Sering Marah-Marah? Ini Penyebab Emosi Tidak Stabil yang Sering Muncul


Emosi tidak stabil bisa disebabkan karena depresi dan gangguan bipolar. Menjaga pola hidup sehat merupakan salah satu cara untuk mengatasinya.

(0)
05 Apr 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Salah satu penyebab emosi tidak stabil adalah faktor hormonal seperti saat sedang menstruasiPerempuan yang sedang menstruasi mengalami ketidakseimbangan hormon sehingga berpengaruh besar pada emosi
Perubahan mood yang mendadak mungkin bisa terjadi pada sebagian besar orang. Penyebab emosi tidak stabil ini bisa terjadi karena banyak faktor, bahkan kadang ada sebab yang tidak bisa dijelaskan. Bisa jadi, seseorang yang sering mengalami perubahan suasana hati biasanya memiliki masalah pada kesehatan mentalnya.Namun, tidak menutup kemungkinan juga hormon dalam tubuh Anda yang mendorong untuk terjadinya perubahan mood ini. Selain itu, ada faktor eksternal lain yang mendasari Anda mendadak stres hingga tidak bisa mengontrol emosi hingga akhirnya meledak.

Penyebab emosi tidak stabil yang biasa terjadi

Gangguan emosi tidak stabil bukan hanya sekadar sering meluapkan kemarahan pada sesuatu. Namun, bisa saja ada hal-hal yang sebenarnya bukan masalah besar, tapi sangat menjengkelkan untuk mereka yang memiliki emosi tidak stabil. Gangguan ini biasanya lebih intens dan meredakannya butuh waktu yang lama.Berikut penyebab seseorang memiliki emosi yang tidak stabil:

1. Mengidap penyakit tertentu

Perubahan suasana hati besar kemungkinan didasari oleh sebuah penyakit kronis atau cedera yang pernah dialami hingga memengaruhi kerja otak. Seseorang yang pernah mengalami gegar otak, stroke, hingga demensia mungkin akan mendapati dirinya mudah marah dan tersinggung. Selain itu, gangguan sklerosis, tiroid, dan penyakit Parkinson juga menjadi alasan mood seseorang mudah berubah.

2. Faktor hormonal

Hormon juga sangat berperan besar untuk mengubah mood seseorang. Perempuan yang sedang menstruasi maupun hamil sering mengalami ketidakseimbangan hormon sehingga berpengaruh besar pada emosi mereka. Selain itu, menopause juga sering dikaitkan dengan masalah ini.Sebenarnya, emosi yang meledak-ledak saat momen itu terjadi tidak terlalu masalah. Namun, perubahan yang sangat ekstrem perlu mendapatkan perhatian khusus. Jika Anda mengalami hal tersebut, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter.

3. Depresi

Orang yang depresi memiliki suasana hati yang “naik-turun”. Mereka bisa sangat mudah tersinggung dan mengeluarkan emosi yang bermacam-macam, mulai dari sedih, marah, hingga perasaan tidak berharga. Seseorang dengan depresi biasanya sulit menikmati aktivitas yang mereka senangi serta mengalami gangguan tidur di malam hari.Mereka pun akan kesulitan berkonsentrasi dalam melakukan sesuatu. Selain itu, depresi pun akan membuat Anda sulit mengambil keputusan. Lebih parahnya lagi, depresi yang tidak tertangani dengan baik akan membuat orang ingin bunuh diri.

4. Gangguan bipolar

Salah satu gejala yang muncul pada gangguan bipolar adalah perubahan suasana hati yang terjadi secara tiba-tiba. Baik bipolar I dan bipolar II memiliki periode mania atau hipomania yang bergantian dengan depresi. Mereka yang mengalami periode mania tersebut akan tampak gelisah dan mudah tersinggung.Perubahan mood pada seseorang dengan gangguan bipolar bisa memunculkan beberapa gejala. Mereka akan lebih aktif untuk melakukan hal yang baru. Namun, di satu sisi, juga mendadak tidak memiliki energi untuk melakukan apa pun.

5. Gangguan tidur

Gangguan tidur dapat menjadi penyebab emosi tidak stabil
Kurang tidur dapat menyebabkan emosi tidak stabil
Tidur punya peran besar dalam memengaruhi suasana hati. Mereka yang memiliki masalah atau kurang tidur berpotensi mengalami emosi yang tidak stabil dan masalah mental lainnya. Kurang tidur akan membuat Anda lebih sulit mengontrol emosi sehingga lebih mudah tersinggung dengan sesuatu yang sepele. Kadang, membiarkan tubuh untuk tidur lebih lama sedikit merupakan cara terbaik. Hal ini juga bisa menjaga suasana hati tetap baik.

6. Penyalahgunaan alkohol dan narkoba

Konsumsi minuman beralkohol dalam batas yang tidak normal dan penyalahgunaan obat-obatan juga akan membuat suasana hati mudah berubah. Bahaya menggunakan obat-obatan tertentu juga akan muncul saat orang tersebut mencoba untuk berhenti menggunakannya. Beberapa kasus menunjukkan, penyalahgunaan zat membuat seseorang bisa bertindak tidak rasional bahkan mencoba bunuh diri.

Langkah yang tepat untuk mengatasi emosi tidak stabil 

Suasana hati yang berubah-ubah bisa diatasi dengan berbagai cara. Anda disarankan untuk melakukan beberapa langkah untuk mengurangi emosi tidak stabil yang sudah mengganggu kehidupan sosial. Berikut cara mengatasi emosi tidak stabil:
  • Tidur yang cukup

Tidur merupakan cara terbaik untuk mengurangi kadar stres dan emosi tidak stabil. Jika sulit tidur di malam hari, cobalah untuk mematikan lampu dan membuat suhu ruangan lebih dingin. Pastikan Anda tidur 7-8 jam per hari.
  • Berolahraga

Mulailah berolahraga ringan dengan rutin untuk membiasakan diri dan terhindar dari cedera. Coba juga beberapa jenis olahraga yang membantu Anda menurunkan stres, seperti yoga dan tai chi.
  • Mengonsumsi makanan sehat

Diet sehat akan membuat mood Anda juga baik. Cobalah untuk disiplin dalam mengonsumsi makanan ini. Jangan ragu untuk bertanya pada ahli nutrisi tentang makanan yang dibutuhkan.
  • Melakukan meditasi

Cara mengatasi emosi tidak stabil adalah dengan meditasi
Lakukan meditasi untuk menenangkan diri
Yoga dan meditasi akan membantu Anda lebih tenang menghadapi hari. Anda bisa melakukan meditasi sendiri di rumah atau mengikuti kelas online dengan instruktur profesional.
  • Melakukan hobi

Anda disarankan untuk memiliki hobi yang membuat Anda senang melakukannya. Lebih baiknya lagi, hobi tersebut bisa menjadi tempat untuk mengekspresikan diri.
  • Ngobrol dengan orang terdekat

Carilah orang yang bisa diajak ngobrol dari hati ke hati. Anda bisa memilih pasangan, sahabat, atau keluarga. Coba luangkan waktu lebih lama dengan mereka untuk melakukan hal-hal kecil bersama.
  • Konsultasi dengan spesialis

Anda bisa langsung berkomunikasi dengan dokter spesialis untuk mengatasi masalah ini. Dokter akan memastikan Anda mendapatkan solusi yang tepat untuk masalah yang dialami.

Catatan dari SehatQ

Mengatasi emosi yang tidak stabil harus dimulai dari Anda sendiri. Mulailah dengan mengatur waktu tidur dan berolahraga teratur. Ada baiknya juga sisihkan waktu untuk berbicara dengan orang terdekat tentang banyak hal yang mengganggu emosi Anda.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar diet maupun nutrisi makanan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bipolardepresistresberpikir positif
Healthline https://www.healthline.com/health/rapid-mood-swings
Diakses pada 23 Maret 2021
Very Well Mind https://www.verywellmind.com/what-are-mood-swings-1067178
Diakses pada 23 Maret 2021
Very Well Mind https://www.verywellmind.com/reduce-your-emotional-instability-425375
Diakses pada 23 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait