Philophobia atau Fobia Jatuh Cinta, Alasan Banyak Orang jadi Single

(0)
31 Jan 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Philophobia adalah fobia yang membuat orang takut jatuh cintaPhilophobia adalah fobia jatuh cinta yang bisa berkembang menjadi gangguna kecemasan dan depresi
Beberapa tahun lalu, ada sebuah sinetron populer yang berjudul “Siapa Takut Jatuh Cinta?”. Saya menonton sinetron itu cukup sering, tapi tidak kunjung tahu jawabannya. Sampai suatu saat, saya mengenal istilah philophobia. Philophobia adalah fobia jatuh cinta.Saat mendengar istilah tersebut, saya cukup heran. Sebab, selama ini saya kira istilah fructophobia atau fobia buah adalah fobia teraneh yang pernah ada. Namun jika dipikir-pikir, fobia jatuh cinta sebenarnya cukup masuk akal. Jatuh cinta memang bisa menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang. Terutama, jika ada latar belakang cerita yang tidak mengenakkan di belakangnya.

Lebih dari sekadar takut pacaran, ini ciri-ciri philophobia

Bagi sebagian orang, jatuh cinta bisa menjadi hal yang menyenangkan. Namun bagi beberapa orang lainnya, pengalaman yang seharusnya membuat berbunga-bunga ini bikin bergidik ngeri, bahkan membangkitkan gangguan kecemasan. Sejauh ini tidak ada ciri-ciri pasti yang dikelompokkan sebagai gejala philophobia. Sebab, kondisi ini belum masuk sebagai gangguan mental yang berdiri sendiri. Jika merujuk pada panduan diagnostik gangguan mental (DSM), fobia jatuh cinta masih masuk sebagai salah satu bagian dari fobia sosial.Meski fobia jatuh cinta terdengar begitu pop, tapi sama seperti fobia lainnya, kondisi ini pun bisa membangkitkan gelapnya sisi psikologis seseorang. Philophobia bisa berujung pada depresi, isolasi sosial, bahkan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Di permukaan yang lebih dangkal, philophobia bisa membuat seseorang mengalami berbagai hal di bawah ini saat memikirkan tentang jatuh cinta:
  • Merasa sangat takut dan panik
  • Menghindari memikirkan dan membicarakan tentang hal tersebut
  • Berkeringat
  • Detak jantung meningkat drastis
  • Sulit bernapas
  • Sulit bergerak dan berfungsi seperti biasa
  • Mual
Orang-orang yang takut jatuh cinta pun bisa saja menyadari bahwa ketakutannya tidak mendasar. Namun, mereka tetap saja tidak bisa mengendalikan ketakutannya tersebut.

Penyebab seseorang bisa mengalami philophobia

Fobia jatuh cinta lebih umum terjadi pada orang-orang yang punya trauma atau pernah merasa disakiti. Mereka takut, bahwa rasa sakit yang teramat sangat yang pernah dirasakan, akan terulang ketika kembali jatuh cinta.Bagi beberapa pengidap philophobia lainnya, trauma yang mereka rasakan bukan perkara sakit hati terhadap pasangan, tapi pada keluarga. Orang dewasa yang semasa kecilnya ditelantarkan orangtua dan tidak pernah menerima kasih sayang, juga berpotensi lebih besar tidak memiliki pandangan yang positif terhadap rasa cinta.Fobia jatuh cinta juga bisa muncul sebagai salah satu mekanisme pertahanan diri bagi orang yang takut disakiti. Ibaratnya, jika tidak ingin dikecewakan oleh cinta, lebih baik tidak mencintai dan sama sekali tidak mengenal cinta.

Bisakah philophobia disembuhkan?

Kondisi fobia umumnya bisa disembuhkan atau setidaknya dikurangi intensitasnya, termasuk fobia jatuh cinta. Langkah perawatan yang umum dilakukan adalah terapi, konsumsi obat-obatan, perubahan gaya hidup, maupun kombinasi ketiganya.

1. Terapi

Jenis terapi yang dapat dijalani untuk mengatasi philophobia adalah cognitive behavioral therapy (CBT) atau terapi perilaku kognitif. Pada sesi terapi ini, psikiater atau psikolog akan membantu pasien mengidentifikasi dan mengubah pikiran negatif yang muncul di kepala.Selain itu, terapis juga akan membantu pasien mengubah kepercayaannya terhadap cinta dan reaksinya saat merasakan cinta. Terapi ini dilakukan secara peralahan dan ditujukan untuk mengubah pola pikir dan perilaku secara keseluruhan.

2. Penggunaan obat tertentu

Pada sejumlah kasus, dokter juga dapat meresepkan obat antidepresan maupun obat untuk meredakan kecemasan para pengidap philophobia. Namun, pengobatan ini biasanya tidak berdiri sendiri, dan lebih dilakukan sebagai pendamping terapi.

3. Perubahan gaya hidup

Selain dengan kedua metode di atas, dokter juga dapat merekomendasikan langkah lain seperti olahraga dan teknik relaksasi. Saya tahu, rasa takut jatuh cinta bukanlah yang mudah untuk diakui. Terkadang, kita merasa terlalu segan untuk dipandang lemah, bahkan di hadapan diri sendiri. Namun, tidak ada salahnya jika perbaikan dimulai sejak dini. Para ahli pun tidak akan menghakimi kisah Anda ketika sesi terapi dimulai.Ingat, philophobia adalah bagian dari kondisi mental. Jadi tidak bijak rasanya jika diagnosis ini ditentukan dengan tebak-tebak buah manggis. Untuk Anda yang sudah merasa fobia ini mengganggu keseharian, jangan tunda rencana konsultasi. Semakin cepat Anda menjalani pengobatan, semakin cepat pula hati kembali terasa tenang.
agorafobiafobiapercintaantrypophobiaputus cinta
Healthline. https://www.healthline.com/health/philophobia
Diakses pada 31 Januari 2020
Exploring Your Mind. https://exploringyourmind.com/philophobia-the-fear-of-falling-in-love/
Diakses pada 31 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait