Mengenal Apa Itu Sighing dan Masalah Kesehatan Mental yang Mendasarinya


Terlalu sering menghela napas atau sighing dapat menjadi tanda Anda mengalami stres, depresi, hingga gangguan kecemasan. Selain itu, kondisi ini juga bisa dipicu oleh penyakit pernapasan seperti asma dan PPOK.

0,0
Terlalu sering menghela napas atau sighing dapat menjadi tanda Anda mengalami stres, depresi, hingga gangguan kecemasanMenghela napas atau sighing adalah hal yang wajar saat seseorang merasa kelelahan
Menghela napas atau sighing adalah hal yang wajar dilakukan ketika seseorang merasa lelah. Bagi beberapa orang, tindakan ini dapat membantu menenangkan pikiran dan membuat tubuh menjadi lebih rileks.
Namun, jika sighing dilakukan terlalu sering, maka Anda perlu mewaspadainya. Terlalu sering menghela napas bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan mental tertentu di dalam diri.

Penyebab sighing atau menghela napas terlalu sering 

Terlalu sering menghela napas bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang tidak baik-baik saja. Ada berbagai macam kondisi yang dapat menjadi pemicunya, mulai dari masalah kesehatan mental hingga gejala penyakit pernapasan tertentu.Berikut ini beberapa kondisi yang berpotensi menjadi penyebab sighing terlalu sering:

1. Stres

Stres tak cuma memengaruhi kondisi psikologis seseorang, tapi juga fisiknya. Ketika stres, beberapa gejala fisik mulai dari peningkatan detak jantung, berkeringat, hingga gangguan pencernaan mungkin akan dirasakan.Selain itu, pernapasan Anda mungkin juga akan terganggu saat stres. Stres dapat membuat penderitanya mengalami sesak napas, yang diikuti dengan aktivitas menghela napas terlalu sering.

2. Gangguan kecemasan

Menurut penelitian yang dirilis dalam Cell Press Journal, sighing terlalu sering dapat menjadi tanda dari gangguan kecemasan tertentu. Beberapa kondisi yang berpotensi jadi pemicunya meliputi gangguan panik, gangguan stres pasca trauma (PTSD), dan fobia.Sementara itu, sebuah studi berjudul “Sigh syndrome: is it a sign of trouble? juga mendapati hal serupa. Studi tersebut menyebutkan, 32,5% peserta yang terlalu sering menghela napas pernah mengalami peristiwa traumatis sebelumnya, sedangkan 25% peserta lain menderita gangguan kecemasan atau masalah kesehatan mental tertentu.

3. Depresi

Depresi dapat memicu sejumlah gejala fisik pada penderitanya. Salah satu gejala fisik yang mungkin muncul ketika Anda mengalami depresi adalah sighing atau menghela napas terlalu sering. Dalam sebuah studi berjudul “Naturalistically Observed Sighing and Depression in Rheumatoid Arthritis Patients: A Preliminary Study”, peneliti memakai alat perekam kecil untuk mengevaluasi helaan napas pada 13 peserta penderita rheumatoid arthritis. Hasilnya, para peneliti mendapati  bahwa peningkatan frekuensi helaan napas berkaitan dengan tingkat depresi mereka.

4. Penyakit pernapasan

Selain dipicu gangguan psikologis atau masalah kesehatan mental tertentu, sejumlah penyakit pernapasan juga dapat menjadi penyebab menghela napas terlalu sering. Beberapa penyakit pernapasan yang berpotensi menjadi pemicunya antara lain asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).Selain peningkatan frekuensi helaan napas, beberapa gejala lain mungkin juga akan dirasakan penderita penyakit pernapasan. Salah satu kondisi yang cukup sering terjadi yaitu hiperventilasi atau perasaan seperti Anda perlu menghirup lebih banyak udara.

Kondisi yang mengharuskan konsultasi ke dokter

Terlalu sering menghela napas merupakan kondisi yang perlu segera ditangani. Jika dibiarkan begitu saja, kondisi Anda bisa bertambah parah. Segera berkonsultasi ke dokter apabila Anda mengalami kondisi-kondisi seperti:
  • Sesak napas yang parah dan tidak sesuai dengan usia maupun tingkat aktivitas Anda
  • Kesulitan dalam mengelola dan mengatasi stres
  • Peningkatan frekuensi sighing diikuti dengan gejala kecemasan seperti perasaan gugup, sulit berkonsentrasi, hingga kesulitan untuk mengendalikan kekhawatiran
  • Merasakan gejala depresi mulai dari munculnya perasaan sedih dan putus secara terus menerus, rendahnya tingkat energi, hingga kehilangan minat pada hal-hal yang disukai sebelumnya
  • Kecemasan dan depresi yang dirasakan mulai mengganggu sekolah, pekerjaan, serta hubungan Anda dengan orang lain
  • Munculnya keinginan untuk mengakhiri hidup atau bunuh diri

Catatan dari SehatQ

Menghela napas atau sighing adalah tindakan yang wajar dilakukan ketika seseorang merasa lelah karena dapat membantu menenangkan pikiran dan membuat tubuh menjadi terasa lebih rileks. Namun, jika Anda melakukannya terlalu sering dan terus berlangsung dalam waktu yang lama, kondisi tersebut perlu diwaspadai.Terlalu sering menghela napas dapat menjadi tanda Anda mengalami stres, depresi, hingga gangguan kecemasan. Selain itu, kondisi ini juga bisa dipicu oleh penyakit pernapasan seperti asma dan PPOK.Jika peningkatan frekuensi sighing diikuti dengan gejala masalah kesehatan mental tertentu, segera berkonsultasi dengan dokter. Langkah ini penting dilakukan untuk mencegah kondisi Anda bertambah parah.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
mengatasi depresistresgangguan pernapasan
Healthline. https://www.healthline.com/health/sighing
Diakses pada 14 Agustus 2021
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/i-sigh-a-lot-what-does-that-mean/
Diakses pada 14 Agustus 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3059549/
Diakses pada 14 Agustus 2021
NIH. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18171560/
Diakses pada 14 Agustus 2021
Cell Press Journals. https://doi.org/10.1016/j.cub.2016.09.006
Diakses pada 14 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait