Berotec inhaler 200 dosis

17 Nov 2019| Anita Djie
Berotec inhaler 200 dosis untuk pengobatan serangan asma akut, pencegahan asma akibat olahraga, terapi simtomatik asma bronkial dan bronkitis obstruktif kronik.

Deskripsi obat

Berotec adalah obat yang diindikasikan penggunaannya pada asma akut dan masalah paru lainnya yang menyebabkan saluran napas menyempit. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Berotec mengandung zat aktif fenoterol hydrobromide.

Berotec inhaler 200 dosis
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 248.491/box (200 dosis) per September 2019
Kemasan1 inhaler @ 200 dosis
ProdusenBoehringer Ingelheim Indonesia

Indikasi (manfaat) obat

Pengobatan serangan asma akut, pencegahan asma akibat olahraga, terapi simtomatik asma bronkial dan bronkitis obstruktif kronik.

Komposisi obat

Tiap semprot: Fenoterol hydrobromide 100 mcg, ethyl alcohol 15,6 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Asma akut: 1 kali/hari.

  • Pencegahan asma yang di picu oleh aktivitas fisik: 1-2 kali/hari.
    • Maksimal: 8 kali/hari.

  • Asma bronkial: 1-2 kali/hari.
    • Maksimal: 8 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dihirup melalui mulut lalu dihembuskan.

Efek samping obat

  • Reaksi hipersensitivitas.
  • Kondisi kadar kalium yang terdapat di dalam darah rendah (hipokalemia).
  • Gugup.
  • Tremor.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Penyumbatan otot jantung (iskemia miokard).
  • Aritmia.
  • Jantung yang berdenyut cepat (takikardia).
  • Jantung terasa berdegup dengan kencang (palpitasi).
  • Gangguan pada otot bronkus (bronkospasme paradoks).
  • Batuk.
  • Iritasi tenggorokan.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Berkeringat secara berlebihan (hiperhidrosis).
  • Reaksi kulit.
  • Kejang otot.
  • Mialgia.
  • Kelemahan otot.
  • Peningkatan atau penurunan tekanan darah diastolik.

Perhatian Khusus

  • Gangguan jantung organik atau vaskular yang berat.
  • Tumor langka pada kelenjar adrenal (pheochromocytoma).
  • Segera hentikan pemakaian jika terjadi bronkospasme.
  • Adanya penyakit jantung berat.
  • Asma yang berat. Sesak (dispnea) akut yang dapat memburuk dengan cepat.
  • Pasien dengan penggunaan rutin yang berkepanjangan harus dievaluasi untuk penambahan atau peningkatan terapi anti-inflamasi.
  • Trimester pertama kehamilan dan laktasi.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Hipersensitivitas.
  • Penebalan otot jantung (kardiomiopati obstruksi hipertrofi).
  • Gangguan irama jantung dimana jantung berdetak di atas 100 denyut/menit (takiaritmia).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • β-mimetik.
  • Antikolinergik.
  • Derivat xantin.
  • Kortikosteroid.
  • Diuretik.
  • β-bloker.

Sesuai kemasan per September 2019.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/berotec/berotec?type=brief&lang=id
Diakses pada 30 September 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email