Perbedaan Vapor dan Rokok Elektrik (Beserta Bahayanya bagi Tubuh)


Vapor atau 'vape' kini menjadi tren baru di kalangan perokok. Namun, apakah vapor lebih 'aman' ketimbang rokok tembakau yang sudah terbukti berbahaya bagi tubuh?

(0)
08 Feb 2021|Rhandy Verizarie
perbedaan vapor dan rokok elektrikVapor atau 'vape' kerap dianggap sebagai alternatif merokok yang lebih 'aman'
Dewasa ini, marak kita jumpai para perokok yang menggunakan vapor alih-alih rokok tembakau. Apa itu vapor? Apa perbedaan vapor dan rokok elektrik? Lebih bahaya mana, vapor atau rokok tembakau? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu vapor?

Vapor atau vaporizer adalah alat yang memiliki fungsi layaknya rokok tembakau. Vapor akan mengeluarkan zat nikotin dalam bentuk uap aerosol untuk kemudian dihisap oleh penggunanya.Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau United States Food and Drug Administration (US FDA) menyebut vapor sebagai electronic nicotine delivery systems (ENDS).Vapor atau yang juga dikenal dengan nama ‘vape’ terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:
  • Baterai
  • Pemanas logam (vaporizer)
  • Tempat ‘liquid’
Saat dinyalakan, tenaga dari baterai alat ini akan membuat vaporizer bekerja memanaskan cairan kimia yang telah dimasukkan sebelumnya. Proses tersebut lantas menghasilkan uap aerosol. Uap aerosol inilah yang dihisap atau dihirup oleh pemakainya. Uap tersebut memiliki aroma yang bermacam-macam seperti aroma buah anggur, jeruk, ceri, hingga aroma vanilla dan masih banyak yang lainnya lagi.Vape kini menjadi alternatif bagi orang-orang yang ingin tetap merokok namun menghindari rokok konvensional karena sadar akan bahaya rokok tembakau bagi kesehatan tubuh.

Perbedaan vapor dan rokok elektrik

Anda mungkin bertanya-tanya, apa sih perbedaan antara vapor dan rokok elektrik? Jawabannya adalah, keduanya tidak memiliki perbedaan sama sekali.Beda rokok elektrik dan vaporizer hanya di penyebutannya. Vapor atau vape sejatinya merupakan nama populer dari rokok elektrik.

Dampak vapor (rokok elektrik) terhadap kesehatan tubuh

Tadi sudah dijelaskan jika alasan beberapa orang beralih ke vape adalah untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan oleh rokok konvensional. Namun, bukan berarti rokok elektrik tidak memiliki dampak negatif bagi tubuh, lho.Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan, rokok elektrik tetap berisiko mengakibatkan masalah kesehatan.Pasalnya, vapor juga mengandung nikotin layaknya rokok tembakau. Nikotin inilah yang berpotensi memicu gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan yang dimaksud antara lain:
  • Ketergantungan
  • Gangguan perkembangan otak
  • Gangguan kehamilan dan perkembangan janin
Lebih jauh, American Lung Association (ALA) menyebutkan jika rokok elektrik mengandung zat-zat beracun yang bisa memicu berbagai penyakit, dari penyakit paru-paru hingga kanker mematikan.

Lebih bahaya mana, vape atau rokok tembakau?

Vape atau rokok tembakau, mana yang lebih bahaya? Untuk mengetahuinya, Anda bisa menyimak kandungan keduanya terlebih dahulu, yaitu:

1. Kandungan vape

Menurut ALA, vape memiliki komposisi sebagai berikut:
  • Nikotin
  • Propilen glikol
  • Karsinogen
  • Diasetil
  • Diethylene glikol
  • Akrolein
  • Benzene
  • Kadmium 

2. Kandungan rokok tembakau

Sementara pada rokok tembakau, kandungan bahan kimianya antara lain meliputi:
  • Nikotin
  • Tar
  • Karbon monoksida
  • Karsinogen (asetaldehyde, formaldehyde, dsb.)
  • Toluene
  • Stiren
  • Resornikol
  • Pyridin 
  • Fenol
  • Nitrit oksida
  • Hidroquinon
  • Kromium
  • Katekol
  • Butiraldeyde
  • Amonia
  • Aseton 
Dari kandungan keduanya, bisa dipastikan rokok tembakau lebih bahaya ketimbang rokok elektrik. Hal ini juga sesuai dengan pernyataan CDC yang mengatakan uap aerosol 'vape' mengandung lebih sedikit zat beracun sehingga masih lebih aman bagi perokok ketimbang rokok tembakau. Namun, seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, vapor atau rokok elektrik dengan rokok tembakau tidak memiliki perbedaan perihal efek nikotin. Keduanya sama-sama mengandung zat berbahaya yang menjadi penyebab banyak penyakit tersebut.Untuk lebih menekankan kembali akan bahaya nikotin pada vape maupun rokok tembakau, berikut beberapa contoh dampak buruk zat kimia tersebut bagi tubuh berdasarkan studi tahun 2015:
  • Mengganggu pencernaan
  • Meningkatkan tekanan darah
  • Meningkatkan gula darah
  • Menghambat metabolisme tubuh
  • Memicu kanker
Sekarang Anda sudah tahu jika antara vapor dan rokok elektrik ternyata tidak memiliki perbedaan, bukan? Namun, Anda juga harus ingat jika mengisap vapor bukan berarti membebaskan Anda dari bahaya merokokMenghindarinya keduanya adalah pilihan terbaik untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bebas penyakit. Berhenti merokok sekarang juga.Ingin tahu lebih lanjut mengenai bahaya rokok dan vape sekaligus cara menghindarinya? Chat dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download gratis di App Store dan Google Play.
berhenti merokokbahaya rokok elektrikbahaya asap rokok
American Lung Association. https://www.lung.org/quit-smoking/smoking-facts/whats-in-a-cigarette Diakses pada 25 Januari 2021CDC. https://www.cdc.gov/tobacco/basic_information/e-cigarettes/about-e-cigarettes.html Diakses pada 25 Januari 2021FDA. https://www.fda.gov/tobacco-products/products-ingredients-components/vaporizers-e-cigarettes-and-other-electronic-nicotine-delivery-systems-ends Diakses pada 25 Januari 2021Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/215420#1 Diakses pada 25 Januari 2021NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4363846/ Diakses pada 25 Januari 2021NIH. https://www.drugabuse.gov/publications/drugfacts/vaping-devices-electronic-cigarettes Diakses pada 25 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait