Sering Takut untuk Bahagia? Boleh Jadi Itu Gejala Cherophobia


Cherophobia adalah ketakutan maupun keengganan yang tak rasional untuk merasa bahagia atau takut terhadap kebahagiaan. Orang dengan cherophobia takut bahwa kebahagiaan akan berujung pada kekecewaan dan kesedihan.

(0)
16 Nov 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cherophobia adalah ketakutan atau keengganan yang tak rasional untuk merasa bahagiaOrang yang mengalami cherophobia takut untuk bahagia
Dalam dunia yang rentan membuat kita sedih dan kecewa, rasanya wajar jika setiap orang mendambakan kebahagiaan. Namun ternyata, beberapa individu mengalami suatu fobia atau ketakutan terhadap kebahagiaan dan pemantik kebahagiaan. Kondisi ini disebut dengan cherophobia. Apa saja gejala cherophobia?

Apa itu cherophobia?

Cherophobia adalah ketakutan atau keengganan yang tak rasional untuk merasa bahagia atau takut terhadap kebahagiaan. Ya, sesuai dengan definisinya, orang yang mengalami cherophobia takut untuk terlibat dalam aktivitas yang dirujuk sebagai aktivitas yang menyenangkan maupun takut untuk bahagia.Cherophobia tidak dikategorikan sebagai gangguan jiwa dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Selain itu, walau terdengar unik, tak begitu banyak ahli yang mengkaji cherophobia dan penangannnya. Beberapa ahli memasukkan cherophobia sebagai bentuk gangguan kecemasan. Hanya saja, penting untuk diingat bahwa orang yang mengalami cherophobia tidak mesti memiliki kepribadian yang murung atau suka bersedih. Melainkan, individu bersangkutan cenderung ingin menghindari aktivitas yang berpotensi untuk memberinya suka cita dan kebahagiaan.Sebagai trivia, suku kata “chero” dalam kata cherophobia diambil dari bahasa Yunani yang artinya “to rejoice” atau “bersuka cita” – sehingga cukup jelas cherophobia memang memiliki arti sebagai fobia untuk bersuka cita. 

Ragam gejala cherophobia

Seperti yang disinggung di atas, orang yang mengalami cherophobia cenderung ingin menghindari aktivitas atau momen yang berpeluangnya membuat bahagia. Beberapa contoh gejala cherophobia, termasuk:
  • Merasakan kecemasan saat berpikir untuk pergi ke event sosial yang menyenangkan, seperti pesta, konser, atau acara serupa lainnya
  • Menolak suatu peluang yang ia yakini dapat membawa perubahan hidup yang positif karena takut akan terjadi sesuatu yang buruk sesudahnya
  • Menolak untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang dirujuk banyak orang sebagai kegiatan yang menyenangkan

Mengapa individu dengan cherophobia menolak “kebahagiaan”?

Ada beberapa kemungkinan alasan seseorang menghindari aktivitas yang berpeluang memberi rasa bahagia. Beberapa kemungkinan alasan tersebut, yaitu:
  • Menjadi bahagia dapat menjadi pertanda yang buruk akan menimpanya
  • Kebahagiaan dan suka cita membuat manusia menjadi orang yang berperilaku buruk 
  • Menunjukkan rasa senang dan bahagia tidak baik bagi diri sendiri atau orang lain
  • Berusaha untuk bahagia adalah kegiatan buang-buang waktu dan tenaga
Orang yang memiliki cherophobia cenderung takut dengan efek negatif yang mengintai setelah merasa bahagia. Efek negatif yang ia khawatirkan termasuk kekecewaan, kesedihan, dan rasa kesepian. Orang dengan cherophobia seringkali berasumsi bahwa kebahagiaan tidak bersifat stabil atau konstan. Asumsi ini membuat individu tersebut tidak ingin membenamkan diri mereka dalam rasa bahagia atau merasa bahwa mereka tidak pantas menerimanya.

Penanganan untuk cherophobia, adakah?

Seperti yang disinggung di atas, cherophobia belum banyak dikaji oleh para ahli sebagai gangguan yang berdiri sendiri. Dengan demikian, belum ada penanganan definitif untuk cherophobia maupun obat-obatannya. Apabila cherophobia sangat mengganggu kehidupan seseorang, penanganan berikut mungkin akan disarankan oleh praktisi ilmu kejiwaan:
  • Terapi perilaku kognitif. Terapi ini membantu seseorang memahami cara berpikirnya sekaligus menggali cara untuk membantu mengubah apa yang ia rasakan.
  • Strategi relaksasi, seperti dengan menerapkan teknik pernapasan dalam, menuliskan apa yang dirasakan dan dipikirkan, serta beraktivitas fisik
  • Paparan terhadap acara yang memantik rasa bahagia – untuk meyakinkan individu dengan cherophobia bahwa kebahagiaan bukanlah awal dari kesedihan
  • Hipnoterapi, yakni terapi yang memengaruhi alam bawah sadar seseorang
Tidak semua individu dengan cherophobia membutuhkan penanganan di atas. Beberapa orang mungkin malah bisa lebih nyaman untuk menghindari aktivitas pemantik suka cita alih-alih memaksakan diri. Hanya saja, apabila gejala cherophobia muncul akibat trauma di masa lalu, menangani rasa trauma tersebut mungkin diperlukan bagi beberapa orang.

Catatan dari SehatQ

Cherophobia adalah ketakutan atau keengganan yang tak rasional untuk merasa bahagia atau takut terhadap kebahagiaan. Kondisi ini tidak masuk dalam kategori resmi gangguan kejiwaan namun tetap bisa ditangani jika sudah sangat mengganggu hari-hari seseorang. Apabila masih memiliki pertanyaan terkait cherophobia, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ bisa tersedia di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan mental terpercaya. 
gangguan mentalgangguan kecemasanfobia
Happiness. https://www.happiness.com/en/magazine/science-psychology/the-fear-of-happiness-what-is-cherophobia
Diakses pada 3 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/cherophobia-causes-and-treatment
Diakses pada 3 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/depression/hypnotherapy
Diakses pada 3 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait