Stimulasi Puting Bisa Membantu Menginduksi Persalinan, Ini Caranya

(0)
24 Feb 2021|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Stimulasi puting harus dilakukan sesuai izin dokter kandunganKonsultasikan terlebih dahulu ke dokter kandungan sebelum melakukan stimulasi puting
Saat kehamilan berlangsung melewati Hari Perkiraan Lahir (HPL), tidak sedikit ibu hamil yang merasa gundah gulana. Padahal jika kehamilan belum lama melewati HPL, kondisi ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Daripada tenggelam dalam kecemasan, lebih baik Anda mencoba beberapa cara yang dapat membantu menstimulasi persalinan. Salah satunya adalah stimulasi puting.Manfaat stimulasi puting bahkan telah dibuktikan oleh sejumlah penelitian. Meski demikian, metode ini tidak memberikan hasil yang instan dan memerlukan waktu. Anda juga sebaiknya meminta izin kepada dokter kandungan terlebih dahulu sebelum mencobanya.Oleh karena itu, simak artikel berikut untuk memahami bagaimana metode stimulasi puting dapat membantu persalinan dan cara melakukannya.

Cara melakukan stimulasi puting

Sebelum melakukan stimulasi puting, sebaiknya Anda meminta izin dari dokter kandungan terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya bagi kehamilan. Metode ini umumnya aman bagi Anda yang menjalani kehamilan dengan risiko rendah dan sudah cukup bulan.Setelah diizinkan dokter, Anda punya beberapa opsi yang bisa dilakukan, yaitu Anda yang melakukan stimulasi puting sendiri atau pasangan Anda (secara oral atau sentuhan). Jika Anda memiliki bayi yang masih disusui, Anda juga bisa melakukan stimulasi puting dengan menyusuinya atau menggunakan pompa ASI.Jika Anda atau pasangan yang melakukan stimulasi puting, jepitlah puting dengan jari dan putar secara perlahan nan lembut. Anda atau pasangan juga bisa memijat bagian areola (bagian yang lebih gelap di sekitar puting). Area ini memiliki ujung saraf yang memicu keluarnya ASI ketika bayi menyusui.Fokuskan stimulasi puting ini pada satu payudara terlebih dahulu untuk mencegah stimulasi berlebihan, kemudian Anda bisa beralih ke payudara lainnya setelah 15 menit. Anda dapat melakukan stimulasi ini selama satu jam dan mengulanginya sebanyak tiga kali dalam sehariMetode stimulasi puting juga dapat dilakukan saat proses persalinan untuk mengurangi durasinya. Namun, stimulasi ini membuat kontraksi yang terjadi terasa lebih kuat sehingga sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu.

Pengaruh stimulasi puting terhadap persalinan

Stimulasi puting memicu keluarnya hormon bernama oksitosin. Hormon ini memiliki andil besar dalam kontraksi rahim sepanjang proses persalinan dan setelahnya, yakni dengan memulai kontraksi awal dan mempertahankannya.Setelah persalinan, hormon oksitosin juga masih bekerja dengan menstimulasi kontraksi lanjutan yang dibutuhkan rahim sehingga bisa kembali ke ukuran dan bentuk normalnya. Bahkan, bentuk sintetis dari hormon oksitosin yang dikenal sebagai Pitocin merupakan obat yang sering digunakan untuk menginduksi persalinan.Metode stimulasi puting juga telah dibuktikan oleh beberapa studi. Sebuah studi di tahun 2015 melaporkan, stimulasi puting yang dilakukan saat persalinan normal menyebabkan fase kelahiran yang lebih pendek.Wanita yang melakukan stimulasi puting menjalani fase pertama kelahiran dengan rata-rata durasi 3,8 jam, sementara yang tidak melakukan stimulasi ini harus menjalani fase pertama dengan rata-rata durasi 6,8 jam.Studi lainnya di tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal PLos ONE, melibatkan 16 ibu hamil dengan risiko rendah yang rata-rata usia kehamilannya 38-40 minggu. Para ibu hamil diminta untuk melakukan stimulasi puting selama satu jam setiap harinya dan dilakukan dalam tiga hari.Hasilnya, kadar hormon oksitosin seluruh peserta penelitian meningkat secara signifikan pada hari ketiga. Dari 16 peserta, enam di antaranya bahkan melahirkan dalam waktu tiga hari setelah memulai stimulasi puting.Berkat hasil ini, peneliti menyimpulkan bahwa metode stimulasi puting menunjukkan kelayakan yang baik dalam segi kepraktisan dan penerimaan di kalangan ibu hamil, sebagai cara aman dan alami untuk menginduksi persalinan.

Metode induksi persalinan lainnya

Seks saat hamil
Seks dianggap bisa memicu kontraksi
Selain melakukan stimulasi puting, berikut adalah beberapa cara lain yang dapat membantu menginduksi persalinan secara alami.

1. Olahraga

Olahraga ringan seperti jalan kaki dianggap dapat membantu mendorong persalinan. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan efektivitasnya.

2. Berhubungan seks

Sama dengan stimulasi puting, seks dianggap bisa menginduksi persalinan dengan memicu kontraksi. Akan tetapi, metode ini belum terbukti secara ilmiah.

3. Buah nanas

Buah nanas mengandung enzim bromelain yang membantu melunakkan serviks (leher rahim) dan menstimulasi persalinan. Namun, lagi-lagi metode ini belum memiliki bukti ilmiah.

4. Minyak jarak

Mengonsumsi minyak jarak dipercaya bisa menstimulasi kontraksi rahim. Namun, faktanya minyak ini bersifat laksatif dan malah bisa menyebabkan sakit perut dan diare ketimbang memicu persalinan.

5. Herbal

Beberapa jenis herbal, seperti minyak primrose dan teh daun raspberry, dianggap bisa menstimulasi persalinan. Namun, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter dulu sebelum mencobanya untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.Sekali lagi, konsultasikan metode stimulasi puting atau induksi alami lainnya dengan dokter kandungan Anda terlebih dahulu. Jika Anda melakukannya tanpa persetujuan dokter, dikhawatirkan akan terjadi masalah-masalah yang malah bisa membahayakan kehamilan dan diri Anda.Jika Anda punya pertanyaan seputar induksi persalinan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
persalinanmelahirkan normal
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322326#other-techniques
Diakses pada 10 Februari 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/nipple-stimulation-for-natural-labor-induction-2758957
Diakses pada 10 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait