Tipe Diabetes dan Langkah Penanganan yang Tepat untuk Masing-Masing Jenisnya


Ada empat tipe diabetes, di antaranya tipe 1, tipe 2, tipe 3, dan gestasional. Tiap jenisnya memerlukan penanganan yang berbeda, sehingga penting untuk memahami pengobatan yang tepat untuk mengurangi risiko komplikasi.

(0)
Setiap tipe diabetes memerlukan penanganan yang berbedaKebanyakan orang hanya mengetahui diabetes tipe 1 dan 2 saja
Diabetes adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup ditakuti oleh banyak orang. Kondisi ini terjadi saat tubuh hanya mampu memproduksi sedikit insulin, atau bahkan tidak sama sekali, sehingga memicu kenaikan kadar gula dalam darah secara drastis. Insulin berfungsi untuk memasukkan gula dari darah ke dalam sel. Ada beberapa tipe diabetes yang perlu Anda ketahui.Jika dibiarkan begitu saja, diabetes bisa meningkatkan risiko komplikasi penyakit dalam tubuh. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memahami masing-masing jenis diabetes supaya dapat mengambil langkah penanganan yang tepat.

Apa saja tipe diabetes?

Selama ini, kebanyakan orang hanya mengetahui diabetes tipe 1 dan 2 saja. Faktanya, ada berbagai macam jenis diabetes yang bisa menyerang tubuh. Tiap-tiap penyakit diabetes ini memerlukan langkah penanganan yang berbeda. Berikut ini jenis-jenis diabetes serta cara mengatasinya dengan benar:

1. Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 diyakini terjadi sebagai kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh Anda menyerang dan menghancurkan sel beta di pankreas. Peran dari sel beta adalah memproduksi insulin, yang berguna untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Meski begitu, belum diketahui secara pasti faktor apa yang mendorong sistem imun menyerang sel beta. Kondisi ini diduga terjadi karena faktor genetik atau lingkungan, dan tak berhubungan dengan gaya hidup seseorang.Penderita diabetes tipe 1 diharuskan untuk melakukan suntik insulin seumur hidupnya karena kerusakan pada pankreas yang dialami bersifat permanen. Dosis untuk setiap suntikan insulin harus sesuai dengan anjuran dokter. Selain suntikan insulin, Anda mungkin juga memerlukan obat untuk mengontrol kolesterol, tekanan darah, dan komplikasi lainnya.

2. Diabetes tipe 2

Penyakit ini terjadi ketika tubuh Anda mengalami resistensi insulin. Resistensi insulin sendiri merupakan kondisi yang terjadi saat sel tubuh kesulitan merespons hormon insulin. Hasilnya, kadar gula darah dalam tubuh pun kemudian menjadi tidak terkontrol.Penyebab diabetes tipe 2 belum diketahui secara pasti. Namun, faktor-faktor seperti genetik, kurang olahraga, kelebihan berat badan, dan lingkungan ikut berkontribusi memicu munculnya penyakit ini dalam tubuh Anda.Berbagai macam perawatan dapat diterapkan untuk mengontrol kadar gula darah penderita jenis diabetes melitus ini. Sejumlah tindakan yang bisa dilakukan, antara lain:
  • Berolahraga secara rutin untuk menurunkan berat badan 
  • Menerapkan pola makan sehat dengan tidak mengonsumsi gula secara berlebihan
  • Mengonsumsi obat pengontrol gula darah untuk mengoptimalkan respons sel tubuh terhadap insulin

3. Diabetes tipe 3

Menurut beberapa penelitian, diabetes tipe 3 mengarah pada penyakit Alzheimer. Namun, ada juga yang menggambarkan bahwa diabetes tipe 3 adalah sebutan bagi orang yang menderita penyakit Alzheimer dan diabetes tipe 2 secara bersamaan. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendeskripsikan tipe diabetes 3 ini secara pasti.Untuk mengatasi tipe diabetes yang satu ini, Anda akan menerima kombinasi pengobatan untuk diabetes tipe 2 dan penyakit Alzheimer. Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

4. Diabetes gestasional

Tipe diabetes gestasional terjadi pada ibu hamil
Diabetes gestasional terjadi selama masa kehamilan
Penyakit ini berkembang selama masa kehamilan. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab diabetes gestasional, tapi faktor seperti perubahan hormon ketika hamil diduga turut ambil bagian dalam berkembangnya tipe diabetes ini.Untuk mengontrol kadar gula darah selama kehamilan, terapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter. Kadar gula dalam darah biasanya kembali normal setelah melahirkan. 

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat diabetes

Semua tipe diabetes harus ditangani dengan tepat sesegera mungkin untuk mengurangi risiko komplikasi. Jika dibiarkan, beberapa komplikasi yang berpotensi muncul, antara lain:
  • Penyakit Alzheimer
  • Infeksi atau masalah kulit
  • Kerusakan ginjal (nefropati)
  • Kerusakan saraf (neuropati)
  • Amputasi bagian tubuh yang mengalami infeksi parah
  • Gangguan penglihatan yang terjadi karena kerusakan pada retina akibat diabetes
  • Masalah pada pembuluh darah, yang kemudian memicu penyakit seperti stroke dan sakit jantung
Bagi ibu hamil, diabetes juga turut meningkatkan risiko komplikasi seperti tekanan darah tinggi, preeklamsia, keguguran, cacat lahir, dan bayi lahir dalam keadaaan meninggal. Oleh sebab itu, penanganan sedini mungkin diperlukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.[[artikel-terkait]]

Catatan dari SehatQ

Penyakit diabetes terbagi dalam beberapa jenis, mulai dari tipe 1, tipe 2, tipe 3, dan gestasional. Setiap tipe diabetes memerlukan penanganan yang berbeda, oleh sebab itu penting bagi Anda untuk memahami langkah pengobatan yang tepat agar mengurangi risiko komplikasi.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai jenis penyakit diabetes dan langkah penanganan yang tepat, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ . Download sekarang di App Store dan Google Play.
diabeteskomplikasi diabetesdiabetes melitus tipe 1diabetes melitus tipe 2diabetes gestasional
Healthline. https://www.healthline.com/health/diabetes/types-of-diabetes
Diakses pada 6 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/type-3-diabetes
Diakses pada 6 April 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gestational-diabetes/symptoms-causes/syc-20355339
Diakses pada 6 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait