Vinegar Artinya Cuka, Ini Manfaat dan Jenis-jenisnya


Pada dasarnya, cuka dibuat dengan mengubah gula yang ada pada bahan utamanya menjadi alkohol melalui proses fermentasi. Setelah itu, bakteri asam asetat (Acetobacter ) akan mengubah alkohol menjadi asam asetat.

(0)
16 Feb 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Vinegar adalah cuka berbagai jenis yang bermanfaat untuk kesehatanVinegar adalah cuka yang bisa dibuat dari berbagai jenis bahan, umumnya buah
Vinegar alias cuka adalah cairan rasa asam yang terbuat dari fermentasi berbagai bahan, mulai dari apel, beras, hingga anggur. Selain untuk bahan masakan, vinegar juga kerap digunakan untuk mengobati berbagai penyakit secara alami.Kata vinegar sendiri berasal dari bahasa Prancis, yaitu “vin” dan “aigre” yang berarti minuman anggur yang asam.Pada dasarnya, cuka dibuat dengan mengubah gula yang ada pada bahan utamanya menjadi alkohol melalui proses fermentasi. Setelah itu, bakteri asam asetat (Acetobacter) akan mengubah alkohol tersebut menjadi asam asetat, yang membuat cuka terasa asam.

Jenis-jenis vinegar

Berikut ini jenis-jenis vinegar yang dapat Anda gunakan untuk keperluan memasak maupun sebagai bahan pengobatan alami.
Cuka putih alias white vinegar baik untuk kesehatan
Cuka putih, jenis vinegar yang paling umum digunakan

1. White vinegar (cuka putih)

White vinegar alias cuka putih adalah salah satu cuka yang paling sering digunakan, terutama dalam berbagai hidangan nusantara. Di dalam jenis cuka ini, biasanya terkandung sekitar 4-7% asam asetat dan sisanya, 93-96% adalah air.Secara tradisional, cuka putih biasanya bisa dibuat dari fermentasi berbagai bahan alami seperti kentang atau bit.
Namun saat ini, cuka putih lebih sering dibuat langsung menggunakan fermentasi alkohol etanol yang dicampur dengan ragi atau fosfat.

2. Apple cider vinegar (cuka apel)

Apple cider vinegar alias cuka apel dibuat menggunakan jus apel yang sudah dicampur ragi agar gula alami yang terdapat di dalamnya, bisa berubah menjadi alkohol. Proses ini dinamakan fermentasi.Saat proses fermentasi terjadi, bakteri yang ada di dalamnya akan mengubah alkohol menjadi asam asetat.
Cuka apel sering dikonsumsi langsung dengan pengenceran maupun digunakan sebagai bahan pengobatan alami.

3. Balsamic vinegar (cuka balsamic)

Balsamic vinegar adalah cuka yang dibuat dari anggur dan berwarna cokelat gelap dengan konsistensi kental. Dibanding dengan jenis cuka yang lain, balsamic vinegar rasanya sedikit lebih manis.Biasanya, jenis ini digunakan sebagai saus untuk salad atau sebagai bumbu rendaman daging.
Cuka beras alias rice vinegar dari jenis jenis vinegar
RIce vinegar dibuat dari fermentasi beras

4. Rice vinegar (cuka beras)

Sesuai namanya, cuka beras dibuat dari fermentasi beras. Rice vinegar rasanya lebih ringan dan manis dari cuka lainnya. Oleh karena itu, jenis ini kerap digunakan dalam berbagai masakan termasuk saat membuat acar dan tumis-tumisan.

5. Coconut vinegar (cuka kelapa)

Coconut vinegar dibuat dari bunga kelapa yang difermentasi selama 8-12 bulan. Penampakan cuka kelapa sedikit keruh dan memiliki rasa yang lebih ringan jika dibandingkan dengan cuka apel.

6. White wine vinegar (cuka anggur putih)

White wine vinegar adalah jenis cuka yang kerap digunakan sebagai tambahan perasa di menu masakan Barat. Rasanya tidak terlalu kuat dan asam jika dibandingkan dengan cuka pada umumnya.Selain sebagai masakan, white wine vinegar juga bisa digunakan sebagai bahan pembersih.
Red wine vinegar sering digunakan dalam masakan barat
Red wine vinegar sering digunakan di makanan barat

7. Red wine vinegar (cuka anggur merah)

Red wine vinegar adalah bahan khas yang sangat sering digunakan pada masakan Mediterania. Cuka jenis ini memiliki rasa asam yang kuat tapi lezat. Biasanya, red wine vinegar digunakan sebagai bahan untuk membuat acar atau bumbu rendaman.

8. Malt vinegar (cuka malt)

Malt vinegar adalah cuka yang dibuat dari fermentasi barley dan biji-bijian lain. Rasanya kuat dan aromanya tajam.Jenis cuka ini kerap disebut memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti mengontrol kadar gula darah hingga membantu menurunkan berat badan.Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk memastikan klaim kesehatan tersebut.

9. Flavored vinegar (cuka dengan tambahan perasa)

Flavored vinegar biasanya dibuat dari cuka anggur yang dicampur dengan berbagai buah maupun rempah untuk menambahkan rasa. Biasanya cuka jenis ini digunakan untuk saus salad ataupun bumbu rendam masakan.Baca Juga: Cara Membuat Cuka Apel Sendiri di Rumah

Manfaat vinegar untuk tubuh

Manfaat vinegar salah satunya bisa mengontrol gula darah
Manfaat vinegar salah satunya bisa mengontrol gula darah
Manfaat vinegar untuk tubuh bisa berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Namun secara umum, mengonsumi atau menggunakan cuka untuk kepentingan kesehatan, bisa memberikan beberapa khasiat, seperti berikut ini.

• Mengontrol kadar gula darah

Cuka dianggap bisa membantu mengontrol gula darah karena bahan ini bisa meningkatkan sensitivitas insulin. Insulin adalah hormon di tubuh yang bertugas mengatur kadar gula darah.Diabetes menyebabkan insulin tidak dapat bekerja dengan baik (tidak sensitif), sehingga gula di dalam darah tidak dapat diolah dengan baik. Akibatnya, gula tersebut akan menumpuk.

• Membantu menurunkan berat badan

Vinegar dapat membantu menurunkan nafsu makan dan membuat Anda merasa lebih cepat kenyang, sehingga secara perlahan bisa membantu menurunkan berat badan dan mencegah terjadinya sindrom metabolik akibat obesitas.

• Berpotensi mencegah kanker

Sebuah penelitian yang dilakukan menggunakan ekstrak cuka beras menemukan bahwa zat ini bisa menghambat pertumbuhan sel kanker. Namun, perlu diingat bahwa manfaat ini bisa terjadi karena cuka digunakan dalam bentuk ekstrak dan dosis tertentu.

• Baik untuk jantung

Manfaat vinegar lainnya adalah bisa menjaga kesehatan jantung. Sebab, cuka dipercaya dapat menurunkan tekanan darah dan di saat yang bersamaan, meningkatkan aktivitas renin jika dikonsumsi dalam jangka lama.Khasiat ini didapatkan dari kandungan asam asetat yang ada di dalamnya.

• Menurunkan kadar kolesterol

Kandungan asam klorogenik yang ada di dalam cuka, dapat menghambat munculnya LDL alias kolesterol jahat di dalam tubuh. Hal ini mebuat kadar kolesterol secara keseluruhan serta trigliserida di dalam tubuh, bisa menurun.Pada dasarnya, vinegar merupakan salah satu bahan makanan yang sehat apabila proses pengolahan atau penggunaannya dalam makanan, dilakukan dengan metode yang sehat.Meski begitu, sebelum menggunakan vinegar sebagai bahan pengobatan, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Anda dapat bertanya langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehatmakanan dietbuah dan sayuran
Organic Facts. https://www.organicfacts.net/vinegar.html
Diakses pada 3 Februari 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1785201/
Diakses pada 3 Februari 2021
Harvard. School of Public Health. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/food-features/vinegar/
Diakses pada 3 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/white-vinegar#ingredients
Diakses pada 3 Februari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/diet/apple-cider-vinegar-and-your-health#1
Diakses pada 3 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/coconut-vinegar
Diakses pada 3 Februari 2021
Live Strong. https://www.livestrong.com/article/261672-what-are-the-benefits-of-white-wine-vinegar/
Diakses pada 3 Februari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/diet/health-benefits-red-wine-vinegar#1
Diakses pada 3 Feruari 2021
Live Strong. https://www.livestrong.com/article/275721-what-are-the-health-benefits-of-malt-vinegar/
Diakses pada 3 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait