Protokol Kesehatan Pelaksanaan Kurban Idul Adha Saat Pandemi Covid-19, Apa Saja?

(0)
Penting untuk mengikuti protokol kesehatan pelaksanaan kurban Idul Adha yang sudah ditetapkan pemerintahPerayaan Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban
Pelaksanaan Idul Adha atau Hari Raya Kurban 1441 H akan jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020 mendatang. Namun, pelaksanaan Idul Adha tahun ini dipastikan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, termasuk perihal penyembelihan hewan kurban, lantaran dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Untuk mengurangi risiko penularan virus corona, maka penting untuk mengikuti protokol kesehatan pelaksanaan kurban Idul Adha yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. 

Protokol kesehatan pelaksanaan kurban Idul Adha saat pandemi Covid-19

Pelaksanaan kurban Idul Adha pada masa pandemi berpotensi meningkatkan risiko penularan Covid-19. Pasalnya, akan ada interaksi. kontak langsung, dan kerumunan antara satu orang dengan orang lainnya, baik saat kegiatan jual beli hewan kurban, penyembelihan hewan kurban, hingga pembagian daging kurban. Oleh karena itu, menjelang perayaan Idul Adha tahun 2020, pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengeluarkan aturan protokol kesehatan pelaksanaan kurban Idul Adha sebagai salah satu cara mencegah penularan virus coronaAturan tersebut berisiko protokol kesehatan mulai dari kegiatan jual beli hewan kurban, pelaksanaan kurban, hingga penyaluran hewan kurban. Aturan protokol kesehatan pelaksanaan kurban Idul Adha ini tercantum dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Dirjen PKH Kementan)Berikut adalah rincian protokol kesehatan pelaksanaan kurban Idul Adha yang harus diperhatikan saat masa pandemi Covid-19.

1. Kegiatan jual beli hewan kurban saat pandemi Covid-19

protokol kesehatan pelaksanaan kurban idul adha harus dipatuhi
Jika penjualan hewan kurban dilakukan tatap muka, tetap patuhi jaga jarak
Salah satu protokol kesehatan pelaksanaan kurban Idul Adha saat pandemi virus corona juga merujuk pada kegiatan jual beli hewan kurban. Menurut aturan protokol kesehatan yang resmi dikeluarkan pemerintah, penjual hewan kurban harus sudah mendapatkan izin resmi dari pemerintah daerah, seperti walikota atau bupati. Selain itu, penjual hewan kurban dari daerah lain juga harus membawa surat sehat dari puskesmas atau rumah sakit. Pelaksanaan jual beli hewan kurban saat pandemi Covid-19 dianjurkan untuk mengandalkan transaksi secara daring (online). Pilihan lainnya, yakni bisa berkoordinasi dengan dewan masjid atau badan amil zakat. Ini dilakukan untuk meminimalkan adanya interaksi dan kontak langsung dengan orang lain. Jika penjualan hewan kurban dilakukan secara tatap muka, maka aturan tata cara penjualan di tengah pandemi Covid-19 harus meliputi:
  • Pembatasan waktu penjualan
  • Tata letak tempat penjualan dengan memerhatikan lebar lorong lapak penjualan
  • Pembedaan pintu masuk dan pintu keluar
  • Alur pergerakan satu arah
  • Physical distancing atau jaga jarak setiap orang di dalam lokasi penjualan minimal 1 meter
  • Penempatan fasilitas cuci tangan yang mudah diakses
Selain itu, penerapan kebersihan diri serta pemeriksaan kesehatan juga wajib dilakukan di area penjualan hewan kurban. Berikut penjelasan selengkapnya. 
  • Penjual harus menggunakan alat pelindung diri (APD) minimal berupa masker serta face shield, sarung tangan sekali pakai, dan pakaian lengan panjang
  • Setiap orang atau calon pembeli hewan kurban yang masuk ke lokasi penjualan harus melakukan pengukuran suhu tubuh menggunakan thermo gun
  • Setiap orang atau calon pembeli hewan kurban harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir 
  • Setiap orang yang sakit dan menunjukkan gejala coronavirus dilarang memasuki lokasi penjualan hewan kurban

2. Proses penyembelihan hewan kurban Idul Adha saat pandemi virus corona

Pada saat pandemi virus corona, proses penyembelihan hewan kurban juga dilakukan dengan protokol khusus, yakni harus dilakukan di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R). RPH-R adalah tempat pemotongan hewan yang sudah memenuhi persyaratan sebagai tempat menyembelih ternak ruminansia bagi konsumsi masyarakat. Akan tetapi, lantaran keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R maka proses penyembelihan atau pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, pastikan fasilitas pemotongan hewan kurban di luar RPH-R sudah mendapat izin dari pemerintah daerah kota/kabupaten setempat. 
protokol kesehatan pelaksanaan hewan kurban Idul Adha saat pandemi sangat penting
Panitia penyembelihan hewan kurban saat pandemi Covid-19 jumlahnya harus dibatasi
Berikut adalah penjelasan mengenai protokol kesehatan penyembelihan hewan kurban di luar RPH-R. 
  • Mengatur kepadatan dengan membatasi jumlah panitia dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban.
  • Melakukan pembatasan di fasilitas pemotongan hewan kurban dengan hanya dihadiri oleh panitia. Panitia pemotongan hewan kurban berasal dari lingkungan tempat tinggal yang sama dan tidak dalam masa karantina mandiri. 
  • Melakukan pengukuran suhu tubuh menggunakan thermo gun di setiap pintu masuk tempat pemotongan hewan kurban. Setiap orang yang memiliki gejala demam, sakit tenggorokan, batuk, pilek, atau sesak napas dilarang masuk ke area tempat pemotongan hewan kurban. 
  • Melakukan physical distancing atau jaga jarak minimal 1 meter dan tidak saling berhadapan antara satu petugas dengan petugas lainnya saat kegiatan pengulitan, pencacahan, penanganan, dan pengemasan daging hewan kurban.
  • Meminimalkan penggunaan kipas angin berdiri atau dinding guna mengurangi risiko potensi penyebaran virus corona melalui udara.
  • Petugas yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging dan jeroan harus dibedakan.
  • Setiap petugas atau panitia penyembelihan hewan kurban harus menggunakan alat pelindung diri minimal masker sejak perjalanan dari rumah, dan selama berada di fasilitas pemotongan hewan kurban.
  • Setiap petugas atau panitia penyembelihan hewan kurban yang melakukan pengulitan, pencacahan, penanganan daging dan jeroan harus menggunakan APD minimal berupa masker, face shield, sarung tangan sekali pakai, apron, dan alas kaki tertutup.
  • Setiap orang harus melakukan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sesering mungkin. Jangan menyentuh area wajah, termasuk mata, hidung, mulut, dan telinga sebelum mencuci tangan. 
  • Setiap orang harus menghindari jabat tangan atau kontak langsung lainnya, serta memerhatikan etika batuk, bersin, dan meludah.
  • Tempat pemotongan hewan kurban dan peralatan yang digunakan harus dibersihkan menggunakan cairan desinfektan, serta membuang kotoran dan atau limbah pada fasilitas penanganan kotoran/limbah.
  • Setiap petugas yang menjadi panitia pemotongan hewan kurban harus segera membersihkan diri dengan mandi dan mengganti pakaian sesaat tiba di rumah sebelum kontak langsung dengan anggota keluarga atau orang lain. 

3. Proses pembagian daging hewan kurban

Proses pembagian daging hewan kurban saat pandemi Covid-19 disarankan untuk dilakukan oleh panitia langsung ke penerima. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya interaksi langsung atau kerumunan orang di tempat pembagian daging hewan kurban, seperti yang biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. 
informasi seputar virus corona

Catatan dari SehatQ

Mengingat pelaksanaan Idul Adha atau Hari Raya Kurban 1441 H dilakukan saat pandemi Covid-19 maka penting untuk penting untuk mengikuti protokol kesehatan pelaksanaan kurban Idul Adha dengan baik dan benar. Sebisa mungkin untuk tetap berada di rumah dan hindari kerumunan saat perayaan Idul Adha dan pelaksanaan kurban sebagai cara mencegah penularan Covid-19. Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah saat perayaan Idul Adha, pastikan untuk menjaga jarak, menggunakan masker, dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, ya. 
coronavirus
Surat Edaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Corona virus Desease (COVID-19). 000/SE/PK.320/F/06/2020. https://ditjenpkh.pertanian.go.id/userfiles/download/c790de99d49e5632d4986c9556e9c8b1.pdf
Diakses pada 28 Juli 2020
Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114/Permentan/ PD.410/9/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban. http://perundangan.pertanian.go.id/admin/p_mentan/Permentan%20114%20Tahun%202014%20Kurban.pdf
DIakses pada 28 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait