Serba-Serbi Beep Test atau Bleep Test untuk Mengukur Kebugaran Fisik Anda

(0)
28 Apr 2021|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pengertian beep test adalah metode untuk mengukur kebugaran kardiovaskulerBeep test dilakukan untuk mengukur kebugaran kardiovaskuler
Pernahkah Anda menjalani beep test sewaktu mengikuti pelajaran olahraga di bangku SMA? Pengertian beep test adalah sebuah metode untuk mengukur penyerapan maksimum oksigen dalam tubuh (VO2 max) dan kebugaran kardiovaskuler.Yang dimaksud kebugaran kardiovaskuler di sini mengacu pada seberapa baik jantung, paru-paru, dan berbagai organ tubuh lainnya dalam mengonsumsi, membawa, dan menggunakan oksigen selama Anda berolahraga.Di Indonesia sendiri, beep test sering dikenal dengan sebutan lain, yaitu bleep test. Di samping itu, beep test juga memiliki berbagai nama lain yang mungkin bisa membuat Anda bingung. Beberapa nama yang sering digunakan sebagai pengganti beep test adalah:
  • Bleep test
  • Progressive Aerobic Cardiovascular Endurance Run (PACER) test
  • Multi-Stage Fitness Test (MSFT)
  • 20 m Shuttle Run Test (20 m SRT).
Ada banyak klub dari berbagai cabang olahraga yang menggunakan bleep test sebagai cara menghitung VO2 max atau kebugaran kardiovaskuler atletnya.Tidak hanya itu, beep test sering digunakan oleh berbagai organisasi di luar olahraga untuk menguji ketahanan fisik calon-calon anggotanya, seperti kepolisian, militer, hingga pemadam kebakaran.

Cara melakukan bleep test atau beep test

Peraturan beep test cukup sederhana, yaitu Anda harus berlari dari ujung ke ujung yang berjarak 20 meter. Beep test perlu dilakukan di tempat yang rata, seperti lapangan olahraga atau fasilitas olahraga khusus.Bagi Anda yang menjadi instruktur tes ini, Anda perlu mempersiapkan audio khusus untuk beep test terlebih dahulu yang bisa diunduh di internet atau diputar lewat YouTube sebelum melakukan cara menghitung VO2 max dengan bleep test.Perlengkapan lainnya, seperti cone dan plester, juga diperlukan untuk menandakan jarak 20 meter. Jangan lupa untuk membawa kertas untuk mencatat hasil peserta yang mengikuti beep test.Khusus untuk peserta bleep test, Anda perlu memahami peraturannya dan mempersiapkan diri dengan melakukan pemanasan ringan untuk meminimalisir risiko cedera.Beep test diawali dengan dua suara "beep" atau suara yang menyatakan bahwa tes dimulai. Selanjutnya, Anda harus mencapai tanda yang berjarak 20 meter sebelum atau suara "beep" terdengar.Di saat atau sesudah suara "beep" yang sama (bukan sebelum), Anda perlu berlari ke arah sebaliknya menuju ke tanda awal, dan harus sampai sebelum atau saat bunyi "beep" selanjutnya terdengar. Jika peserta sudah mencapai tanda 20 meter sebelum suara "beep" terdengar, ia harus menunggu suara "beep" tersebut sebelum melanjutkan lari ke arah sebaliknya.Tingkat kesulitan atau level beep test akan terus berubah di setiap menitnya (per 1 menit). Perubahan ini ditandai dengan suara atau dua "beep" yang menandakan peningkatan kecepatan sekitar 0,5 km/h dan jarak di antara suara "beep" menjadi semakin dekat.Jika ada peserta bleep test yang gagal mencapai tanda 20 meter sebelum suara "beep", ia akan diberikan peringatan dan harus tetap berlari hingga mencapai tanda sekaligus memacu kecepatannya supaya tidak telat pada "beep selanjutnya.Jika peserta mengalami dua kali kegagalan secara berturut-turut, maka ia dianggap tereliminasi dari beep test dan tanda yang ia capai terakhir kali menjadi skor dari tes ini.

Cara mengetahui hasil beep test

Hasil beep test mengacu pada level atau jumlah tanda 20 meter yang ditempuh seorang peserta sebelum ia tereliminasi.Dilansir dari Topend Sports, berikut adalah patokan sederhana mengenai hasil beep test berdasarkan jenis kelamin untuk orang dewasa.
  • Laki-laki: >13 (sempurna), 11-13 (sangat baik), 9-11 (baik), 7-9 (sedang), 5-7 (buruk), <5 (sangat buruk)
  • Perempuan: >12 (sempurna), 10-12 (sangat baik), 8-10 (baik), 6-8 (sedang), 4-6 (buruk), <4 (sangat buruk).

Faktor-faktor yang dapat menentukan hasil beep test

Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi performa seseorang saat melakukan bleep test. Faktor-faktor tersebut meliputi:
  • Teknik, seperti efisiensi dalam berlari dan berputar
  • Kapasitas anaerobik
  • Kemampuan motorik dan kognitif (terutama pada anak-anak)
  • Motivasi dan dinamika sosial
  • Lingkungan (cuaca, ketinggian, dan sebagainya)
  • Perlengkapan olahraga dan permukaan lapangan
  • Tujuan dan konteks dari beep test
  • Seberapa familiar dengan beep test dan instruksinya.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kebugaran peserta bleep test. Tes ini tidak direkomendasikan jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu, cedera, atau tingkat kebugaran yang kurang baik.Apabila Anda tidak masuk dalam kategori tersebut, persiapkan diri Anda dengan baik sebelum menjalani bleep test untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
tips olahragalatihan fisik
Prime Motion Training. https://primemotiontraining.com.au/blog/what-is-the-beep-test/
Diakses pada 13 April 2021
Topend Sports. https://www.topendsports.com/testing/tests/20mshuttle.htm
Diakses pada 13 April 2021
Very Well Fit. https://www.verywellfit.com/cardiovascular-fitness-1230820
Diakses pada 13 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait