19 May 2019, 10:50Jantung

Interpretasi uji latih jantung

AH
Info Penanya: AH, Pria, 19 Tahun
dokter saya ingin bertanya Saya telah tread mild dengan hasil Conclusion Respon iskemik positif dengan DTS +2 (moderate Risk) Respon hemodinamik appropriate Kelas kebugaran cukup 8,07 mets Tidak di dapatkan aritmia Apa arti dan makna hasil tersebut, Trimakasih sebelumnya
35184 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  Tim Dokter Sehatq
(0)
Selamat pagi, AH.Uji latih jantung (ULJ) selain dipakai sebagai modalitas dalam menegakkan diagnosis PJK, dapat digunakan untuk menilai stratifikasi risiko dan prognosis untuk terjadinya kejadian kardiovaskular (cardiac event) termasuk kematian penderita akibat PJK. Oleh karena itu pemeriksaan ULJ dapat membantu untuk membuat keputusan dalam penatalaksanaan penderita.
Beberapa variabel yang dapat dipergunakan sebagai parameter untuk menilai prognosis subjek adalah:
1. Chronotropic incompetence/ Inkopetensi kronotropik
2. Heart rate recovery / Pemulihan laju jantung
3. Exercise Induced Hypertension (Respon hipertensi)
4. Exercise Induced Hypotension (Respon hipotensi)
5. Aritmia Ventrikular
6. Kapasitas aerobik
7. Duke Treadmill Score
Pada hasil pemeriksaan anda :1. Respon iskemik positif dengan DTS +2 (moderate Risk)Duke treadmill Score (DTS) merupakan salah satu metode yang paling kuat untuk stratifikasi risiko dan prognosis pada penderita dengan keluhan atau riwayat PJK sebelumnya, pada evaluasi awal penderita yang dicurigai PJK, telah diketahui PJK atau pada evaluasi lanjutan penderita yang dicurigai atau diketahui PJK dengan perubahan klinis yang berrmakna.hasil +4 s/d -10 dkatakan memiliki resiko sedang, prognosis: survival dalam 5 tahun 91%
2. Respon hemodinamik appropriate
    Perubahan pada laju jantung/ heart rate dan tekanan darah saat uji latih jantung sesuai/tidak ada kelainan.
3. Kelas kebugaran cukup 8,07 mets
    Idealnya Uji Latih Jantung untuk mengukur tingkat kebugaran atau kapasitas aerobik kardiopulmorer (jantung-paru) harus dilakukan dengan Cardiopulmonary Exercise Testing (CPET) dengan analisa gas. Kapasitas aerobik yang merupakan alat ukur kebugaran yang dapat dinilai melalui ULJ dapat menjadi salah satu prediktor mortalitas baik pada subjek PJK maupun bukan PJK, walaupun kapasitas aerobik maksimal akan menurun seiring meningkatnya umur.
   Pada laki-laki yang belum ada PJK atau yang tidak mempunyai riwayat penyakit  kardiovaskular dengan kapasitas aerobik < 5 Mets mempunyai risiko kematian sekitar 5 kali lipat dibanding mereka yang mempunyai kapasitas aerobik > 8 Mets. Setiap peningkatan kapasitas aerobik 1 Mets akan meningkatkan harapan hidup 12%.
   Untuk mengelompokkan tingkat kebugaran kedalam kelompok sangat baik (excellent), baik (good), cukup atau rerata (average), kurang (fair) atau buruk (poor), maka dapat dibandingkan dengan nilai-nilai sesuai kriteria yang ada.4. Tidak di dapatkan aritmia Tidak terdapat gangguan irama jantung selama Uji Latih Jantung.  Semoga bermanfaatSalam sehatdr. Supiah S.D Sangadji  
penyakit jantungserangan jantungpenyakit jantung koroner
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil