Sama-sama Obat Darah Tinggi, Ini Perbedaan Captopril dan Amlodipine

(0)
15 Jan 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Perbedaan captopril dan amlodipine cukup mendasar, yaitu pada cara kerjanyaPerbedaan captopril dan amlodipine terletak pada jenis golongan dan cara kerjanya
Dari sekian banyak obat untuk menurunkan tekanan darah, nama captopril dan amlodipine bisa dibilang termasuk yang populer. Tidak jarang, keduanya digunakan silih berganti. Meski fungsinya sama, ada perbedaan captopril dan amlodipine yang perlu Anda tahu. Sebab, tidak semua kondisi hipertensi bisa diobati dengan obat ini.

Perbedaan captopril dan amlodipine

Sama-sama obat hipertensi, captopril dan amlodipine punya perbedaan
Baik captopril maupun amlodipine sama-sama dapat menurunkan tekanan darah
Tidak jarang terjadi, apabila stok captopril tak tersedia, amlodipine digunakan sebagai penggantinya. Padahal, perbedaan captoprile dan amlodipine cukup signifikan karena menyangkut hal dasar, yaitu cara kerjanya. Berikut ini perbedaan kedua obat hipertensi ini.

1. Captopril

Perbedaan captopril dan amlodipine yang paling jelas adalah dari golongan obatnya. Beda golongan obat, maka berbeda juga cara kerjanya. Captopril adalah obat yang masuk ke dalam golongan ACE inhibitor. ACE adalah singkatan dari angiotensin converting enzyme. Angiostensin adalah zat kimia di tubuh yang bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah, terutama di ginjal. Namun, komponen ini sebenarnya bisa ditemukan di semua bagian tubuh.Penyempitan pembuluh darah, kemudian akan menyebabkan terjadinya kenaikan tekanan darah. ACE inhibitor adalah obat yang bekerja dengan mencegah produksi angiostensin di tubuh, sehingga pembuluh darah dapat kembali rileks dan melebar. Mekanisme inilah yang akan membuat tekanan darah turun.Captopril adalah obat resep. Sehingga, Anda tidak bisa mendapatkannya secara bebas di apotek. Obat ini tidak aman untuk dikonsumsi ibu hamil, karena berisiko menimbulkan cacat bahkan kematian pada janin, terutama jika dikonsumsi saat trimester kedua atau ketiga kehamilan.Obat ini juga tidak boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui, karena kandungannya bisa tercampur di air susu dan terminum oleh bayi.Selain untuk menurunkan darah tinggi, obat ini juga digunakan untuk mengatasi gagal jantung kongestif, penyakit ginjal yang disebabkan oleh diabetes, dan mempercepat pemulihan setelah terjadinya serangan jantung.

2. Amlodipine

Amlodipine adalah obat penurun tekanan darah yang masuk ke dalam golongan calcium channel blocker (CCB). Sesuai namanya, obat ini bekerja dengan cara mencegah masuknya kalsium ke sel otot polos yang terdapat di jantung dan pembuluh darah.Sebab, apabila ada kalsium yang masuk, pembuluh darah dan jantung akan bereaksi dengan cara berkontraksi lebih kuat dan kencang, tekanan darah pun meningkat. Dengan mencegah kalsium masuk, maka kenaikan tekanan darah tidak akan terjadi.Apabila kalsium sudah terlanjur masuk dan menyebabkan kontraksi di pembuluh darah dan jantung, obat CCB akan membantu pembuluh darah untuk lebih rileks dan terbuka, sehingga detak jantung dan tekanan darah akan menurun. Berbeda dari captopril, amlodipine bisa dikonsumsi oleh anak-anak berusia di atas enam tahun. Hingga saat ini, belum diketahui efek yang dapat ditimbulkan amlodipine apabila dikonsumsi oleh ibu hamil, maupun ibu menyusui. Sehingga, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini.Selain untuk menurunkan darah tinggi, amlodipine juga digunakan untuk mengatasi kondisi nyeri dada atau angina, serta gangguan yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner.

Hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsi obat darah tinggi

Minum obat darah tinggi harus mengikuti aturan dan anjuran dokter
Mengonsumsi captopril maupun amlodipine harus sesuai aturan
Meski jenis obat darah tinggi yang diberikan dokter dapat berbeda tiap orangnya, tapi ada aturan umum yang perlu Anda perhatikan saat mengonsumsinya, yaitu:
  • Ikuti aturan pakai yang diberikan oleh dokter maupun yang tertera pada kemasan secara benar. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa persetujuan dokter.
  • Apabila Anda juga mencoba melakukan pengobatan yang sifatnya alami atau alternatif, beritahukan dokter. Sebab, ada beberapa bahan yang mungkin berinteraksi dengan obat darah tinggi, yang sedang Anda konsumsi.
  • Selalu jaga komunikasi baik dengan dokter untuk mengetahui dan memberikan informasi yang diperlukan selama masa perawatan.
  • Jangan membeli sembarang obat, meski dijual bebas di apotek. Beberapa obat bebas, seperti obat batuk, bisa saja berinteraksi dengan obat hipertensi yang sedang dikonsumsi.
Setelah mengetahui lebih jauh mengenai perbedaan captopril dan amlodipine, Anda diharapkan tidak lagi menggunakannya secara sembarangan. Apabila Anda merasa bahwa kedua obat ini tidak memberikan efek yang diinginkan, segera hubungi dokter dan jangan menggantinya sendiri dengan obat lain.
hipertensitekanan darah tinggiobat bebas terbatas
Drugs. https://www.drugs.com/captopril.html
Diakses pada 14 Januari 2020
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/changes-you-can-make-to-manage-high-blood-pressure/what-you-should-know-about-high-blood-pressure-and-medications
Diakses pada 14 Januari 2020
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/changes-you-can-make-to-manage-high-blood-pressure/types-of-blood-pressure-medications#ACE
Diakses pada 14 Januari 2020
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/changes-you-can-make-to-manage-high-blood-pressure/types-of-blood-pressure-medications#calcium
Diakses pada 14 Januari 2020
Drugs. https://www.drugs.com/amlodipine.html
Diakses pada 14 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait