Citicoline

27 Apr 2021| Aby Rachman
Ditinjau oleh dr. Virly
Citicoline digunan untuk membantu mengatasi penyakit Alzheimer dan demensia

Citicoline digunan untuk membantu mengatasi penyakit Alzheimer dan demensia

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Beclov, Bralin, Brainact, Brainolin, Brinostar, Citicoline OGB Mersi, Cetivar, Cercul, Cholimed, Cibren, Futalin, Incelin, Lancolin, Neuciti, Neurolin, Nicobrain, RG-Choline, Simciti, Takelin, Zeufor

Deskripsi obat

Citicoline digunakan untuk membantu mengatasi demensia atau penurunan kemampuan daya ingat dan penyakit Alzheimer.

Penyakit Alzheimer merupakan penyakit otak yang biasanya terjadi pada pasien berusia 65 tahun ke atas. Penyakit ini dapat menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan berbicara, serta perubahan perilaku. 

Selain itu, citicoline dapat dikonsumsi atau diberikan melalui injeksi atau suntikan untuk meningkatkan penglihatan pada orang dengan tekanan pada bola mata (glaukoma) dan membantu pemulihan pasien stroke karena penyumbatan pembuluh darah (stroke ismekik).

Obat ini pun dapat digunakan untuk mengatasi kelainan saraf yang mempengaruhi gerak tubuh (penyakit Parkinson) dan kondisi otak lainnya.

Citicoline merupakan suplemen otak. Obat ini bekerja dengan melindungi dan mempertahankan fungsi otak, serta mengurangi jaringan yang rusak pada otak akibat cedera.  

Citicoline
GolonganKelas terapi: Nootropik dan neurotonik atau neurotrofik Klasifikasi obat: Vitamin saraf
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, injeksi
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori N: Keamanan penggunaan obat ini pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan citicoline adalah:

  • Sakit kepala
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak air. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama mengonsumsi bisoprolol. Hubungi dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Pusing
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda pusing.
  • Konstipasi (sembelit)
    Apabila mengalami sembelit, konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi dan minum banyak air. kemudian imbangi dengan berolahraga, misalnya berjalan kaki atau berlari setiap hari.
  • Diare
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu yang sering. Apabila terjadi tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, hubungi dokter Anda.
  • Mual
    Ketika merasa mual, hindari konsumsi makanan pedas. Konsumsilah makanan ringan. Minumlah obat ini setelah makan. Jika mual masih terjadi dan semakin parah, konsultasikan ke dokter.
  • Penglihatan kabur
    Beristirahatlah hingga penglihatan Anda normal. Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin
  • Kesulitan tidur (insomnia)
  • Nyeri dada
  • Kelelahan
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah normal (hipotensi)

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan citicoline pada kondisi:

  • Perdarahan dalam rongga kepala (intrakranial)
  • Kehamilan dan menyusui

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan citicoline pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap citicoline
  • Ketegangan otot tinggi dan menurunnya kemampuan otot (hipotonia) pada sistem saraf parasimpatis

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori N: Keamanan penggunaan citicoline pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika efek samping semakin parah atau memburuk dan mengganggu aktivitas.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Menggunakan citicoline dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Levodopa
    Penggunaan bersama citicoline akan memperkuat efek levodopa dalam mengatasi gejala penyakit Parkinson.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/citicoline
Diakses pada 12 Maret 2021

Drugs. https://www.drugs.com/npp/citicoline.html
Diakses pada 12 Maret 2021

Emedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/citicoline/vitamins-supplements.htm
Diakses pada 12 Maret 2021

RxList. https://www.rxlist.com/citicoline/supplements.htm
Diakses pada 12 Maret 2021

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1090/citicoline
Diakses pada 12 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email