Jamu Pelancar ASI, Ramuan Tradisional yang Aman dan Manjur untuk Busui


Salah satu cara agar ASI banyak dan lancar adalah mengonsumsi jamu pelancar ASI seperti jamu uyup-uyup yang sudah terbukti manjur dapat merangsang hormon prolaktin yang berperan dalam produksi ASI.

(0)
28 Aug 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Jamu pelancar ASI yang manjur antara lain jamu uyup-uyup.Anda bisa memanfaatkan rempah-rempah sebagai jamu pelancar ASI.
Minum jamu setelah melahirkan diyakini memiliki banyak manfaat bagi wanita, salah satunya melancarkan air susu ibu alias ASI. Berbagai jamu pelancar ASI pun sudah tersedia di pasaran. Namun bahan apa saja yang benar-benar mampu meningkatkan produksi ASI?Jamu untuk ibu menyusui adalah ramuan tradisional yang dibuat dari bahan-bahan alami dan sudah digunakan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Kendati sebagian besar bahan-bahan ini belum dibuktikan secara ilmiah, tapi efektivitas dan keamanannya diyakini secara turun-temurun.Jamu ini biasanya digunakan untuk memastikan bayi mendapat asupan ASI yang cukup setidaknya hingga akhir masa ASI eksklusif, yakni ketia usianya 6 bulan. Namun, ibu menyusui (busui) yang tidak minum jamu pun tetap dapat memperoleh ASI yang melimpah dan lancar bila melakukan manajemen laktasi yang baik.

Jenis jamu pelancar ASI

Jamu uyup-uyup adalah satu satu jamu pelancar ASI.
Jamu pelancar ASI pada dasarnya merupakan bahan-bahan alami yang berfungsi merangsang hormon prolaktin yang berperan dalam produksi ASI. Cara membuat jamu pelancar ASI ini pun cukup mudah. Anda hanya perlu mencampurkan aneka bahan alami dengan air sebagai rebusan dan campuran bahan lainnya.Bahan-bahan alami yang biasanya digunakan sebagai bahan pembuat jamu pelancar ASI adalah sebagai berikut.

1. Campuran berbagai rempah

Jamu uyup-uyup adalah ramuan tradisional yang terkenal di daerah Jawa Tengah dan Jogjakarta serta dipercaya dapat memperlancar ASI ketika diminum oleh wanita di masa nifas.Jamu ini diramu dari rempah-rempah khas Nusantara, seperti puyang, temulawak, kunyit, adas, dan jinten serta biasanya dijajakan dalam bentuk cair oleh penjual jamu gendong.Dalam penelitian oleh Universitas Gadjah Mada, jamu uyup-uyup terbukti mampu merangsang hormon prolaktin. Hanya saja, efektivitas jamu pelancar ASI ini baru terlihat setelah 14 hari konsumsi.Dengan kata lain, Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk melihat khasiatnya, dibanding penggunaan suplemen non-herbal yang biasanya hanya memerlukan waktu 7 hari untuk merangsang produksi ASI.

2. Daun katuk

Daun katuk bukanlah tanaman herbal yang asing dalam jamu pelancar ASI. Daun ini sudah banyak diolah menjadi bentuk suplemen maupun dikonsumsi secara sederhana dengan direbus, dikukus, atau dimasak sebagai hidangan sayur berkuah.Dari segi nutrisi, daun katuk memang sangat baik dikonsumsi oleh ibu menyusui. Tiap 100 gram daun katuk mengandung 59 kalori, 70 gram air, 4,8 gram protein, 2 gram lemak, 110 gram karbohidrat, dan 200 mg vitamin C.Berdasarkan hasil penelitian Badan Litbang Kementerian Kesehatan RI, ibu menyusui yang mengonsumsi daun ini memang mengalami peningkatan produksi ASI 50,7% lebih banyak dibanding ibu yang tidak makan daun katuk. Dengan kata lain, daun katuk emang terbukti dapat dijadikan bahan jamu memperlancar ASI.

3. Daun bangun-bangun (daun jinten)

Daun ini sering dijadikan campuran pada jamu untuk ibu menyusui, terutama oleh masyarakat Sumatra Utara. Sama seperti daun katuk, daun bangun-bangun juga terbukti dapat meningkatkan total volume ASI, bahkan menambah berat badan bayi, komposisi zat besi, seng, dan kalium dalam ASl.

4. Daun pepaya

Kementerian Kesehatan RI juga menyatakan bahwa daun pepaya merupakan tanaman herbal yang ampuh menaikkan produksi ASI. Selain itu, daun ini juga kayak akan nutrisi yang baik untuk ibu menyusui, seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, maupun zat besi.Untuk mendapatkan efek yang lebih baik, Anda bisa mengombinasikan berbagai jenis tanaman herbal dalam jamu pelancar ASI. Misalnya dengan mencampur 25 gram daun katuk, 10 gram daun bangun-bangun, dan 5 gram daun pepaya.Ramuan ini terbukti ampuh meningkatkan produksi ASI. Jamu pelancar ASI dari bahan-bahan tersebut juga terbukti aman bagi hati maupun ginjal, setidaknya jika dikonsumsi dalam jangka pendek selama 28 hari.

5. Fenugreek

Fenugreek adalah tanaman herbal yang sering dijadikan campuran pada teh untuk menaikkkan produksi ASI. Meski efektif, konsumsi herbal dari tanaman fenugreek memiliki efek samping berupa urine dan keringat yang berbau mirip sirup mapel, sehingga sering disalahartikan sebagai gejala penyakit tertentu.

6. Jamu kunyit asam

Jamu lainnya yang bisa Anda manfaatkan sebagai pelancar ASI adalah jamu kunyit asam. Salah satu manfaat ibu menyusui minum jamu kunyit asam adalah produksi ASInya dapat semakin lancar. Kunyit diketahui mengandung minyak atsiri yang dikenal dapat bantu meningkatkan produksi ASI.Rempah kunyit dapat digabungkan dengan asam jawa untuk membuat jamu kunyit asam jawa. Asam jawa sendiri dikenal tinggi lemak, protein, hidrat arang hingga vitamin yang membantu menjaga kesehatan fisik ibu nifas yang secara tidak langsung mempengaruhi produksi ASI. 

7. Jamu kunyit sirih

Selain asam jawa, ibu menyusui minum jamu kunyit sirih juga bisa menjadi cara manjur melancarkan ASI. Sirih sendiri adalah jenis tanaman yang berfungsi sebagai anti radang dan anti okisdan tinggi. Namun konsumsi jamu kunyit daun sirih sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, untuk mencegah dampak lain yang bisa ditimbulkan khususnya bagi ibu hamil.Selain jamu yang telah disebutkan di atas, banyak juga dari para orangtua yang menyarankan agar ibu menyusui minum jamu beras kencur hingga jamu manjakani. Semua jamu pada dasarnya aman untuk dikonsumsi. Namun, Anda juga harus bijak memilih jamu apa yang baik untuk kondisi tubuh dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Cara meningkatkan produksi ASI tanpa minum jamu

Direct breastfeeding bisa tingkatkan produksi ASI.
Minum jamu pelancar ASI bukanlah kewajiban bagi busui. Anda tetap dapat meningkatkan produksi ASI dan hingga melimpah dan stabil, bila melakukan manajemen laktasi yang benar, dengan cara:
  • Sering menyusui secara langsung. Semakin sering bayi menyusu langsung, semakin banyak juga produksi ASI di dalam tubuh. Pastikan juga payudara Anda sudah kosong setelah bayi menyusu, dengan memerahnya menggunakan tangan atau pompa ASI.
  • Menghindari stres dan kegiatan yang melelahkan. Sebab ketika stres atau lelah, produksi ASI bisa terhambat.
  • Menghindari alkohol. Alkohol dapat membuat produksi ASI seret.
  • Mencari bantuan. Pikirkan juga untuk meminta bantuan pada tetangga, kerabat, atau asisten rumah tangga untuk meringankan pekerjaan Anda.
  • Minum banyak air. Saat tubuh kekurangan cairan, produksi ASI pun makin sedikit. Selain minum, Anda juga bisa mendapatkan air dari buah atau sayur.
  • Tidak memberikan dot dot. Bayi yang senang minum dari dot akan kurang maksimal dalam mengisap payudara ketika menyusu.
  • Memijat payudara
Jika produksi ASI Anda terus turun, apalagi bila Anda sudah mencoba berbagai jamu pelancar ASI, cobalah berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi.
menyusuiasi eksklusifmanfaat asijamu
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/laktogogue-seberapa-besar-manfaatnya
Diakses pada 13 Agustus 2020
Kementerian Kesehatan RI. http://repository.litbang.kemkes.go.id/588/2/157%20LIT%20-%20PENGARUH%20FORMULA%20JAMU%20PELANCAR%20AIR%20SUSU%20IBU%20%28ASI%29_ocr%20cs.pdf
Diakses pada 13 Agustus 2020
UGM. https://indonesianjpharm.farmasi.ugm.ac.id/index.php/3/article/view/734/595
Diakses pada 13 Agustus 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/herbs-to-increase-breast-milk-supply-431855
Diakses pada 13 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/ss/slideshow-increase-milk-supply
Diakses pada 13 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait