Compraz Tablet 30 mg

22 Des 2020
Compraz tablet adalah obat untuk mengatasi produksi asam lambung yang berlebih.

Deskripsi obat

Compraz tablet adalah obat untuk mengatasi produksi asam lambung yang berlebih seperti tukak lambung atau tukak usus 12 jari. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Compraz tablet mengandung zat aktif lansoprazol.

Compraz Tablet 30 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaLansoprazol.
Kelas terapiAntasida.
Klasifikasi obatPenghambat Pompa Proton (PPI).
Kemasan1 box isi 2 strip @ 10 tablet (30 mg)
ProdusenCombiphar

Informasi zat aktif

Lansoprazol adalah agen antisekresi lambung benzimidazole tersubstitusi dan juga dikenal sebagai inhibitor pompa proton (PPI). Lansoprazol memblokir langkah terakhir dalam sekresi asam lambung dengan menghambat sistem enzim H + / K + -adenosine triphosphatase (ATPase).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, lansoprazol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Makanan menunda penyerapan dan mengurangi ketersediaan hayati sekitar 50-70%. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati 80% ke atas. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) kira-kira 1,5-2 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi: 15,7 ± 1,9 liter. Ikatan protein plasma: Sekitar 97%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara luas di hati melalui proses biokimia yang memasukan gugus hidroksil atau OH yang menyebabkan obat lebih mudah larut dalam air (hidroksilasi).
  • Ekskresi: Terutama melalui tinja (67%); urin (33%, 14-25% sebagai metabolit; 1% ke bawah sebagai obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-2 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Peradangan pada kerongkongan yang disebabkan akibat naiknya asam lambung menuju kerongkongan (refluks esofagitis).
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung jinak).
  • Luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum).

Lansoprazol bekerja dengan menurunkan jumlah asam yang diproduksi pada lambung, dengan menghalangi sistem di sel-sel perut yang disebut pompa proton. Pompa proton bekerja pada langkah akhir produksi asam. Ketika pompa proton tersumbat, maka produksi asam akan berkurang.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Luka pada dinding lambung dan usus: 30 mg/ hari. Untuk luka pada dinding usus dikonsumsi selama 2-4 minggu dan luka pada dinding lambung dikonsumsi selama 4-8 minggu.
  • Pencegahan luka yang disebabkan obat NSAID: 15-30 mg/hari.
  • Sindrom Zollinger-Ellison:
    • Dosis awal: 60 mg/hari. Dosis harian lebih dari 120 mg/hari harud diberikan dalam 2 dosis terbagi.
  • Refluks esofagitis:
    • Terapi: 30 mg/hari, dikonsumsi selama 4-8 minggu.
    • Pencegahan: 15 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 30 mg/hari.
  • Refluks gastroesofagus: 15 mg atau 30 mg/hari, dikonsumsi selama 4 minggu.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong.

Efek samping obat

  • Sakit perut.
    Cobalah untuk beristirahat dan rileks. Ini dapat membantu untuk makan dan minum perlahan dan makan lebih sedikit dan lebih sering. Menempatkan bantal panas atau botol air panas tertutup di perut Anda juga dapat membantu. Jika sakit semakin memburuk, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Kesulitan membuang air besar (konstipasi).
    Makan lebih banyak makanan berserat tinggi seperti buah segar dan sayuran dan sereal, dan minum banyak air. Cobalah berolahraga lebih teratur, misalnya, dengan berjalan kaki atau berlari setiap hari. Jika ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Minta apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama penggunaan lansoprazol. Segera hubungi dokter Anda jika mereka bertahan lebih dari satu minggu atau parah.
  • Merasa sakit.
    Mungkin membantu jika Anda tidak makan makanan terlalu banyak atau mengonsumsi makanan pedas saat Anda mengonsumsi lansoprazol.
  • Diare atau muntah.
    Minum banyak cairan sesering mungkin untuk menghindari dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi termasuk urin yang kurang dari biasanya atau mengeluarkan urin yang berbau kuat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Gatal dan ruam pada kulit.
    Cobalah untuk konsumsi obat alergi yang dapat Anda beli dari apotek.
  • Pusing atau lelah.
    Jika lansoprazol membuat Anda merasa pusing atau lelah, hentikan apa yang Anda lakukan dan duduk atau berbaring sampai merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda merasa lelah. Jangan minum alkohol karena akan membuat Anda merasa lebih buruk.
  • Mulut atau tenggorokan kering.
    Mengunyah permen karet bebas gula atau permen yang bebas gula.
  • Mual.
  • Nyeri pada otot dan sendi.
  • Ruam pada kulit.
  • Pasien yang mengalami pusing dan merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Biduran (urtikaria).
  • Kelelahan.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Rasa gatal pada sebagian atau seluruh tubuh.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki keganasan pada lambung.
  • Pasien dengan gangguan hati sedang hingga berat.
  • Pasien dengan faktor risiko penurunan penyerapan vitamin B12.
  • Pasien yang berisiko mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mengonsumsi obat rilpinavirin dan atazanavir.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Ketokonazol dan itrakonazol.
    Lansoprazol dapat mengurangi penyerapan lansoprazoll.
  • Obat diuretik.
    Penggunaan lanzoprazol dengan obat diuretik dapat meningkatkan risiko terjadinya hipomagnesemia.
  • Rilpivirin, ataznavir, dan nelfinavir.
    Lansoprazol dapat menurunkan konsentrasi obat tersebut dalam plasma.
  • Warfarin.
    Lansoprazol dapat meningkatkan waktu INR dan protombin.
  • Clopidogrel.
    Lansoprazol dapat menurunkan efektivitas clopidogrel.
  • Digoksin.
    Lansoprazol dapat meningkatkan eksposur digoksin.
  • Metotreksat dan takrolimus.
    Lansoprazol dapat meningkatkan konsentrasi obat di atas dalam plasma.
  • Teofilin.
    Lansoprazol dapat mengurangi konsentrasi serum teofilin.
  • Antasida dan sukralfat.
    Lansoprazol dapat mengurangi bioavailabilitas obat di atas.
  • Fluvoksamin.
    Lansoprazol dapat meningkatkan konsentrasi plasma dari fluvoksamin.
  • Rifampisin.
    Lansoprazol dapat menurunkan kadar serum rifampisin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dibawah 12 jam dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati 4 jam dari dosis berikutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Nyeri sendi yang disertai dengan ruam kulit merah, terutama di bagian tubuh yang terpapar sinar matahari, seperti lengan, pipi, dan hidung. Hal tersebut bisa jika Anda telah menggunakan lansoprazol dalam jangka panjang. Sakit perut yang semakin memburuk bisa menjadi pertanda hati meradang atau pankreas.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lansoprazole
Diakses pada 16 September 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/lansoprazole/
Diakses pada 16 September 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a695020.html
Diakses pada 16 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email