Pertolongan Pertama yang Harus Segera Dilakukan Bila Keracunan Zat Kimia Melalui Hidung


Segera keluar ruangan untuk menghirup udara segar sebagai cara pertolongan pertama bila keracunan zat melalui hidung. Jangan paksakan diri untuk memuntahkan isi perut setelah menghirup bahan kimia berbahaya.

(0)
wanita sesak napas dan batuk mencari pertolongan pertama bila keracunan zat melalui hidungBila Anda atau orang terdekat mengalami keracunan akibat menghirup zat kimia melalui hidung, segera keluar mencari udara segar
Anda perlu membekali diri dengan pengetahuan pertolongan pertama bila keracunan zat berbahaya melalui hidung.Sebab, keracunan akibat menghirup bahan kimia bukan kecelakaan yang mustahil terjadi di kehidupan sehari-hari. Anak-anak maupun orang berusia lanjut, khususnya, mungkin menjangkau dan menggunakan produk-produk kimia ini di rumah tanpa menyadari bahayanya.Lantas, apa yang harus dilakukan jika Anda atau orang terdekat keracunan zat melalui hidung?

Pertolongan pertama bila keracunan zat kimia melalui hidung

Ada banyak zat kimia berbahaya yang sebetulnya umum ditemukan dan sering digunakan dalam rumah. Ambil contoh seperti obat nyamuk semprot, pestisida, cairan pemutih, cairan karbol, deterjen, cat tembok, hingga parfum penyegar udara. Digunakan hati-hati dan dengan cara yang tepat, paparan zat-zat ini mungkin tidak membahayakan. Namun, bahkan dengan pemasangan yang tepat pun kasus kebocoran gas LPG di rumah kadang bisa luput disadari.Bentuk gas maupun uap dari kebanyakan zat kimia lain juga umumnya tidak memunculkan bau, aroma, atau warna khas sehingga sulit terdeteksi.Oleh karena itu, tetap selalu ada risiko kecelakaan yang perlu Anda waspadai.Bila Anda mencurigai diri sendiri mengalami keracunan setelah menghirup zat melalui hidung atau terjadi pada seseorang terdekat, cepat lakukan pertolongan pertama ini:

1. Sadari gejalanya

Gejala keracunan zat kimia melalui hidung pada awalnya mungkin tidak selalu cepat disadari, baik oleh korban sendiri maupun orang lain di sekitarnya.Tanda-tanda keracunan bisa menyerupai gejala mabuk minuman keras, gula darah rendah (hipoglikemia), hingga kelelahan atau mengantuk karena kurang tidur.Namun, waspadai kemungkinan keracunan akibat menghirup bahan kimia jika muncul gejala seperti:
  • Masalah pernapasan, seperti sesak, napas terasa berat, atau napas pendek-pendek.
  • Suara mengi (napas bersuara “ngik-ngik” atau seperti bersiul).
  • Batuk-batuk tidak berhenti.
  • Pusing (kepala terasa berputar) atau sakit kepala.
  • Mengantuk.
  • Linglung atau perubahan kondisi mental lainnya.
  • Luka bakar atau kemerahan di sekitar hidung, mulut, dan bibir.
  • Muntah-muntah
  • Napas berbau kimia, seperti bensin atau pengencer cat.
  • Nyeri dada atau sensasi terbakar di dada.
  • Tersedak.
  • Kesulitan berbicara dan menelan.
  • Detak jantung tidak teratur.
Sebaiknya segera mengevakuasi diri begitu Anda merasa salah satu atau beberapa tanda di atas, terutama jika ada kecurigaan kebocoran gas di rumah atau kecelakaan yang diakibatkan produk kimia tertentu.Pada kasus keracunan yang sudah parah, Anda bisa sampai mengalami syok dan hilang kesadaran; bahkan jatuh koma.

2. Cari udara segar

Buka pintu dan jendela lebar-lebar untuk membiarkan udara luar masuk ke dalam. Baik hanya sebentar maupun sudah berlangsung lama, keracunan akibat menghirup bahan kimia dapat berdampak buruk bagi kesehatan.Jika Anda atau korban masih sadarkan diri dan tidak menunjukkan gejala, cepat-cepat keluar ruangan untuk menghirup udara segar dan bersih. Apabila memungkinkan, mengungsilah ke ruang terbuka yang banyak pohon atau tumbuhan hijaunya.Lakukan hal yang sama jika korban hampir kehilangan kesadaran. Segera bopong dirinya ke luar dan baringkan di ruang terbuka dengan sirkulasi udara yang baik.Penelitian American Lung Association menunjukkan, menghirup udara segar bantu membersihkan paru-paru dan saluran udara dari racun. Menghirup udara segar juga bantu menstabilkan tekanan darah, detak jantung, dan membantu Anda sembuh lebih cepat.Sementara menghirup udara segar, longgarkan pakaian yang dikenakan. Lepaskan kancing kemeja, dasi, ikat pinggang, dan ornamen apa pun yang menempel di badan dan mungkin bisa menghambat pernapasan.Jangan paksakan diri maupun korban untuk memuntahkan isi perut. Namun jika korban keracunan muntah, berikan pertolongan pertama dengan menolehkan kepalanya ke samping agar tidak tersedak. 

3. Lakukan CPR (jika mampu)

Dalam keadaan darurat dan korban tidak sadarkan diri, lakukan resusitasi jantung (CPR) sebagai pertolongan pertama bila keracunan zat melalui hidung.CPR adalah upaya penyelamatan dengan menekan dada korban sembari memberikan napas buatan dari mulut ke mulut (penyelamatan napas). Metode CPR yang tepat dapat membantu sirkulasi darah dan oksigen dalam tubuh serta menjaga otak dan organ vital tetap hidup.Namun jika Anda tidak yakin mampu, biarkan tenaga profesional yang melakukannya. Jadi apabila korban tidak menunjukkan tanda-tanda vital, seperti tidak bergerak, tidak bernapas, atau tidak ada denyut nadi, baiknya segera hubungi ambulans gawat darurat di 118/119.

4. Bawa ke rumah sakit

Apabila memungkinkan, segera larikan korban langsung ke IGD rumah sakit terdekat ketimbang menunggu pertolongan. Terutama jika korban keracunan mengalami salah satu atau lebih dari hal ini:
  • Tidak sadarkan diri.
  • Berhenti bernapas.
  • Nyeri parah berkelanjutan.
  • Gelisah yang tidak terkendali.
  • Kejang
  • Diketahui menghirup obat-obatan atau zat kimia lainnya dalam jumlah besar secara sengaja ataupun tidak.
Di rumah sakit, beri tahu dokter mengenai gas atau zat apa yang menyebabkan keracunan atau informasi lainnya terkait racun tersebut, seperti sudah berapa lama menghirup zat tersebut dan kapan atau apa saja gejala yang muncul.Jika mungkin dan aman, bawalah botol, kemasan obat, atau wadah mencurigakan lainnya agar Anda bisa mengacu pada informasi di labelnya saat melapor pada tenaga medis.

Perhatikan ini saat menolong korban keracunan akibat menghirup bahan kimia

Lewati semua langkah pertolongan pertama di atas bila korban keracunan akibat menghirup bahan kimia yang berbahaya, misalnya asap karbon monoksida dari kebakaran atau kebocoran gas besar-besaran, dan langsung hubungi pihak berwajib:
  • Hotline emergensi: 112
  • Contact Center Polisi: 110
  • Pemadam Kebakaran: 113 atau 1131
  • Palang Merah Indonesia atau PMI: (021) 7992325
Memaksakan diri memberikan pertolongan pertama pada kasus-kasus yang berbahaya seperti ini justru dapat membahayakan nyawa Anda sendiri. Sebab, bukan tidak mungkin selama proses penyelamatannya Anda malah ikut menghirup bahan kimia tersebut.Anda juga bisa menghubungi Sentra Informasi Keracunan (SIKer) Nasional di 021-4259945/0813-1082-6879 untuk panduan lebih lanjut mengenai cara pertolongan pertama bila keracunan zat melalui hidung.Konsultasi lebih lanjut mengenai pertolongan pertama keracunan akibat menghirup zat kimia dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
keracunansesak napasgangguan pernapasankeracunan timbalpertolongan pertamapolusi udara
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-poisoning/basics/art-20056657
diakses 26 Januari 2021
Allegheny College https://sites.allegheny.edu/safety/policies-and-manuals/chemical-inhalation-ingestion-injection/
diakses 26 Januari 2021
Health Direct https://www.healthdirect.gov.au/inhaled-substance-or-object
diakses 26 Januari 2021
St. John Ambulance https://www.stjohnvic.com.au/news/first-aid-chemical-exposures/
diakses 26 Januari 2021
New York Department of Health https://www.health.ny.gov/environmental/chemicals/toxic_substances.htm
diakses 26 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait