Atropine

27 Apr 2021| Olivia
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Atropine digunakan untuk mengatasi lambatnya denyut jantung dan melebarkan pupil mata

Atropine digunakan untuk mengatasi lambatnya denyut jantung dan melebarkan pupil mata

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Cycloma Isotic

Deskripsi obat

Atropine digunakan untuk mengatasi denyut jantung yang lambat dan melebarkan pupil mata. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi nyeri akibat pembengkakan dan peradangan pada mata.

Selain itu, atropine pun berfungsi untuk membantu mengurangi air liur atau lendir di saluran napas selama operasi. Kegunaan lain obat ini, yaitu mengobati kejang di perut, usus, kandung kemih, atau organ lain, serta mengatasi jenis keracunan tertentu.

Obat ini termasuk dalam golongan antikolinergik dan muskarinik. Cara kerjanya adalah dengan meningkatkan denyut jantung dan melemaskan otot mata sebelum dilakukan operasi atau pemeriksaan mata.

Atropine (Atropin)
GolonganKelas terapi: Antikolinergik dan antispasmodik Klasifikasi obat: Alkaloid belladona
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, obat tetes mata, injeksi
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan atropine adalah:

  • Sakit kepala
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter Anda jika sakit kepala bertambah parah dan berlangsung lebih dari satu minggu.
  • Pusing
  • Mata kering
  • Penglihatan kabur
  • Mengantuk

Perhatian Khusus

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya.

Hati-hati menggunakan atropine pada kondisi:

  • Alergi terhadap atropine
  • Gagal jantung
  • Diare
  • Kelenjar tiroid yang tidak terlalu aktif (hipotiroidisme)
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Anak-anak
  • Kehamilan dan menyusui

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan atropine pada pasien dengan kondisi medis seperti:

  • Asma atau gangguan pernapasan lainnya
  • Tekanan pada bola mata (glaukoma)
  • Pembesaran prostat
  • Masalah buang air kecil
  • Gangguan irama jantung
  • Penyakit hati atau ginjal
  • Lemahnya otot tubuh akibat gangguan otot dan saraf (myasthenia gravis)
  • Penyumbatan di saluran pencernaan (perut atau usus)
  • Gangguan hati dan ginjal
  • Menyusui jika diberikan secara injeksi intravena

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan atropine pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Perasaan pusing, seperti akan pingsan
  • Berdebar-debar di dada
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Penglihatan kabur
  • Sakit mata atau seperti melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu
  • Kesulitan menelan
  • Merasa gelisah atau bersemangat
  • Tremor, masalah dengan keseimbangan, atau gerakan otot
  • Peningkatan rasa haus
  • Kulit panas dan kering
  • Kelelahan
  • Ruam kulit yang parah

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi atropine dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Ipratropium, diphenhydramine, hydromorphone, haloperidol, dan promethazine
    Penggunaan atropine bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan efek samping, seperti kantuk, penglihatan kabur, mulut kering, kemerahan, penurunan keringat, kesulitan buang air kecil, kram perut, sembelit, detak jantung cepat, kebingungan, masalah memori, dan tekanan pada bola mata (glaukoma).

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/singapore/drug/info/atropine?mtype=generic
Diakses pada 31 Maret 2021

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/atropine.html
Diakses pada 31 Maret 2021

Michigan Medicine. https://www.mottchildren.org/health-library/d00174a1
Diakses pada 31 Maret 2021

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/atropine#drug-warnings
Diakses pada 31 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email