TTN (Transient Tachypnea of the Newborn) pada Bayi Baru Lahir: Penyebab, Gejala, dan Perawatannya


TTN adalah gangguan pernapasan ringan yang berisiko terjadi pada bayi baru lahir dalam beberapa jam setelah kelahiran. Risiko mungkin meningkat jika bayi lahir prematur.

0,0
TTN adalah gangguan pernapasan pada bayi baru lahirTTN adalah kondisi gangguan pernapasan pada bayi baru lahir
TTN adalah kepanjangan dari Transient Tachypnea of the Newborn yang menyebabkan pernapasan bayi jadi lebih cepat dari normalnya.
Gangguan pernapasan ini membuat sebagian bayi yang baru lahir harus dirawat intensif di ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) untuk memastikan pernapasannya kembali normal.Biasanya, TTN cenderung terjadi pada bayi prematur atau yang lahir dengan bobot besar (makrosomia).

Penyebab TTN pada bayi baru lahir

Penyebab takipnea pada bayi baru lahir adalah adanya penumpukan cairan di paru-paru
Penyebab takipnea pada bayi baru lahir adalah adanya penumpukan cairan di paru-paru
Transient Tachypnea of the Newborn adalah gangguan pernapasan yang membuat bayi bernapas sangat cepat dan berat, tapi berlangsung kurang dari 48 jam. Bayi yang mengalami TTN dapat bernapas lebih dari 60 kali per menit. Kondisi ini juga sering disebut sebagai takipnea pada bayi baru lahir.Penyebab TTN adalah karena tubuh bayi terlambat mengeluarkan cairan di dalam paru-parunya. Cairan tersebut sebetulnya memang sudah ada di dalam paru-paru bayi sejak masih dalam kandungan untuk membantu bayi bertumbuh.Namun mengutip penelitian dari American Family Physician, cairan tersebut akan perlahan-lahan dikeluarkan tubuh seiring mendekati waktu kelahiran bayi karena tubuhnya melepaskan hormon prostaglandin. Hormon ini yang membuat pembuluh limfatik melebar, sehingga sebagian cairan diserap oleh aliran darah dan keluar dari paru-paru saat bayi batuk dan bernapas pertama kali di dunia. Selama bayi keluar melewati jalan lahir, juga semakin banyak cairan yang dikeluarkan dari paru-parunya.Meski demikian, bayi bisa mengalami takipnea setelah lahir apabila tubuhnya tidak bisa mengeluarkan sisa cairan secepat seharusnya. Hal ini menyebabkan bayi kesulitan bernapas karena kurangnya oksigen yang masuk ke dalam paru-paru.

Gejala TTN pada bayi baru lahir

Gejala TTN pada bayi baru lahir adalah kulit bayi kebiruan di bagian hidung dan mulut
Gejala TTN pada bayi baru lahir adalah kulit bayi kebiruan di bagian hidung dan mulut
Dikutip dari studi yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information, gejala TTN adalah:
  • Napas terdengar cepat
  • Lubang hidung terbuka lebar saat bayi menarik napas
  • Suara mendengus saat mengembuskan napas
  • Kulit di bawah atau di antara tulang rusuk tertarik setiap kali bernapas
  • Kebiruan pada kulit di area mulut dan hidung.
Pada beberapa kasus,  penyakit pada bayi ini dapat meningkatkan kemungkinannya untuk mengalami hipoksia (kekurangan oksigen pada sel dan jaringan tubuh), asidosis (tingginya kadar asam dalam tubuh), dan kebocoran udara Namun, TTN pada bayi baru lahir secara umum tidak membahayakan nyawa dan tidak berdampak besar pada proses tumbuh kembangnya di kemudian hari. Kebanyakan bayi bisa pulih seutuhnya dalam 3 hari atau kurang dari itu jika cepat mendapat perawatan yang tepat.

Faktor risiko takipnea pada bayi

Kelahiran prematur meningkatkan risiko takipnea pada bayi baru lahir
Kelahiran prematur meningkatkan risiko takipnea pada bayi baru lahir
Menurut penelitian dari terbitan Pediatrics in Review, ada beberapa kondisi pada ibu dan bayi yang mampu meningkatkan risiko terjadinya Transient Tachypnea of the Newborn.Beberapa hal yang meningkatkan risiko TTN pada bayi baru lahir adalah:
  • Kelahiran prematur, karena paru-paru bayi belum berkembang matang.
  • Ukuran bayi terlalu besar
  • Bayi berjenis kelamin laki-laki
  • Lahir lewat operasi caesar
  • Ibu mengalami diabetes gestasional
  • Ibu pengidap asma.

Pemeriksaan TTN pada bayi

Gejala serta tanda dari Transient Tachypnea of the Newborn (TTN) bisa muncul sedikit berbeda pada setiap bayi. Maka itu, dokter akan memeriksa bayi secara teliti dan menyeluruh sebelum melakukan penanganan.Umumnya, dokter akan mendiagnosis dan menemukan penyebab takipnea beberapa jam setelah bayi lahir.Pemeriksaan yang bisa dipilih dokter untuk menentukan diagnosis TTN adalah:
  • Rontgen dada untuk melihat kondisi paru-paru bayi. Pemeriksaan ini juga memastikan adanya penumpukan cairan di paru-paru bayi.
  • Oksimetri untuk mengukur kadar oksigen pada darah bayi. Bila oksigen berkurang, dokter akan mempertimbangkan pemberian bantuan oksigen.
  • Tes darah untuk menemukan infeksi pada bayi.

Perawatan takipnea pada bayi

Bila napas mencapai lebih dari 80 kali per menit, asupan nutrisi bayi diberikan melalui infus
Bila napas mencapai lebih dari 80 kali per menit, asupan nutrisi bayi diberikan melalui infus
Bila bayi baru lahir tampak kesulitan bernapas selama 2 jam tanpa ada perbaikan, dokter akan menyarankan agar bayi dipindah ke NICU. Perawatan dan pengobatan TTN pada bayi umumnya dilakukan di unit NICU untuk memastikan pernapasan serta kadar oksigen bayi kembali normal.Beberapa jenis perawatan TTN adalah:

1. Pemberian bantuan pernapasan

TTN adalah gangguan pernapasan yang membuat bayi tidak bisa bernapas normal. Maka itu, dokter segera memberikan perawatan pernapasan berupa:
  • Pemberian oksigen diperlukan jika kadar oksigen di dalam darah berkurang; atau
  • Intubasi endotrakeal dengan memasukkan tabung ke dalam tenggorokan untuk melegakan saluran pernapasan yang tersumbat.

2. Pemberian asupan nutrisi

Pada bayi yang napasnya mencapai lebih dari 80 kali per menit, pemberian asupan makanan tidak boleh melalui mulut. Sebab, bayi tidak mampu menelan dengan baik sehingga akan rentan tersedak. Jadi, bayi hanya boleh menerima nutrisi dari cairan infus.Bila sudah kurang dari 80 kali per menit, pemberian makanan lewat mulut diberikan secara bertahap sampai takipnea teratasi.

3. Penanganan infeksi

TTN dapat disalahpahami sebagai gejala pneumonia dan infeksi pada darah (sepsis neonatal dini). Bila ditemukan adanya infeksi saat bayi mengalami TTN, dokter akan mempertimbangkan pemberian antibiotik.

4. Pemberian obat

Obat salbutamol terbukti mampu mengurangi gejala TTN dan durasi opname di rumah sakit. Riset dari Journal of the Chinese Medical Association juga menunjukkan bahwa proses pengeluaran cairan dari paru-paru dan pemulihan takipnea itu sendiri lebih efisien bila ditangani dengan Salbutamol.Selain itu, temuan yang diterbitkan The Journal of Pediatrics memaparkan bahwa laju pernapasan bayi tampak membaik secara drastis setelah pemberian Salbutamol.

Pencegahan takipnea pada bayi

Menghindari kemungkinan persalinan caesar dan kelahiran prematur adalah cara mencegah TTN pada bayi baru lahir
Menghindari kemungkinan persalinan caesar dan kelahiran prematur adalah cara mencegah TTN pada bayi baru lahir
Beberapa faktor penyebab Transient Tachypnea of the Newborn tidak bisa selalu dicegah. Namun, para ahli meyakini bahwa menjaga kehamilan yang sehat dapat meminimalisir atau bahkan menghindari kemungkinan persalinan caesar dan kelahiran prematur yang mungkin memengaruhi risiko TTN pada bayi.Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait TTN, Anda bisa konsultasikan dengan dokter anak terdekat atau chat gratis melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuibayibayi prematurberat badan bayibayi baru lahirperkembangan bayi
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007233.htm Diakses pada 19 Mei 2021Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/ttn.html Diakses pada 19 Mei 2021American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2007/1001/p987.html Diakses pada 19 Mei 2021Stanford Children's Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=transient-tachypnea-of-the-newborn-90-P02420 Diakses pada 19 Mei 2021National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537354/ Diakses pada 19 Mei 2021Pediatrics in Review. https://pedsinreview.aappublications.org/content/29/11/e59 Diakses pada 19 Mei 2021Journal of the Chinese Medical Association. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1726490118301904 Diakses pada 19 Mei 2021The Journal of Pediatrics. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0022347611002319 Diakses pada 19 Mei 2021Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/976914-overview#a4 Diakses pada 19 Mei 2021Cancer Therapy Advisor. https://www.cancertherapyadvisor.com/home/decision-support-in-medicine/pediatrics/transient-tachypnea-of-the-newborn/ Diakses pada 19 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait