Apakah Sesak Napas Saat Hamil Berbahaya?

(0)
21 Jan 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sesak napas saat hamil dapat terjadi dalam waktu tertentuSesak napas kerap terjadi dalam kehamilan
Mengalami sesak napas saat hamil mungkin akan membuat Anda panik. Namun, kondisi ini sebetulnya sangat lumrah dialami oleh seluruh ibu hamil (bumil) di seluruh dunia, bahkan 60-70 persen bumil mengaku pernah mengalaminya sedikitnya satu kali selama masa kehamilannya.Sesak napas saat hamil bisa terjadi sejak awal kehamilan di trimester pertama, begitu pula di trimester kedua dan ketiga. Kemungkinan Anda mengalami sesak napas saat hamil akan meningkat jika Anda memiliki berat badan berlebih dan sedang mengandung janin kembar.Sebagian besar penyebab sesak napas saat hamil tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan melakukan hal-hal sederhana. Namun, ada beberapa sinyal yang harus Anda waspadai dan mengonsultasikan masalah sesak napas ini dengan dokter yang menangani Anda.

Penyebab sesak napas saat hamil yang tidak berbahaya

Banyak hal dapat menyebabkan sesak napas saat hamil, namun dokter belum tentu bisa menyimpulkan penyebab yang sesak napas yang Anda alami. Beberapa alasan Anda menderita sesak napas tersebut, di antaranya:
  • Bertambah besarnya kantong kehamilan

Kantong kehamilan akan bertambah besar seiring pertambahan usia kehamilan. Kantong tersebut akan menggelembung dan menekan paru-paru sehingga membuat Anda merasa kesulitan bernapas.Kondisi ini bahkan sudah mulai terasa di trimester pertama mengingat diafragma (pembatas antara perut dan jantung serta paru-paru) naik sekitar 4 centimeter di trimester pertama. Hal ini mengakibatkan Anda merasa tidak bisa bernapas dengan lega seperti sebelum hamil.
  • Meningkatnya hormon progesteron

Progesteron adalah hormon yang sangat penting dalam pertumbuhan janin sekaligus menstimulasi sistem pernapasan. Semakin tinggi kadar hormon progesteron di dalam tubuh, semakin cepat irama napas yang Anda alami sehingga tidak jarang Anda seperti merasa sesak napas.
  • Peningkatan beban kerja jantung

Selama masa kehamilan, jantung akan bekerja ekstra keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh sekaligus ke plasenta janin. Aktivitas jantung yang lebih keras dari biasanya tidak jarang menghadirkan rasa sesak napas pada ibu hamil, terutama di trimester kedua.
  • Posisi janin

Sebelum kepala bayi masuk panggul, tidak jarang kepalanya berada di dekat diafragma sehingga menekan lapisan tersebut dan membuat Anda kesulitan bernapas. Kondisi ini biasanya terjadi di trimester ketiga, tepatnya di pekan ke-31 hingga ke-34.
  • Ukuran janin yang besar

Di trimester ketiga, sesak napas saat hamil juga bisa disebabkan oleh ukuran janin yang besar. Janin yang besar akan lebih berpeluang menekan diafragma sehingga mengganggu jalan napas Anda.

Penyebab lain sesak napas saat hamil

Kadang kala, sesak napas pada ibu hamil bisa terjadi karena beberapa hal di luar kehamilan, misalnya:
  • Asma

Kehamilan akan membuat gejala asma semakin parah. Jika Anda menderita asma saat positif hamil, konsultasikan dengan dokter agar Anda bisa diberikan obat atau inhaler yang aman bagi Anda dan janin.
  • Peripartum cardiomyopathy

Ini adalah jenis gagal jantung yang dialami oleh ibu yang baru saja selesai menjalani proses persalinan. Selain sesak napas, tanda lain pada penderita peripartum cardiomyopathy ini adalah bengkak pada engkel, tekanan darah rendah, sering kelelahan, dan terjadi penyempitan pembuluh jantung.
  • Embolisme paru-paru

Kondisi ini terjadi ketika ada gumpalan darah yang menyumbat arteri paru-paru. Sesak napas saat hamil bukan satu-satunya gejala, namun Anda juga akan sering batuk dan timbul rasa sakit di dada.Bila sesak napas Anda diikuti dengan gejala di atas atau menjadi semakin parah, langsung konsultasikan dengan dokter untuk mencari solusi terbaik.

Langkah sederhana untuk meringankan sesak napas saat hamil

Sesak napas saat hamil akan berkurang ketika janin Anda sudah mulai masuk panggul sehingga ia tidak lagi terlalu menekan diafragma. Sambil menunggu saat tersebut tiba, ada beberapa hal sederhana yang dapat Anda lakukan, yaitu:
  • Jaga postur Anda agar tetap tegak ketika berdiri atau duduk karena membungkuk justru akan mempersempit ruang paru-paru dalam memperoleh oksigen.
  • Saat tidur, gunakan bantal yang agak tinggi sehingga mengurangi tekanan rahim pada paru-paru.
  • Perbanyak beristirahat dan jangan memaksakan diri untuk melakukan aktivitas yang menguras tenaga selama hamil, misalnya berolahraga, membersihkan rumah, atau bahkan hanya jalan-jalan di mall.
Sebaiknya hindari melakukan tindakan alternatif, seperti pijat atau urut, selama masa kehamilan agar sesak napas Anda tidak berujung pada komplikasi yang lebih serius.
masalah kehamilansesak napas
Baby Center UK. https://www.babycentre.co.uk/a219/breathlessness-in-pregnancy
Diakses pada 20 Januari 2020
Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/decision_guide/shortness-of-breath-in-pregnancy
Diakses pada 20 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322316.php
Diakses pada 20 Januari 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/breathing.html
Diakses pada 20 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait