Pahami Cara Resusitasi Jantung Paru (CPR) Saat Darurat untuk Pemula

(0)
02 Jan 2020|Anita Djie
Teknik resusitasi jantung paru CPR untuk orang AwamTeknik resusitasi jantung paru oleh orang awam dianjurkan dilakukan hanya dengan tangan
Kenal dengan istilah CPR? CPR atau resusitasi jantung paru biasanya dilakukan sebagai pertolongan pertama saat seseorang tidak bisa bernapas dan tidak sadarkan diri. Anda mungkin sering menjumpainya di film-film aksi yang tayang di televisi ataupun bioskop.Menurut ahli, CPR dilakukan untuk mengembalikan fungsi peredaran darah di jantung dan otak secara manual. Mengetahui cara resusitasi jantung paru akan sangat membantu untuk menolong orang-orang di sekitar Anda. Bingung caranya? Simak artikel ini untuk mengetahui metode resusitasi jantung paru.

Bagaimana cara melakukan resusitasi jantung paru?

Pada dasarnya, hanya orang-orang yang sudah dilatih teknik resusitasi jantung paru saja yang disarankan untuk melakukannya. Namun orang awam yang ingin melakukan CPR darurat hanya disarankan untuk melakukannya dengan tangan.Oleh karenanya, metode resusitasi jantung paru di bawah ini hanya menggunakan tangan dan tidak sampai melakukannya bantuan napas dengan mulut.
  • Periksa keadaan korban dan sekitarnya

Hal paling utama yang perlu dilakukan sebelum memberikan resusitasi jantung paru adalah memeriksa keadaan dan daerah sekitar korban. Pastikan bahwa Anda bisa menjangkau dan menyelamatkan korban.Setelahnya, cek apakah korban sadarkan diri atau tidak dengan cara menggoyangkan bahunya dan bertanya apakah korban tidak apa-apa. Bila korban adalah bayi, coba tepuk bagian kakinya dan lihatlah apakah bayi memberikan reaksi tertentu.Bila korban tidak sadarkan diri, segera hubungi nomor gawat darurat 112. Jika korban berusia satu sampai delapan tahun, berikan resusitasi jantung paru terlebih dahulu selama dua menit sebelum menelpon nomor gawat darurat.Saat Anda menelpon nomor gawat darurat, tim medis juga akan mengarahkan Anda untuk melakukan CPR darurat yang aman bagi orang awam.
  • Posisikan tangan

Posisi tangan untuk resusitasi jantung paru berbeda pada tiap orangnya. Pada orang dewasa, kepalkan salah satu tangan, kemudian letakkan tangan Anda yang bebas di atasnya. Setelah itu letakkan tangan yang paling bawah (bagian keras dekat pergelangan) di tengah dada, yaitu antara payudara korban. Jika korban adalah anak berusia satu sampai delapan tahun, gunakan satu tangan saja dan letakkan tangan tersebut di tengah dada antara payudara korban. Pastikan siku Anda dalam posisi lurus.Sementara pada bayi, gunakan dua jari dan taruh kedua jari sedikit di bawah daerah antara payudara bayi.
  • Berikan tekanan

Selanjutnya, Anda akan memberikan tekanan kepada korban untuk memulai resusitasi jantung paru. Pada orang dewasa, lakukan sebanyak 100 sampai 120 tekanan per menitnya dan biarkan dada korban bergoyang di antara tekanan. Usahakan jarak antar tekanan teratur. Lakukan ini pada permukaan yang datar dan cukup keras. Gunakan berat bagian tubuh Anda (bukan hanya lengan) saat menekan lurus ke dada korban.Untuk anak berusia satu sampai delapan tahun, tekan lurus ke bawah sekitar lima sentimeter dengan memberikan 100 sampai 120 tekanan per menitnya dan biarkan dada korban bergoyang di antara tekanan yang diberikan.Sementara itu, untuk bayi, tekan lurus ke bawah sekitar 3 sampai empat sentimeter dengan pemberian tekanan sebanyak 100 sampai 120 tekanan per menit. Jangan lupa untuk membiarkan dada korban bergoyang di antara tekanan yang diberikan.Tetap ulangi tekanan yang diberikan sampai korban bisa bernapas atau ambulans telah tiba. Jika korban sadar, baringkan korban di sisi tubuhnya sampai bantuan datang.

Kapan resusitasi jantung paru dilakukan?

Anda perlu melakukan resusitasi jantung paru ketika terdapat orang dewasa yang tidak bernapas sama sekali atau terdapat anak atau bayi yang tidak dapat bernapas secara normal. Anda wajib melakukan resusitasi jantung apabila korban tidak memberikan respon saat dipanggil atau ditepuk.Korban yang memerlukan resusitasi jantung paru jika:
  • Hampir tenggelam
  • Tersedak
  • Mengalami serangan jantung
  • Kecelakaan mobil
  • Menghirup asap terlalu banyak
  • Tercekik
  • Keracunan
  • Bayi berpotensi mengalami sindrom kematian bayi secara mendadak
  • Keracunan narkotika atau alkohol
Selalu pastikan bahwa korban tidak sadarkan diri sebelum melakukan resusitasi jantung paru dan hubungi nomor gawat darurat 112.
hidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/first-aid/cpr
Diakses pada 2 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324712.php#cpr-step-by-step
Diakses pada 2 Januari 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/first-aid/cpr/
Diakses pada 19 Juni 2020
CPR Heart. r
Diakses pada 19 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait