Si Kecil Demam, Bagaimana Mengenali Suhu Panas Anak yang Berbahaya?


Demam merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan penyakit atau infeksi. Hal ini normal. Namun sebagai orangtua Anda perlu tahu kapan suhu panas anak yang dianggap berbahaya.

(0)
02 Jan 2021|Azelia Trifiana
Suhu panas anak yang berbahaya tergantung dari usia bayiSuhu panas anak yang berbahaya salah satu cirinya adalah demam tinggi dalam jangka waktu lama
Meski bukan penyakit, bayi demam bisa saja membuat orangtua merasa panik. Oleh sebab itu, harus diketahui cara mengenali suhu panas anak yang berbahaya dan langkah apa yang perlu dilakukan. Hal terpenting adalah memastikan anak tidak mengalami dehidrasi.Demam merupakan gejala atau tanda bahwa tubuh sedang melawan penyakit atau infeksi. Lewat naiknya suhu, sistem pertahanan tubuh bekerja dengan mengirimkan sel darah putih untuk melawan penyebab infeksi.

Bagaimana mengenali suhu panas anak yang berbahaya?

Anak demam
Tidak semua demam harus langsung diatasi dengan minum obat penurun panas. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika si kecil demam adalah:
  • Berapa suhu yang diukur termometer, apakah di atas 38 derajat Celsius?
  • Apakah anak menjadi lesu?
  • Apakah anak lebih mudah lapar dan haus?
  • Apakah anak menjadi lebih rewel?
  • Apakah anak merasa tidak nyaman?
  • Apakah anak mengalami kejang?
Mengukur suhu tubuh bayi harus dilakukan dengan termometer, bukan hanya menyentuh bagian tubuhnya dengan tangan. Dengan demikian, akan jauh lebih akurat berapa suhu tubuh mereka dari waktu ke waktu.Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), suhu tubuh normal anak adalah berkisar antara 36,5 - 370C. Adapun suhu panas anak yang berbahaya adalah di atas 400C.Demam pada anak bisa menjadi tanda adanya infeksi, namun tidak semua demam diakibatkan oleh kondisi tersebut. Bayi bisa demam karena faktor normal lain seperti memakai baju terlalu tebal hingga sehabis imunisasi. Selain beberapa indikator di atas, berikut ciri-ciri demam yang berbahaya pada bayi yang perlu orangtua waspadai:

1. Usia bayi kurang dari 3 bulan

Pada bayi baru lahir hingga usianya 3 bulan, naiknya suhu tubuh juga bisa menandakan terjadinya penyakit serius. Segera hubungi dokter spesialis anak apabila ini terjadi.Selain itu, bayi berusia di bawah 3 bulan umumnya belum bisa memberi tahu bagian tubuh mana yang terasa sakit. Ketimbang menebak-nebak, ada baiknya berdiskusi langsung dengan ahlinya.Anak usia 3-36 bulan yang demam lebih dari 3 hari atau panas tinggi hingga lebih dari 390C juga segera perlu bantuan dokter. Sedangkan suhu panas anak yang berbahaya untuk semua umur adalah >400C.

2. Durasi demam

Apabila demam berlangsung lebih dari 5 hari, konsultasikan pula pada dokter. Bisa jadi, ada pemicu lain yang menyebabkan si kecil mengalami demam. Selain itu, anak semua usia yang demam lebih dari 7 hari meskipun panas hanya berlangsung beberapa jam saja, tetap membutuhkan pertolongan dokter.

3. Suhu tubuh

Perhatikan apabila bayi demam tinggi dengan suhu tubuh lebih tinggi dari 40 derajat Celsius. Terlebih, jika suhu ini tidak juga turun setelah diberi obat penurun panas sesuai dosis.

4. Aktivitas bayi

Jika bayi enggan makan, minum, menyusu, atau tampak lesu dan enggan bergerak, segera bawa ke dokter. Perhatikan apakah anak tetap buang air kecil dengan frekuensi seperti biasa. Apabila bayi tidak buang air kecil hingga 8-12 jam, bisa jadi tanda mengalami dehidrasi.

5. Demam setelah imunisasi

Wajar jika bayi mengalami demam setelah imunisasi, namun idealnya tidak berlangsung lebih dari 48 jam atau 2 hari. Suhu panas anak yang berbahaya pasca imunisasi adalah apabila bayi panas tinggi terus menerus dan bertahan lebih lama dari 48 jam.

6. Muncul lebam

Apabila demam disertai dengan munculnya ruam berwarna gelap seperti lebam, bisa menjadi indikasi infeksi serius. Lebam yang berbahaya tidak berubah menjadi lebih terang atau pucat meski ditekan. Namun, bedakan ruam ini dengan ruam kemerahan yang biasa muncul ketika anak demam atau menderita virus tertentu seperti cacar air.

7. Kesakitan menggerakkan anggota tubuh

Perhatikan, apakah anak mengalami kesulitan menggerakkan bagian tubuh atau merasakan nyeri luar biasa? Contohnya seperti rasa nyeri di leher. Selain itu, lihat pula apakah anak mengalami kesulitan bernapas atau terkesan lebih berat?Selain beberapa indikator di atas, ikuti pula insting orangtua. Apabila anak terlihat sangat tidak nyaman, tak ada salahnya mendiskusikannya dengan ahlinya.

Cara mengatasi anak bayi yang panas tinggi

Tak perlu panik bila anak demam
Si kecil demam tidak selalu harus disikapi dengan panik. Temperatur tubuh tiap anak berbeda, bergantung pula pada banyak faktor. Contohnya seperti usia, level aktivitas, dan lainnya.Beberapa hal yang membuat demam tak perlu terlalu dirisaukan adalah:
  • Demam yang berlangsung kurang dari 5 hari dan aktivitas anak tetap normal
  • Anak tetap bermain dan makan/minum seperti biasa
  • Demam ringan setelah mendapatkan imunisasi hingga 48 jam berikutnya
Selama demam yang dialami tidak membuat anak tampak lesu, tak perlu risau berlebihan. Tak ada salahnya memberikan obat penurun panas seperti Acetaminophen dan Ibuprofen untuk membuat si kecil merasa lebih nyaman dan bisa beristirahat.Ketika anak lebih rewel dan enggan makan, tak perlu dipaksakan. Hanya saja, pastikan faktor krusial yaitu minum air terpenuhi agar tidak menyebabkan dehidrasi.

Catatan dari SehatQ

Sekali lagi, demam bukanlah penyakit. Justru, ini adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan virus atau bakteri. Bantu si kecil agar bisa nyaman beristirahat dan rawat mereka sebaik mungkin.Untuk berdiskusi lebih lanjut kapan suhu panas anak yang berbahaya perlu mendapat penanganan darurat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi & menyusuiibu dan anakdemam
Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=fever-in-children-90-P02512
Diakses pada 18 Desember 2020
Health Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/kids-fevers-when-to-worry-when-to-relax/
Diakses pada 18 Desember 2020
Health Harvard. https://www.health.harvard.edu/blog/worry-childs-fever-2017072512157
Diakses pada 18 Desember 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/demam-kapan-harus-ke-dokter Diakses pada 12 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait