Irritable Male Syndrome (IMS) alias PMS pada pria, Apa Gejalanya?


Irritable Male Syndrome atau PMS pada pria terjadi karena penurunan hormon testosteron dalam tubuh. Untuk mengobatinya, bisa dengan tindakan medis dan menerapkan pola hidup sehat.

(0)
Irritable male syndromePMS pada pria juga membuat orang yang mengalaminya menjadi mudah tersinggung
Selama ini, PMS (pre menstrual syndrome) identik dengan wanita. Namun, siapa sangka, pria ternyata juga bisa mengalaminya. PMS pada pria dikenal dengan nama irritable male syndrome atau IMS.Ketahui lebih lanjut mengenai PMS pada pria mulai dari penyebab, gejala, hingga penanganannya berikut ini.

Apa itu irritable male syndrome?

Irritable male syndrome adalah gejala PMS pada pria yang muncul akibat menurunnya jumlah produksi hormon testosteron seiring usia, alias memasuki masa andropausePenurunan produksi testosteron umumnya mulai terjadi pada rentang umur 45-50 tahun, dan dapat semakin parah pada pria yang telah berusia lebih dari 70 tahun. Selain pertambahan usia, masalah kesehatan seperti diabetes juga bisa berpengaruh pada proses produksi hormon testosteron.Hormon testosteron sendiri berperan dalam kebugaran, kepercayaan diri, dan hasrat seks. Oleh sebab itu, jumlah hormon testosteron yang terlalu rendah dapat memengaruhi cara Anda berhubungan dengan orang lain. Kondisi ini sering kali memicu rasa sakit pada bagian-bagian tubuh tertentu. Selain itu, PMS pada pria juga mengakibatkan perubahan suasana hati secara tiba-tiba. 

Apa gejala irritable male syndrome?

Sama seperti wanita, PMS pada pria juga membuat orang yang mengalaminya menjadi mudah tersinggung. Selain itu, irritable male syndrome mungkin juga akan memicu munculnya sejumlah gejala lain, di antaranya:
  • Depresi
  • Sulit tidur
  • Disfungsi ereksi
  • Penurunan gairah seks
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi
  • Turunnya rasa kepercayaan diri
  • Tubuh menjadi terasa kurang berenergi
  • Perubahan suasana hati secara tiba-tiba
Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, cobalah untuk berbicara dengan orang terdekat terkait kondisi Anda. Selain meminta dukungan dari orang-orang terdekat, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter supaya mendapatkan tindak penanganan yang tepat.

Kapan harus periksa ke dokter?

Sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter apabila mengalami gejala-gejala yang mengatah pada irritable male syndrome. Pasalnya, kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.Bahkan, tak jarang PMS pada pria bisa berujung pada rasa stres atau bahkan depresi. Itu sebabnya, nama lain dari kondisi ini adalah male depresive syndromeDokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk memastikan apakah Anda mengalami IMS atau tidak. Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah tes hormon testosteron. Mengetahui kadar testosteron rendah atau tidak menjadi petunjuk bagi dokter untuk menentukan kondisi yang dialami oleh pasien.Selain itu, dokter juga akan memeriksa fisik pasien dan menanyakan beberapa hal terkait dengan riwayat medis pasien (anamnesis).

Bagaimana cara mengobati irritable male syndrome?

Cara mengatasi PMS pada pria dapat dilakukan dengan melakukan suntik testosteron. Menerima suntikan testosteron secara teratur bisa membantu mengatasi masalah-masalah yang muncul akibat penurunan hormon testosteron.Namun, Anda perlu tahu bahwa cara tersebut bisa menimbulkan efek samping. Bagi sebagian orang, suntikan testosteron dapat berpengaruh pada kesehatan jantung. Selain itu, penerima suntikan ini bisa saja menjadi terlalu agresif dan perasa (moody).Selain suntikan testosteron, menerapkan pola hidup sehat juga sangat penting untuk membantu mengatasi IMS pada pria, terutama jika penurunan testosteron disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu. Hindari makanan-makanan yang kaya akan kandungan lemak jenuh maupun menggunakan gula tambahan. Biasakan untuk berolahraga setidaknya 30 menit per hari untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.Jika IMS turut memengaruhi kesehatan mental, Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental lainnya. Nantinya, ahli kesehatan mental akan memberi rekomendasi terkait bagiamana cara mengatasi emosi dengan cara yang positif, sehingga tidak mengganggu hubungan dengan orang lain.

Bagaimana menjalani hidup dengan irritable male syndrome?

Selain pengobatan dan berkonsultasi dengan ahlinya, beberapa cara bisa Anda lakukan saat harus berdamai dengan IMS yang Anda alami. Berikut beberapa tips untuk mengatasi PMS pada pria agar tidak berdampak buruk pada hubungan dengan orang lain:
  • Mengakui perubahan yang ada
  • Hindari konsumsi makanan dengan gula tambahan
  • Mempelajari teknik-teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, maupun latihan pernapasan dalam
  • Mengikuti konseling untuk mendapatkan bantuan dalam mengatasi stres yang Anda rasakan.
  • Rutin berolahraga untuk memperbanyak proses pelepasan hormon endorfin (hormon yang berkaitan dengan perasaan bahagia)
  • Belajar mengenali perubahan suasana hati dan meredakannya dengan melakukan teknik relaksasi
  • Mendengar dengan tenang perasaan orang terdekat ketika bercerita soal perubahan suasana hati dan kepribadian yang Anda alami
  • Mengonsumsi makanan sehat, terutama yang baik untuk kesehatan jantung, seperti buah-buahan, sayur, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan

Catatan dari SehatQ

Tak hanya wanita, nyatanya PMS pada pria juga mungkin terjadi. Dalam dunia medis, kondisi ini lebih dikenal dengan sebutan Irritable male syindrome (IMS). Sebuah kondisi yang disebabkan oleh menurunnya produksi hormon testosteron. Berbagai macam cara bisa dilakukan untuk mengatasi IMS pada pria, salah satunya dengan menjalani pengobatan medis. Selain itu, menerapkan pola hidup sehat juga dapat membantu mengatasi kondisi ini.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai PMS pada pria dan bagaimana cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menopausedepresidisfungsi ereksipremenstrual syndrome (PMS)hormonkesehatan pria
Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/irritable-male-syndrome
Diakses pada 22 Desember 2020
WebMD. https://www.webmd.com/men/guide/male-menopause
Diakses pada 22 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait