Mengapa Darah Manusia Berwarna Merah Cerah?


Warna merah cerah pada darah manusia dihasilkan oleh zat yang mengikat oksigen di dalam darah. Sementara itu, anggapan bahwa darah berwarna biru adalah suatu kekeliruan.

(0)
17 Feb 2021|Rhandy Verizarie
Darah adalah salah satu komponen tubuh yang perannya sangat penting. Bagaimana tidak? Darah inilah yang bertugas untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi dari makanan ataupun suplemen ke seluruh tubuh. Dengan begitu, tubuh dapat berfungsi dengan baik.Darah yang kita kenal memiliki warna merah cerah atau bisa juga gelap. Namun, tahukah Anda mengapa darah manusia berwarna merah? Ternyata, warna merah cerah pada darah manusia disebabkan oleh salah satu elemen di dalamnya. Apakah itu? Berikut informasinya.

Warna merah cerah pada darah manusia disebabkan oleh apa?

Menurut sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Pathology & Laboratory Medicine, warna memainkan peran penting dalam banyak aspek biologi makhluk hidup.Menurut penulis tinjauan ilmiah tersebut, yakni Dr. Sergio Piña-Oviedo, dan tim dari Departemen Hematopatologi di MD Anderson Cancer Center, Houston, Texas, Amerika Serikat, peran penting warna tersebut mencakup:
  • Kamuflase dan perlindungan
  • Metabolisme
  • Perilaku seksual
  • Komunikasi
Warna yang dimaksud termasuk warna darah. Anda pun mungkin bertanya-tanya, warna merah darah cerah disebabkan oleh apa?Darah yang mengalir di tubuh kita terdiri dari sejumlah komponen. Dari komponen-komponen tersebut, sel darah merah menjadi yang paling utama.Nah, sel darah merah mengandung molekul yang disebut hemoglobin. Heme, yang merupakan komponen dari hemoglobin inilahmembuat darah manusia berwarna merah cerah.Hemoglobin berfungsi untuk mengikat dan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Dilansir dari UC Santa Barbara Science Line, heme di dalam hemoglobin bertugas untuk mengikat molekul besi yang ada di dalam tubuh. Molekul besi itulah yang lantas akan mengikat oksigen yang masuk ke dalam tubuh.Interaksi yang terjadi antara molekul besi dan oksigen kemudian akan menghasilkan warna merah pada sel darah. Lebih spesifik lagi, alasan sel darah berwarna merah adalah karena adanya refleksi cahaya terhadap molekul besi dan oksigen.Molekul besi dan oksigen yang sudah terikat satu sama lain cenderung menyerap cahaya berwarna biru kehijauan dan memantulkan cahaya merah-jingga ke mata. Alhasil, warna sel darah menjadi merah.Sel darah yang jumlahnya jutaan tersebut lantas menjadikan darah yang Anda lihat dengan mata telanjang, entah itu saat terluka atau menstruasi, jelas berwarna merah cerah. 

Warna merah cerah pada darah manusia juga bisa jadi merah gelap

Meski umumnya warna darah pada manusia adalah merah cerah, nyatanya tidak selalu demikian. Ada kalanya warna darah berubah menjadi lebih gelap kendati tetap merah. Mengapa demikian?Saat proses bernapas dan menghirup udara dari luar, molekul besi dalam hemoglobin akan mengikat oksigen di paru-paru. Dalam kondisi ini, warna darah pada manusia akan menjadi merah cerah. Darah yang berwarna merah cerah itu pun akan menyebar ke seluruh jaringan tubuh dari paru-paru.Oksigen yang berikatan dalam sel darah kemudian akan dilepaskan ke setiap jaringan tubuh. Saat oksigen dilepaskan, darah kemudian akan langsung berikatan dengan karbon dioksida.Darah yang berikatan dengan karbon dioksida inilah yang kemudian akan menyebabkan warna darah menjadi merah tua dan sedikit keunguan.Darah yang kaya akan karbon dioksida kemudian akan dibawa ke paru-paru dan dikeluarkan dari tubuh melalui mekanisme bernapas. 

Lantas, bagaimana dengan ungkapan darah biru?

Seperti namanya, darah biru hanyalah sebuah kiasan yang menggambarkan seseorang dari keturunan ningrat. Kenyataannya, warna darah adalah merah, bukan biru.Beberapa orang menyebut bahwa darah sebenarnya berwarna biru, karena melihat pembuluh darah di bawah kulit. Sekilas, pembuluh darah memang tampak berwarna biru. Namun, apakah benar darah yang mengalir di dalamnya berwarna biru? Jawabannya bisa dipastikan, tidak.Menurut sebuah tinjauan ilmiah yang dirilis tahun 1996, darah pada manusia hanya memiliki dua warna, yakni merah cerah dan merah gelap.Namun, darah yang mengalir pada pembuluh darah di bawah kulit tampak biru karena sejumlah faktor, seperti:
  • Warna kulit
  • Refleksi cahaya ke kulit
  • Ukuran pembuluh darah
  • Proses yang membuat mata menangkap warna biru
Jadi, bisa dikatakan warna darah pada manusia terlihat biru alih-alih merah cerah atau merah gelap disebabkan oleh semacam ilusi optik.Punya pertanyaan seputar masalah kesehatan yang berhubungan dengan darah? Chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang juga di App Store dan Google Play.
sel darahdarahhidup sehat
ACS. https://www.acs.org/content/dam/acsorg/education/resources/highschool/chemmatters/issues/best-of-chemmatters/sample-lesson-plan-the-many-colors-of-blood.pdf Diakses pada 1 Februari 2021The Conversation. https://theconversation.com/blood-in-your-veins-is-not-blue-heres-why-its-always-red-97064 Diakses pada 1 Februari 2021Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318171#Binding-and-the-body Diakses pada 1 Februari 2021Meridian. https://meridian.allenpress.com/aplm/article/141/3/445/65931/Human-Colors-The-Rainbow-Garden-of-Pathology-What Diakses pada 1 Februari 2021NIH Library of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21085227/ Diakses pada 1 Februari 2021UC Santa Barbara Science Line. http://scienceline.ucsb.edu/getkey.php?key=2419 Diakses pada 1 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait