Aspar-K Tablet 300 mg

17 Jan 2021| Aby Rachman
Ditinjau oleh Ajeng Prahasta
Aspar-K tablet adalah obat untuk mengatasi kondisi kekurangan kalium (hipokalemia)

Deskripsi obat

Aspar-K tablet adalah obat untuk mengatasi kondisi kekurangan kalium (hipokalemia) pada tubuh atau penyakit yang menyebabkan kalium rendah, seperti penyakit jantung, penyakit hati, dan gangguan keseimbangan elektrolit. Selain itu, Aspar-K tablet juga dapat digunakan untuk mengatasi kelelahan fisik, mempercepat masa penyembuhan, dan meredakan muntah-muntah.

Aspar-K tablet merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Obat ini mengandung zat aktif kalium-L-aspartate. Kalium sangat penting untuk menjaga fungsi jantung, ginjal, otot, saraf, dan sistem pencernaan. Mineral ini dapat ditemukan pada makanan, misalnya buah-buahan (terutama buah-buahan kering), sereal, kacang-kacangan, dan sayuran, serta susu.

Kalium paling sering digunakan untuk mengatasi dan mencegah kadar kalium rendah, mengobati tekanan darah tinggi, dan mencegah stroke. Kekurangan kalium dapat menyebabkan kelemahan otot, detak jantung tidak teratur, perubahan suasana hati, serta mual dan muntah. 

Penggunaan Aspar-K tablet dapat menimbulkan efek samping tertentu apabila tidak digunakan sesuai aturan pakai.

Aspar-K Tablet 300 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kandungan utamaKalium L-aspartate.
Kelas terapiElektrolit.
Klasifikasi obatMineral.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (300 mg)
ProdusenTanabe Indonesia

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi kondisi tubuh yang mengalami kekurangan kalium (hipokalemia).
  • Mengatasi penyakit jantung dan penyakit hati.
  • Mengatasi hipokalemia akibat penggunaan obat diuretik antihipertensi, steroid, digitalis, dan insulin dalam jangka waktu panjang.
  • Mengatasi gangguan metabolisme kalium, seperti pada pasien sebelum dan sesudah operasi, serta pasien diare dan muntah.
  • Memenuhi kebutuhan kalium pada kondisi ketidakseimbangan elektrolit tubuh dan kelemahan otot.

Kalium merupakan salah satu elektrolit utama di dalam sel yang berperan dalam meningkatkan aktivitas membran sel, memberikan rangsangan atau impuls pada saraf, menjaga keseimbangan tekanan dalam cairan tubuh, mengontrol keseimbangan asam-basa, dan berbagai reaksi kimia dalam tubuh.

Ketika sel darah merah digunakan sebagai sampel untuk meneliti transportasi kalium ke dalam jaringan, kalium L-aspartat membuktikan penyerapan yang lebih baik jika dibandingkan dengan kalium klorida (sumber kalium biasa). Kalium berperan dalam banyak fungsi tubuh, misalnya transmisi sinyal saraf, kontraksi otot, keseimbangan cairan, dan berbagai reaksi kimia dalam tubuh.

Komposisi obat

kalium L-aspartate 300 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1 tablet sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Perut kembung.
  • Sakit perut.
  • Peningkatan kadar kalium dalam tubuh atau kelebihan kalium (hiperkalemia) yang dapat menyebabkan perasaan terbakar atau kesemutan, kelemahan, kelumpuhan, kebingungan mental, tekanan darah rendah, dan irama jantung tidak teratur.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dalam wadah tertutup rapat dan terhindar dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien yang menjalani cuci darah.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien dengan gangguan fungsi saluran pencernaan.
  • Pasien yang melakukan transplantasi ginjal.
  • Pasien yang sedang menjalani pengobatan hipertensi atau tekanan darah tinggi, gagal jantung kongestif, atau pasien yang mengonsumsi obat diuretik atau peluruh air seni.
  • Lakukan pemantauan kadar elektrolit dalam darah dan urine pada pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal.

Kategori kehamilan

Informasi mengenai keamanan penggunaan Aspar-K tablet pada masa kehamilan dan menyusui masih kurang, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter Anda.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen dalam obat ini.
  • Pasien yang memiliki kadar kalium tinggi atau kelebihan kalium.
  • Pasien dengan gangguan pada kerusakan kelenjar adrenal yang menyebabkan tidak mampu memproduksi hormon kortisol yang cukup (penyakit Addison) yang tidak diobati.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat untuk tekanan darah tinggi, seperti ACE blocker dan angiotensin receptor blocker (ARBs), serta obat untuk meningkatkan pengeluaran air seni (diuretik).
    Beberapa obat untuk tekanan darah tinggi dan diuretik dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah. Mengonsumsi kalium bersama obat tersebut dapat menyebabkan terlalu banyak kalium dalam darah.
  • Obat-obatan golongan antialdosteron, amiloride, triamterene, oxybutynin, dan spironolakton.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko hiperkalemia atau meningkatnya kadar kalium darah hingga di atas batas normal.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kebingungan, kecemasan, dan perasaan seperti akan pingsan.
  • Detak jantung tidak merata.
  • Rasa haus yang ekstrim dan peningkatan buang air kecil.
  • Ketidaknyamanan kaki.
  • Kelemahan otot atau perasaan lemas.
  • Mati rasa atau perasaan geli di tangan, kaki, atau sekitar mulut.
  • Sakit perut parah, diare, atau muntah yang sedang berlangsung.
  • Batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.

Sesuai kemasan per September 2019

  WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-851/potassium
Diakses pada 8 Januari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/aspar-k
Diakses pada 8 Januari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601099.html
Diakses pada 8 Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/potassium.html
Diakses pada 8 Januari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/potassium-supplement-oral-route-parenteral-route/side-effects/drg-20070753?p=1
Diakses pada 8 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email