Sama-Sama Kolesterol Jahat, Ini Perbedaan VLDL dengan LDL


Very low density lipoprotein atau VLDL adalah jenis kolesterol jahat yang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kolesterol ini masih satu kelompok dengan LDL.

0,0
vldl adalah kolesterol jahatVLDL adalah kolesterol jahat yang juga dapat menyumbat atau mempersempit pembuluh darah
Anda mungkin sudah familier dengan istilah HDL (high density lipoprotein), alias kolesterol baik dan LDL (low density lipoprotein) atau si kolesterol jahat. Namun, pernahkah Anda mendengar istilah VLDL? 
Sama halnya dengan LDL, VLDL juga termasuk kolesterol jahat. Untuk mengetahui perbedaan keduanya, serta mengenal lebih jauh tentang VLDL dan cara pemeriksaannya, simak ulasan berikut ini.

Apa itu VLDL?

VLDL tinggi adalah salah satu risiko penyakit jantung dan stroke
VLDL tinggi adalah salah satu risiko penyakit jantung dan stroke
Very low density lipoprotein atau VLDL adalah salah satu jenis kolesterol yang dihasilkan oleh hati dan berada di aliran darah. Tugas utama VLDL adalah membawa trigliserida ke jaringan tubuh. Trigliserida sendiri adalah jenis lemak yang digunakan untuk menyimpan energi ekstra dalam sel. Kolesterol adalah sejenis lemak yang berasal dari hati dan beberapa dari makanan. Dalam jumlah yang normal, kolesterol bermanfaat bagi tubuh untuk membangun sel. Namun, jika jumlah kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah, risiko pembentukan plak di pembuluh darah semakin besar. Akibatnya, risiko penyakit jantung dan stroke akan ikut meningkat. Sama halnya dengan LDL, VLDL tergolong kolesterol jahat. LDL dan VLDL adalah jenis kolesterol yang bisa menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah arteri (aterosklerosis).Plak dalam pembuluh darah terdiri dari lemak, kolesterol, kalsium, dan zat lain. Seiring waktu, plak ini dapat mengeras dan membuat aliran darah dalam arteri terganggu atau menyempit. Inilah yang menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan gangguan pembuluh darah lainnya. 

Perbedaan VLDL dan LDL

Perbedaan VLDL dan LDL terletak pada komposisi lemak penyusunnya
Perbedaan VLDL dan LDL terletak pada komposisi lemak penyusunnya
Pada umumnya, VLDL dan LDL adalah jenis lipoprotein (kombinasi protein dan ragam jenis lemak) yang membawa kolesterol dan trigliserida melalui aliran darah. Perbedaan utama VLDL dan LDL adalah persentase dalam tiap komponen yang membentuk lipoprotein. Dalam hal ini, VLDL membawa lebih banyak trigliserida, sedangkan LDL membawa lebih banyak kolesterol. Komponen VLDL antara lain: 
  • Kolesterol 10%
  • Trigliserida 70%
  • Protein 10%
  • Jenis lemak lain 10%
Sementara itu, komponen LDL antara lain:
  • Kolesterol 26%
  • Trigliserida 10%
  • Protein 25%
  • Jenis lemak lain 15%
Keduanya dianggap kolesterol jahat karena kadar VLDL atau LDL yang berlebih dalam aliran darah dapat menyebabkan penumpukan plak. Plak inilah yang membuat aliran darah terganggu akibat penyempitan hingga menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Kapan pemeriksaan kadar VLDL dibutuhkan?

Pemeriksaan VLDL bisa dilakukan secara rutin setahun sekali jika Anda berisiko tinggi
Pemeriksaan VLDL bisa dilakukan secara rutin setahun sekali jika Anda berisiko tinggi
Pengukuran kadar VLDL dilakukan dengan tes darah untuk melihat kadar trigliserida. Normalnya, kadar VLDL sekitar seperlima dari tingkat trigliserida. Dengan kata lain, kadar VLDL tidak boleh lebih dari 30 mg/dL. Jika kadar VLDL lebih dari itu, Anda Anda berisiko terkena penyakit jantung dan strokePada umumnya, peningkatan kolesterol tidak menunjukkan gejala apa pun. Anda biasanya akan merasakan gejala yang lebih berat jika sudah mulai terbentuk plak yang mengganggu aliran darah.Untuk mengantisipasinya, The American Heart Association merekomendasikan tes darah untuk melihat kadar kolesterol dilakukan setidaknya setiap 4-6 tahun untuk usia 20 tahun atau lebih dengan risiko rendah. Pemeriksaan kolesterol ini mungkin akan lebih sering dilakukan pada orang yang lebih tua atau orang yang memiliki faktor risiko lebih tinggi, seperti orang dengan kegemukan, penyakit jantung, atau hipertensi. 

Catatan dari SehatQ

Meskipun tidak menimbulkan gejala, peningkatan kadar kolesterol jahat perlu Anda waspadai. Mengingat hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, terutama di usia tua.Itulah pentingnya menjaga kadar VLDL dan LDL tetap rendah dan meningkatkan kadar HDL dalam darah. Penurunan berat badan, pemilihan jenis makanan yang sehat termasuk beralih ke lemak sehat, olahraga, mengurangi gula, dan menghindari alkohol merupakan kombinasi yang tepat untuk menurunkan kadar VLDL dan LDL dalam tubuh. Pada beberapa kondisi, dokter mungkin akan meresepkan obat penurun kolesterol untuk membantu menurunkan kadar VLDL dan LDL Anda.  Jika masih ada pertanyaan seputar VLDL dan jenis kolesterol lainnya, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang! 
penyakit jantungkolesterolpenyumbatan pembuluh darah
Medline Plus. https://medlineplus.gov/vldlcholesterol.html
Diakses pada 19 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/vldl-vs-ldl
Diakses pada 19 September 2021
University of Rochester Medical Centre. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=167&contentid=vldl_cholesterol
Diakses pada 19 September 2021
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/cholesterol/how-to-get-your-cholesterol-tested
Diakses pada 19 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait