Punya Suami Tapi Merasa Sendiri? Ini 6 Cara Membenahi


Ada kondisi di mana Anda dapat mengalami kesepian walaupun berada dalam hubungan pernikahan. Beberapa tandanya bisa terlihat ketika pasangan tak lagi berbagi cerita kepada Anda, kehidupan seksual terasa membosankan, hingga merasa kesepian walau sedang bersama.

0,0
12 Oct 2021|Azelia Trifiana
Komunikasikan masalah Anda pada pasanganKomunikasikan masalah Anda pada pasangan
Bukan hanya jomblo yang bisa merasa kesepian. Seseorang yang punya suami tapi merasa sendiri? Banyak juga. Sebab, hubungan asmara tidak serta-merta membuat seseorang tidak merasa kesepian.
Lalu, apa yang bisa dilakukan ketika merasa kesepian dalam hubungan? Pertama dan paling penting, tentu saja komunikasi yang terbuka kepada pasangan. Cari tahu akar masalahnya sehingga rasa kesepian itu bisa teratasi.

Tanda-tanda merasa kesepian dalam hubungan

Ketika seseorang punya suami tapi merasa sendiri, begitu pula sebaliknya, akan ada beberapa tanda yang dirasakan. Beberapa di antaranya adalah:
  • Tidak berbagi cerita

Dalam hubungan yang sehat, seseorang tentu tak sabar ingin menceritakan apa yang mereka alami sepanjang hari. Baik itu hal baik maupun buruk. Bahkan, hal konyol dan sepele sekalipun.Namun ketika tidak ada keinginan sama sekali untuk melakukannya, itu bisa berarti tanda merasa kesepian dalam hubungan. Selain itu, bisa jadi seseorang berusaha bercerita pada pasangannya namun tidak didengarkan, pada akhirnya membuat kebiasaan bercerita ini sirna.
  • Kehidupan seksual membosankan

Keintiman fisik adalah faktor penting dalam sebuah hubungan. Meski demikian, ketika seseorang punya suami tapi merasa sendiri, yang terjadi justru sebaliknya.Tidak ada keinginan atau hasrat untuk dekat dengan pasangan, alhasil aktivitas seksual menjadi hal yang langka. Dalam jangka panjang, ini membuat hubungan menjadi kian dingin.
  • Tidak menghabiskan waktu bersama pasangan

Idealnya, sesekali pasangan selalu ingin quality time berdua untuk mereka saja. Tanpa distraksi dari pekerjaan, media sosial, juga anak-anak. Namun ketika merasa kesepian dalam hubungan, tidak ada quality time yang terjadi.Bahkan, bisa jadi hal-hal seperti pekerjaan, media sosial, dan anak-anak dijadikan sebagai alasan. Bisa jadi, ini adalah cara untuk menghindari pasangan karena enggan berinteraksi berdua saja.
  • Merasa kesepian saat bersama

Jelas, ini tanda yang paling terasa. Ketika sedang berada dalam satu ruangan yang sama, kesepian itu tetap menggelayut. Rasanya seakan tidak ada yang ingin disampaikan kepada pasangan. Bahkan, ada rasa enggan untuk berbagi cerita atau perasaan karena takut dihakimi.

Bagaimana cara mengatasinya?

Tentu tidak nyaman ketika punya suami tapi merasa sendiri, begitu pula sebaliknya. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya adalah:

1. Komunikasikan dengan pasangan

Merasa kesepian dalam hubungan bukanlah hal yang bisa dibiarkan begitu saja. Penting untuk memastikan pasangan tahu apa yang Anda rasakan. Mulailah pembicaraan dengan nada positif, di waktu yang tepat. Tujuannya agar pasangan tidak merasa sedang disalahkan atau dituding.Sampaikan hal seperti ingin menghabiskan waktu bersama lebih sering. Atau, sekadar berbagi dengan mengobrol setiap harinya. Anda juga bisa mengusulkan ide untuk quality time bersama pasangan tanpa distraksi dari luar.

2. Interaksi fisik

Adanya interaksi fisik seperti sentuhan dapat membuat tubuh memproduksi hormon oksitosin. Ini adalah hormon yang bisa membangun kedekatan dengan pasangan. Sama seperti sensasi yang muncul setelah bercinta dengan pasangan.

3. Berlatih mindful

Ketika merasa kesepian dalam hubungan, cobalah berlatih menjalani setiap waktu seutuhnya. Istilahnya, berlatih untuk bisa mindful. Caranya bisa dengan melakukan meditasi, bernapas dengan teknik khusus, atau sekadar mengambil jeda di tengah rutinitas.

4. Sampaikan hal positif satu sama lain

Bisa jadi, orang yang punya suami tapi merasa sendiri terjadi karena kurang respek satu sama lain. Oleh sebab itu, coba alokasikan waktu untuk saling menyampaikan hal positif satu sama lain. Tak perlu lama, cukup 5-10 menit beberapa kali dalam sepekan.Berterima kasih juga bisa dimasukkan dalam sesi ini. Tak perlu berterima kasih untuk hal besar, cukup aspek sederhana yang membuat Anda dan pasangan bisa saling mengapresiasi.

5. Sampaikan ekspektasi

Penting juga untuk menyampaikan apa ekspektasi Anda dan pasangan. Kemudian, bicarakan tentang kemungkinan untuk mewujudkannya. Bisa jadi, pasangan tidak bisa menemani atau terlibat dalam aktivitas di rumah karena pekerjaan sedang sibuk-sibuknya.Tentu akan ada fase semacam ini. Tak apa, itu wajar. Hanya saja, komunikasikan bahwa situasinya sedang tidak memungkinkan. Lalu, buat kompensasi dengan merencanakan quality time bersama sesekali.

6. Berbicara dengan konselor

Apabila langkah-langkah di atas tidak efektif mengatasi rasa kesepian dalam hubungan, tak ada salahnya melibatkan pihak profesional seperti konselor. Terkadang, perlu ada sudut pandang yang lebih objektif untuk mengurai kusutnya permasalahan.

Catatan dari SehatQ

Perlu digarisbawahi bahwa merasa kesepian dalam hubungan berbeda dengan menyendiri. Ketika menyendiri, seseorang menarik garis batas untuk privasi dirinya atau saat ingin mengenal diri sendiri.Ini sangat berlawanan dengan kesepian. Jadi, apabila kondisi berlangsung berlarut-larut dan masih ada harapan untuk membenahi, tak ada salahnya mencoba beberapa langkah di atas.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara komunikasi terbuka dengan pasangan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
masalah seksualhubungan seksualmenjalin hubungan
WebMD. https://www.webmd.com/sex-relationships/features/lonely-relationship
Diakses pada 28 September 2021
Women’s Health Mag. https://www.womenshealthmag.com/relationships/a34967286/feeling-lonely-in-relationship/
Diakses pada 28 September 2021
Life Hack. https://www.lifehack.org/898488/feeling-alone-in-a-relationship
Diakses pada 28 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait