Acarbose

27 Apr 2021| Olivia
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Acarbose digunakan untuk mengontrol gula darah tinggi pada penderita diabetes tipe 2

Acarbose digunakan untuk mengontrol gula darah tinggi pada penderita diabetes tipe 2

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Acrios, Capribose, Carbotrap, Eclid, Glubose, Glucobay 50, Glucobay 100

Deskripsi obat

Acarbose digunakan untuk mengontrol gula darah tinggi pada penderita diabetes tipe 2. Obat antidiabetes ini bekerja dengan memperlambat penyerapan karbohidrat dari makanan yang dikonsumsi.

Mengontrol gula darah yang tinggi dapat mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf dan fungsi seksual, serta kehilangan anggota tubuh. Selain itu, kontrol kadar gula darah yang tepat juga dapat mengurangi risiko serangan jantung atau stroke.

Agar dapat bekerja optimal, konsumsilah obat sembari menerapkan gaya hidup sehat, misalnya mengatur pola makan, melakukan olahraga rutin, serta mencoba berhenti merokok. Memeriksa gula darah secara teratur juga dapat membantu mengelola diabetes dan meningkatkan kesehatan.

Acarbose (Akarbose)
GolonganKelas terapi: Antidiabetes Klasifikasi: Penghambat alfa glukosidase
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan acarbose adalah:

  • Sakit perut
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering. Kompreslah perut Anda menggunakan handuk hangat atau botol berisi air panas.
  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar.
  • Mual
    Ketika Anda merasa mual, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda.
    Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Perut kembung
  • Urine berwarna gelap
  • Muntah
  • Perubahan warna pada kulit atau mata menjadi kekuningan
  • Alergi berat, seperti ruam, pusing, gatal, dan kesulitan bernapas

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan acarbose pada kondisi:

  • Stres yang diakibatkan demam, trauma, infeksi, atau operasi
  • Kehamilan dan menyusui
  • Gangguan ginjal dan hati ringan hingga sedang

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 25°C. Hindarkan dari tempat lembap.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan acarbose pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap acarbose
  • Penyakit radang usus
  • Komplikasi diabetes yang menyebabkan tingginya produksi asam darah tubuh (ketoasidosis diabetik)
  • Peradangan kronis pada usus besar
  • Penyumbatan pada usus (obstruksi usus)
  • Penyakit usus kronis yang berhubungan dengan gangguan pencernaan
  • Gangguan ginjal dan hati yang berat

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sembelit parah
  • Sakit perut parah
  • Diare berair atau berdarah
  • Mudah memar, pendarahan yang tidak biasa di hidung, mulut, vagina, atau rektum, serta muncul bintik-bintik ungu atau merah di bawah kulit
  • Masalah hati, seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal, rasa lelah, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, dan kulit atau mata menguning

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Menggunakan acarbose dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Leflunomide, lomitapide, mipomersen, pexidartinib, dan teriflunomide
    Obat-obat di atas dapat menyebabkan masalah pada hati. Penggunaan bersama obat lain yang juga dapat mempengaruhi organ hati, seperti acarbose dapat meningkatkan risiko gangguan hati tersebut.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/acarbose?mtype=generic
Diakses pada 4 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5207/acarbose-oral/details
Diakses pada 4 Maret 2020

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/acarbose.html
Diakses pada 4 Maret 2020

Medicinet. https://www.medicinenet.com/acarbose/article.htm#what_are_the_side_effects_of_acarbose
Diakses pada 4 Maret 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a696015.html
Diakses pada 4 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/acarbose-oral-tablet
Diakses pada 4 Maret 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email