Aspirin

02 Mar 2021| Maria Yuniar
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Aspirin merupakan obat pengencer darah yang dapat membantu mencegah penggumpalan darah

Aspirin merupakan obat pengencer darah yang dapat membantu mencegah penggumpalan darah

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Aspilets, Miniaspi 80, Farmasal, Thrombo Aspilets

Deskripsi obat

Aspirin merupakan obat pengencer darah yang dapat membantu mencegah penggumpalan darah jika dikonsumsi dalam dosis rendah. Selain itu, aspirin ini juga dapat digunakan untuk membantu menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti nyeri otot, sakit gigi, dan sakit kepala.

Aspirin, yang juga dikenal sebagai asam asetilsalisilat, juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri dan bengkak pada kondisi peradangan sendi atau arthritis. Terkadang, aspirin ini juga digunakan untuk mengobati atau mencegah serangan jantung, stroke, dan nyeri dada atau angina.

Obat ini termasuk dalam kelas obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Cara kerja obat ini adalah dengan mengurangi zat dalam tubuh yang dapat menyebabkan nyeri, demam, dan peradangan. Aspirin sebaiknya dikonsumsi setelah makan karena dapat menyebabkan sakit maag.

Aspirin (Asetosal, Asam asetilsalisilat)
GolonganKelas terapi : Antikoagulan, analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi Klasifikasi Obat : Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID)
Kategori obatObat bebas dan obat resep
Bentuk sediaan obatTablet
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.

Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan aspirin antara lain:

  • Sakit kepala ringan
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum alkohol saat mengonsumsi obat ini karena dapat memperburuk sakit kepala. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit.
    Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi obat ini. Bicaralah dengan dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Mual
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana dan hindari makanan pedas. Minumlah air sedikit demi sedikit secara teratur. Namun, jika Anda mengalami gagal jantung, perhatikan jumlah air yang Anda minum.
  • Sakit perut
  • Mengantuk
  • Perdarahan berkepaanjangan
  • Ruam pada kulit
  • Pembengkakan pada area kulit atau angioedema
  • Gangguan saluran pencernaan

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan aspirin pada kondisi:

  • Asma atau alergi musiman
  • Sakit maag
  • Gangguan ginjal atau hati sedang
  • Gangguan perdarahan atau pembekuan darah
  • Penyakit jantung
  • Hipertensi
  • Gagal jantung kongestif
  • Lanjut usia
  • Riwayat luka pada saluran pencernaan atau rentan terhadap dispepsia
  • Anemia
  • Dehidrasi
  • Akan menjalani prosedur pembedahan

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 25°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Riwayat perdarahan lambung atau usus yang baru terjadi
  • Gangguan perdarahan, seperti hemofilia
  • Gangguan hati dan ginjal yang berat
  • Anak-anak berusia 16 tahun ke bawah dan sedang dalam proses pemulihan dari infeksi virus
  • Riwayat alergi, seperti serangan asma atau alergi parah setelah penggunaan aspirin
  • Kehamilan pada trimester ketiga
  • Menyusui
  • Pasien yang mengonsumsi NSAID dan methotrexate lainnya

Kategori kehamilan & menyusui

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan aspirin pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Berhenti menggunakan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Telinga berdenging, kebingungan, halusinasi, pernapasan cepat, dan kejang
  • Mual parah, muntah, atau sakit perut
  • Feses berdarah, batuk darah, atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Demam yang berlangsung selama lebih dari 3 hari
  • Bengkak atau nyeri yang berlangsung lebih dari 10 hari

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi obat aspirin dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Obat antiinflamasi, seperti natrium diklofenak, ibuprofen, indometasin, dan naproksen
    Mengonsumsi obat tersebut dengan aspirin dapat meningkatkan risiko perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Metotreksat
    Aspirin dapat meningkatkan kadar metotreksat dan potensi terjadinya efek samping, seperti sakit kepala dan sakit maag.
  • Antidepresan SSRI, seperti sitalopram, fluoksetin, paroksetin, venlafaksin, dan sentralin
    Penggunaan bersama aspirin dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Warfarin, obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan), dan obat pengencer darah
    Obat di atas dapat menyebabkan risiko perdarahan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1082-3/aspirin-oral/aspirin-oral/details
Diakses pada 19 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/aspirin.html
Diakses pada 19 Februari 2021

Drugbank. https://go.drugbank.com/drugs/DB00945
Diakses pada 19 Februari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_aspirin/drugs-condition.htm
Diakses pada 19 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682878.html
Diakses pada 19 Februari 2021

Uptodate. https://www.uptodate.com/contents/aspirin-drug-information
Diakses pada 19 Februari 2021

medicinenet, https://www.medicinenet.com/acetylsalicylic_acid/article.htm#what_is_aspirin_how_does_it_work_mechanism_of_action
Diakses pada 19 Februari 2021

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/aspirin
Diakses pada 19 Februari 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/161255#side-effects
Diakses pada 19 Februari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/aspirin?mtype=generic
Diakses pada 19 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email