5 Risiko yang Mungkin Muncul Jika Minum Jamu Pelancar Haid Saat Hamil


Beberapa wanita yang belum sadar dirinya telah hamil mungkin bisa tidak sengaja minum jamu telat datang bulan untuk mempercepat haidnya. Tidak sedikit pula wanita yang sengaja minum jamu pelancar haid saat hamil muda untuk menggugurkan kandungan. Hal ini berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda.

0,0
wanita minum jamu pelancar haid saat hamilminum jamu pelancar haid saat hamil muda berisiko menyebabkan keguguran, persalinan prematur, dan aritmia jantung
Jamu pelancar haid umumnya diminum meredakan nyeri PMS menjelang menstruasi. Namun pada beberapa kasus, jamu pelancar haid justru diminum saat hamil muda untuk menggugurkan kandungan.
Baik secara sengaja ataupun tidak, minum jamu pelancar haid saat hamil dapat berisiko membahayakan kesehatan Anda.

Apa yang terkandung dalam jamu pelancar haid?

jamu pelancar haid
jamu kunyit asam melancarkan haid dan meredakan nyeri PMS
Jamu pelancar haid yang dijual di pasaran umumnya terbuat dari rempah-rempah seperti kunyit, asam Jawa (tamarin), kencur, jahe, temulawak, dan kayu manis.Beberapa orang juga mungkin meracik jamu telat datang bulan versinya sendiri menggunakan daun pepaya, daun pegagan, nanas, dan lain sebagainya. Setiap bahan alami ini sudah banyak diklaim bermanfaat untuk membantu melancarkan haid dan meredakan nyeri PMS.Jamu kunyit asam, contohnya. Sebuah penelitian dari International Journal of Applied Engineering Research tahun 2020 menyebutkan, jamu kunyit asam yang dicampur dengan jahe sangat ampuh meredakan nyeri haid. Kunyit dan jahe memiliki efek antiradang sekaligus menurunkan kadar prostaglandin dalam tubuh. Prostaglandin itu sendiri adalah hormon yang terlibat dalam rasa sakit dan peradangan. Kadar prostaglandin yang meningkat menjelang haid dapat memicu kontraksi otot rahim sehingga memunculkan sensasi kram perut yang lebih parah.Oleh penelitian terbitan Universitas Harapan Bangsa tahun 2019 dan studi terbitan jurnal eCAM tahun 2016, kencur dan temulawak juga diamati sama-sama memiliki efek antiradang dan analgesik. Kedua efek tersebut dapat membantu meringankan rasa sakit akibat dismenore (nyeri haid).Tidak hanya manfaatnya untuk meredakan nyeri bulanan, berbagai rempah ini juga menyimpan begitu banyak keuntungan lain bagi kesehatan tubuh.Meski demikian, efek positifnya pada kehamilan secara umum belum dapat dipastikan. Oleh karena itu, ibu hamil sebetulnya tidak disarankan minum jamu.

Mengapa minum jamu pelancar haid saat hamil muda bisa berbahaya?

jamu gendong tidak diawasi BPOM
jamu gendong tidak diawasi BPOM
Resep, cara pengolahan, dan takaran kombinasi rempah untuk membuat jamu bisa berbeda antara satu orang dan lainnya. Begitu pula dengan cara pembuatan jamu komersil yang bisa berbeda antara satu pabrik dan pabrik lainnya.Kebanyakan jamu di Indonesia juga tidak melalui uji klinis BPOM untuk membuktikan keefektifan dan keamanannya.Dikarenakan tidak ada standar yang jelas, akan sulit untuk memastikan efek jamu pada kandungan dan kehamilan Anda tanpa mengetahui apa saja dan berapa banyak kandungan dari jamu tersebut.Oleh karena itu, minum jamu saat hamil sebenarnya tidak direkomendasikan oleh para dokter. Secara umum tidak ada jaminan pula bahwa minum jamu saat hamil benar-benar aman.

Risiko minum jamu pelancar haid saat hamil

jamu kunyit asam
jamu pelancar haid sering disalahgunakan untuk aborsi
Bagi wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur, rutin minum jamu pelancar haid sangat diandalkan untuk membuat tamu bulanan datang tepat waktu tiap bulan.Namun karena rutinitas ini juga, beberapa wanita yang tidak menyadari dirinya telah hamil bisa saja secara tidak sengaja minum jamu telat datang bulan untuk mempercepat haidnya.Pada beberapa kasus yang ekstrem pun, jamu pelancar haid dapat disalahgunakan untuk menggugurkan kandungan yang masih muda.Merangkum dari berbagai penelitian, berikut adalah berbagai risiko bahaya yang mungkin terjadi akibat minum jamu pelancar haid saat hamil:

1. Memicu keguguran

Konsumsi jamu saat hamil secara sembarangan, baik sengaja atau tidak, justru dicurigai membawa risiko yang lebih besar ketimbang manfaatnya.Kunyit, temulawak, dan kencur memiliki senyawa aktif yang disebut kurkumin. Studi dalam jurnal Nutrients tahun 2020 melaporkan, konsumsi kurkumin dalam dosis yang berlebihan efeknya justru berpotensi toksik bagi kandungan.Asupan kurkumin yang berlebihan ditunjukkan dapat mengganggu proses pembuahan dan menggagalkan proses implantasi (penempelan embrio pada dinding rahim). Pada beberapa kasus, embrio yang sudah menempel tidak berkembang secara normal.Bukti-bukti lainnya juga menunjukkan efek toksik dari kurmin dapat meningkatkan risiko kematian dini pada embrio. Hal ini dapat mengakibatkan keguguran. Keguguran tidak hanya membahayakan janin, tapi juga akan membahayakan ibu.

2. Menyebabkan berat janin rendah

Meskipun kurkumin umumnya dianggap aman, cukup banyak pula hasil penelitian yang menentang konsumsi kurkumin pada awal kehamilan.Sebab, melansir Healthline, kurkumin dapat memicu perubahan kadar hormon dan fungsi sel rahim yang membahayakan.Sebuah studi tahun 2010 yang dilakukan pada tikus menemukan bahwa asupan kurkumin selama masa awal kehamilan dikaitkan dengan penurunan berat janin.Hal ini menunjukkan bahwa kurkumin dapat memicu kematian sel dan memperlambat serta mengganggu perkembangan embrio.

3. Memicu persalinan prematur

Para peneliti sampai saat ini belum dapat memastikan risiko sebenarnya dari ibu hamil yang mengonsumsi kurkumin dalam jumlah besar. Namun, ada teori bahwa minum jamu pelancar haid saat hamil muda dalam dosis tinggi secara berlebihan dapat memicu persalinan dini.Pasalnya, curcumin bekerja meniru hormon estrogen dalam tubuh untuk merangsang kontraksi rahim.

4. Memicu aritmia jantung saat hamil

Beberapa ramuan jamu pelancar haid juga mungkin mengandung jahe. Secara umum, konsumsi jahe dalam batas yang wajar dapat membantu meredakan mual dan muntah saat hamil muda akibat morning sickness.Namun dalam dosis tinggi yang dikonsumsi secara berkelanjutan, jahe dikaitkan dengan penurunan tekanan darah dan gula darah.Konsumsi jahe secara berlebihan juga dianggap dapat menyebabkan dehidrasi, diare, sakit kepala, perut kembung (bergas) dan mulas, hingga kemunculan reaksi alergi. Pada wanita hamil, penelitian dari jurnal BMC Complementary and Alternative Medicine tahun 2017 menemukan bahwa konsumsi jahe dalam dosis tinggi dapat memicu aritmia jantung.Aritmia sangat berisiko karena dapat menyebabkan kematian mendadak pada janin.

5. Mengganggu fungsi ginjal dan hati

Rempah seperti kunyit, kencur, dan temulawak aman dikonsumsi sebagai makanan dalam jumlah yang normal.Namun dalam bentuk obat dan jamu, kandungan zat aktifnya bisa lebih terkonsentrasi sehingga dapat mengubah enzim hati, mengencerkan darah, dan mengubah fungsi ginjal.Kurkumin memiliki sifat antikoagulan (pengencer darah) dan antitrombotik (mencegah pembentukan gumpalan darah pada dinding pembuluh.Pada beberapa kasus, efek pengencer darah dari kurkumin dapat meningkatkan risiko perdarahan ginjal akut. Risiko ini terutama tinggi apabila ibu menderita penyakit hati saat hamil.Sifat pengencer darah dari kurkumin juga dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Ini karena kunyit menurunkan aktivitas sistem enzim yang disebut P450 3A4 atau CYP3A4 di hati.Selain itu, kunyit mengandung oksalat dan ini dapat meningkatkan risiko batu ginjal pada beberapa orang yang sensitif atau rentan terhadap penyakit tersebut.

Jadi, haruskah menghindari konsumsi rempah-rempah selama kehamilan?

Selama kehamilan, rempah-rempah seperti jahe, kunyit, temulawak, dan lainnya kemungkinan aman jika dikonsumsi dalam jumlah yang biasa ditemukan dalam makanan.Jadi, menambahkan rempah-rempah sebagai bumbu penyedap masakan tidak jadi masalah bagi ibu hamil. Kandungan kurkumin dalam rempah segar atau versi bumbu dapur (baik yang kering atau bubuk) tidak terlalu tinggi sehingga cepat dibuang oleh tubuh.Sebaliknya, ekstrak kurkumin dalam bentuk obat dalam bentuk suplemen atau jamu justru mengandung konsentrasi yang lebih tinggi dari seharusnya. Dosis kurkumin yang berlebihan akan sulit dibuang oleh tubuh dan kemungkinan berisiko memicu komplikasi pada kehamilan.Untuk tahu lebih lanjut soal keamanan minum jamu saat hamil dan efek jamu pelancar haid pada kandungan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya di App Store dan Google Play.
menjaga kehamilankesehatan kandungankehamilantrimester pertama kehamilanmasalah kehamilanjamu
International Journal of Applied Engineering Research. https://www.ripublication.com/ijaer20/ijaerv15n7_03.pdfdiakses 4 Oktober 2021Universitas Harapan Bangsa. https://www.atlantis-press.com/article/125933908.pdf diakses 4 Oktober 2021Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7603145/diakses 4 Oktober 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/turmeric-pregnancy#risks-in-pregnancydiakses 4 Oktober 2021 Healthline. https://www.healthline.com/health/high-blood-pressure/best-natural-blood-thinners#other-foodsdiakses 4 Oktober 2021 Parents. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/is-it-safe/is-turmeric-safe-during-pregnancy/diakses 4 Oktober 2021 BMC Complementary and Alternative Medicine. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/is-it-safe/is-turmeric-safe-during-pregnancy/diakses 4 Oktober 2021NHS. https://www.nhs.uk/conditions/anticoagulants/diakses 4 Oktober 2021Medicinenet. https://www.medicinenet.com/can_you_take_turmeric_if_you_take_blood_pressure_m/article.htmdiakses 4 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait