantai lebih pendek dan bersifat lebih tidak jenuh. 

4. Jenis-jenisnya

Lemak memiliki dua jenis, yaitu lemak jenuh dan lemak trans. Mengonsumsinya berlebihan bisa meningkatkan kadar kolesterol pada tubuh Ada. Sedangkan, minyak umumnya terdiri dari lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak tak jenuh dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol.

5. Sumber-sumbernya

Selanjutnya, perbedaan lemak dan minyak terletak pada sumbernya. Minyak umumnya berasal dari sumber nabati, seperti biji-bijian dan kacang-kacangan. Ada pula yang berasal dari ikan. Sementara itu, lemak biasanya berasal dari sumber hewani. Selain itu, lemak juga bisa didapatkan dari minyak nabati yang telah melalui proses hidrogenasi.

Perhatikan ini saat mengonsumsi lemak dan minyak

makanan yang mengandung lemak
Asupan makanan dapat memengaruhi kesehatan
Setelah memahami perbedaan lemak dan minyak, Anda harus lebih bijak dalam mengonsumsinya. Jika dikonsumsi sesuai kebutuhan, minyak nabati atau minyak ikan dapat memberi nutrisi yang baik untuk tubuh, seperti minyak zaitun, buah alpukat, minyak almond, salmon, dan tuna. Jenis lemak tak jenuh ini merupakan lemak yang menyehatkan daripada lemak jenuh. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol total dan kolesterol low density lipoprotein (LDL) yang juga dikenal sebagai kolesterol jahat, bahkan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Jenis lemak ini umumnya terkandung dalam:
  • Minyak sayur: minyak kelapa dan minyak sawit
  • Daging olahan: sosis, kornet, bacon
  • Makanan manis: kue bolu, cookies, donat
  • Mayonaise: memiliki kandungan lemak yang tinggi karena mayonaise merupakan emulsi minyak dalam air
  • Daging merah: daging sapi dan daging kambing berlemak
  • Produk olahan susu: susu full cream, keju, krim, mentega
  • Makanan yang digoreng: gorengan, kentang goreng, keripik
  • Makanan cepat saji: burger, hot dog, pizza.
Batasi pula konsumsi lemak trans yang melewati pemrosesan panjang. Walaupun dapat menyehatkan jika dikonsumsi sesuai anjuran, minyak dan lemak mengandung sekitar 120 kalori per sendok makan. Jadi, untuk menjaga asupan kalori total Anda, hindari mengonsumsinya secara berlebihan.Selain itu, perhatikan kebutuhan lemak per hari, untuk dewasa disarankan 20-30% dari jumlah kalori total per hari. Jangan konsumsi lemak secara berlebihan karena lemak yang tinggi dalam darah akan meningkatkan kadar kolesterol LDL yang akan tertimbun dalam tubuh. Timbunan tersebut akan  membentuk plak yang dapat menyumbat aliran darah dan menyebabkan terjadinya aterosklerosis. Aterosklerosis akan menimbulkan perubahan struktur pembuluh darah yang akan menyebabkan hipertensi hingga penyakit jantung.Pastikan asupan lemak yang Anda konsumsi berasal dari sumber yang menyehatkan, dan sesuai dengan kebutuhan gizi Anda. Imbangi pula dengan asupan yang mengandung berbagai nutrisi lainnya sehingga mendapatkan gizi seimbang.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar perbedaan lemak dan minyak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. 
minyak ikannutrisizat gizi
IPB University. http://seafast.ipb.ac.id/minyak-dan-lemak-bukan-hanya-beda-bentuknya/
Diakses pada 31 Agustus 2021
USU. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/1320/tkimia-Netti.pdf;jsessionid=A890E7943E45299B14165D5E262111B2?sequence=1
Diakses pada 31 Agustus 2021
Toppr. https://www.toppr.com/guides/chemistry/difference-between/fats-and-oils/
Diakses pada 31 Agustus 2021
University of Minnesota. https://reallifegoodfood.umn.edu/eat/nutrition/myplate/fats-and-oils
Diakses pada 31 Agustus 2021
Indonesian journal of human nutrition. https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn
Diakses pada 31 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait