Corovit Kaplet

26 Jan 2021| Dea Febriyani
Corovit kaplete adalah suplemen untuk mengatasi kekurangan vitamin dan mineral.

Deskripsi obat

Corovit kaplet adalah suplemen untuk mengatasi kekurangan vitamin dan mineral pada penyakit akut dan kronik, kehamilan, menyusui, pemulihan kesehatan, anemia, atau keadaan dan penyakit lain. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli secara bebas. Corovit kaplet mengandung zat aktif vitamin A, vitamin D, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, niasinamida (vitamin B3), kalsium pantotenat, vitamin C, dan berbagai mineral.

Corovit Kaplet
Golongan ObatObat bebas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter.
Kandungan utamaVitamin A, vitamin D, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, niasinamida (vitamin B3), kalsium pantotenat (vitamin B5), vitamin C, dan mineral.
Kelas terapiSuplemen dan terapi penunjang.
Klasifikasi obatSuplemen.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet
ProdusenCoronet Crown

Informasi zat aktif

Vitamin A dibutuhkan untuk kesehatan fungsi dan perbaikan kulit, night vision, pemeliharaan kesehatan selaput lendir termasuk lambung dan paru-paru. Ini juga merupakan antioksidan yang mengurangi risiko kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas.

  • Absorpsi: Absorpsi GI bergantung pada keberadaan empedu dan ditingkatkan oleh lemak makanan.
  • Distribusi: betakaroten tidak berubah: Didistribusikan ke berbagai jaringan seperti lemak, kelenjar adrenal dan ovarium.
  • Metabolisme: 20-60% dimetabolisme menjadi retinol di dinding usus, dan sejumlah kecil diubah menjadi vitamin A di hati.

Vitamin B1 atau tiamin penting dalam pemecahan karbohidrat dari makanan menjadi produk yang diperlukan tubuh. Vitamin B1 ditemukan dalam makanan seperti sereal, biji-bijian, daging, kacang-kacangan, dan kacang polong.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B1 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di sebagian besar jaringan tubuh dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan tiamin diekskresikan dalam urin sebagai metabolit dan obat tidak berubah.

Vitamin B2 dibutuhkan untuk pemanfaatan energi dari makanan. Ini penting untuk respirasi jaringan normal. Itu juga diperlukan untuk aktivasi piridoksin dan konversi triptofan menjadi asam nikotinat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B2 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna bagian atas.
  • Distribusi: Tersebar luas, termasuk eritrosit dan hati. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Sekitar 9% diekskresikan dalam urin sebagai obat tidak berubah. Vitamin B6 penting untuk banyak proses dalam tubuh.

Niasinamida atau nikotinamida adalah turunan vitamin B3 yang termasuk ke dalam koenzim nicotinamide adenine dinucleotide (NAD) dan nicotinamide adenine dinucleotide phosphate (NADP), yang terlibat dalam beberapa jalur metabolisme seluler (misalnya respirasi jaringan, metabolisme lipid dan glikogenolisis) dan juga memiliki aktivitas anti peradangan (antiinflamasi) yang signifikan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B3 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) adalah 20-70 menit.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh. Memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi turunan N-methylnicotinamide, 2-pyridone dan 4-pyridone dan asam nikotinuric.
  • Ekskresi: Melalui urin (sebagai obat yang tidak berubah dan sebagai metabolit). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 45 menit.

Kalsium pantenat atau vitamin B5 yang larut dalam air, ditemukan di mana-mana pada tumbuhan dan jaringan hewan dengan sifat antioksidan. Pentothenate adalah komponen koenzim A (CoA) dan bagian dari vitamin B2 kompleks. Vitamin B5 merupakan faktor pertumbuhan dan penting untuk berbagai fungsi metabolisme, termasuk metabolisme karbohidrat, protein, dan asam lemak. 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B5 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh dan ASI.
  • Ekskresi: Sekitar 70% (diekskresikan tidak berubah dalam urin) dan 30% (feses). 

Vitamin B6 penting untuk banyak proses dalam tubuh. Vitamin B6 diperlukan untuk fungsi gula, lemak, dan protein yang tepat dalam tubuh. Ini juga diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak, saraf, kulit, dan banyak bagian tubuh lainnya. Vitamin B6 terjadi secara alami dalam makanan seperti daging, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, pisang, dan alpukat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B6 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dikonversi menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat, yang disimpan dan dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: asam 4-piridoksat dan metabolit aktif lainnya diekskresikan melalui urine.

Vitamin B12 diperlukan untuk fungsi dan perkembangan otak, saraf, sel darah, dan banyak bagian tubuh lainnya. Vitamin B12 merupakan vitamin esensial. Artinya tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk bekerja dengan baik. Vitamin B12 dapat ditemukan dalam makanan seperti daging, ikan, dan produk susu. Bisa juga dibuat di laboratorium. Ini sering dikonsumsi bersamaan dengan vitamin B lainnya. Vitamin B12 paling sering digunakan untuk kekurangan vitamin B12, suatu kondisi di mana kadar vitamin B12 dalam darah terlalu rendah, serta keracunan sianida dan tingginya kadar homosistein dalam darah (hiperhomosisteinemia).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B12 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mengikat faktor intrinsik yang disekresikan oleh mukosa lambung, melalui saluran GI secara aktif atau dengan difusi pasif.
  • Distribusi: Di dalam darah, terikat pada transcobalamin II (protein pembawa B-globulin spesifik), didistribusikan dan disimpan di hati dan sumsum tulang. Melintasi plasenta dan sejumlah kecil masuk ke dalam ASI.
  • Ekskresi: melalui empedu dengan daur ulang enterohepatik, melalui urin (sebagai B12 tidak terikat dan dalam fraksi kecil).

Vitamin C (asam askorbat) adalah vitamin yang larut dalam air, bertindak sebagai kofaktor dan antioksidan yang penting untuk perbaikan jaringan dan pembentukan kolagen dan bahan antar sel. Selain itu, asam askorbat terlibat dalam perubahan asam folat menjadi asam folinat, pembentukan lipid dan protein, metabolisme karbohidrat, penyerapan dan penyimpanan zat besi, dan respirasi sel.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin C diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Iktatan protein plasma sekitar 25%.
  • Metabolisme: Terjadi interaksi zat dengan molekul oksigen (oksidasi) secara reversibel menjadi asam dehidroaskorbat (DHA), beberapa dimetabolisme menjadi metabolit tidak aktif, askorbat-2-sulfat dan asam oksalat.
  • Ekskresi: Melalui urin (sebagai obat yang tidak berubah dan sebagai metabolit tidak aktif). Waktu paruh eliminasi adalah 10 jam.

Vitamin D adalah sterol yang larut dalam lemak, yang membantu pengaturan homeostasis kalsium dan fosfat serta mineralisasi tulang.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalsium dan vitamin D diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik di saluran pencernaan dengan adanya empedu.
  • Metabolisme: Mengalami hidroksilasi di hati dan ginjal untuk membentuk metabolit aktif, 1,25-dihidrokolekalsiferol.
  • Ekskresi: Vitamin D dan metabolit terutama diekskresikan di empedu dan feses.

Indikasi (manfaat) obat

Membantu mengatasi kekurangan vitamin dan mineral pada kondisi:

  • Pasien penderita penyakit akut dan kronik.
  • Masa kehamilan dan menyusui.
  • Masa pemulihan kesehatan.
  • Kekurangan sel darah merah (anemia) atau keadaan lainnya.

Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak dan dapat ditemukan di banyak buah-buahan, sayuran, telur, susu murni, mentega, margarin, dan daging. Vitamin A bermanfaat dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan normal pada anak, memperbaiki jaringan dan tulang, kulit, mata, dan kekebalan tubuh. Asupan vitamin A yang tidak mencukupi dapat menyebabkan kekurangan vitamin A yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan berupa rabun senja dan dapat meningkatkan risiko penyakit dan kematian akibat infeksi pada masa pertumbuhan, seperti campak dan diare.
Vitamin B1, vitamin B2, vitamin, B6, dan B12 membantu metabolisme, produksi energi, dan sistem peredaran darah dan saraf yang sehat.
Niasinamida atau vitamin B3 terlibat dalam mengubah lemak dan karbohidrat menjadi energi yang berguna untuk fungsi normal sistem saraf dan sistem pencernaan pada anak-anak serta membantu dalam memelihara kesehatan kulit pada anak-anak.
Vitamin D penting untuk kesehatan tulang dan otot serta membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfat dari makanan yang penting untuk kesehatan dan kekuatan tulang.
Kalsium pantotenat adalah garam kalsium dari asam pantotenat yang digunakan dalam suplemen makanan, karena lebih stabil daripada asam pantotenat (vitamin B5) yang diperlukan untuk membuat sel darah, dan membantu Anda mengubah makanan yang Anda makan menjadi energi.
Vitamin C dibutuhkan untuk perkembangan dan fungsi yang tepat dari banyak bagian tubuh dan memainkan peran penting dalam menjaga fungsi kekebalan yang tepat.
Mineral penting agar tubuh tetap sehat untuk menjaga tulang, otot, jantung, dan otak Anda bekerja dengan baik. Mineral juga penting untuk pembuatan enzim dan hormon. Kalsium membantu otot rileks dan berkontraksi, penting dalam fungsi saraf, pembekuan darah, pengaturan tekanan darah, kesehatan sistem kekebalan tubuh. Iodium membantu mengatur pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme. Besi merupakan bagian dari hemoglobin yang ditemukan di sel darah merah yang membawa oksigen ke dalam tubuh. Tembaga merupakan bagian dari banyak enzim yang dibutuhkan untuk metabolisme zat besi. Mangan juga merupakan komponen dari enzim metabolik lainnya dan diperlukan untuk produksi tulang yang sehat dan juga kolagen yang digunakan dalam penyembuhan luka. Zink penting untuk penyembuhan luka dan terlibat dalam banyak proses metabolisme karena merupakan bagian dari banyak enzim.

Komposisi obat

Vitamin:

Mineral:

  • Kalsium 100 mg.
  • Iodium 150 mg.
  • Besi 45 mg.
  • Tembaga 1 mg.
  • Mangan 1 mg.
  • Seng (Zink) 1,5 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1 kaplet/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan atau sesuai petunjuk dokter.

Efek samping obat

  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi yang lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu. Letakkan bantalan panas atau botol air panas tertutup di perut Anda juga dapat membantu.
  • Mual.
    Tanyakan apoteker Anda apakah Anda harus minum obat dengan makanan. Hindari makanan berlemak atau digoreng, yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan dapat meningkatkan risiko mual. Hindari berbaring telentang saat beristirahat dan minum obat sebelum tidur, karena tidur akan berpotensi mual.
  • Muntah.
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi yang ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Pusing.
    Baringkan tubuh Anda, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin.
  • Diare.
    Minumlah air di siang hari agar tetap terhidrasi. Usahakan untuk minum sekitar 2-3 liter (8-12 gelas) sehari saat Anda sakit.
  • Mulut kering.
    Ketika mulut kering, cobalah untuk mengonsumsi permen bebas gula atau permen karet bebas gula.
  • Reaksi alergi.
  • Warna urine berubah menjadi kuning-oranye.
  • Warna kulit berubah menjadi kuning-oranye.
  • Pasien yang merokok dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru jika mengonsumsi suplemen dengan kandungan beta karoten yang tinggi.
  • Lemah dan lelah.
  • Mengantuk.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Kram otot.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Kehilangan nafsu makan.

Cara penyimpanan obat

Simpan di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien penderita gangguan perut yang disebut penyakit gastroesophageal reflux (GERD).
  • Pasien dengan kondisi sensitif hormon seperti kanker payudara, kanker rahim, kanker ovarium, terbentuknya lapisan dinding rahim pada luar rahim (endometriosis) atau pertumbuhan sel tidak normal pada rahim yang bersifat non kanker (fibroid rahim).
  • Pasien yang mengalami ketidak suburan (infertilitas).
  • Pasien yang akan melakukan operasi.
  • Pasien penderita sirosis hati.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien penderita sindrom dimana tubuh sulit menyerap nutrisi (sindrom malabsorpsi).
  • Pasien gangguan ginjal.
  • Pasien dengan riwayat masalah perut.
  • Pasien penderita pengerasan arteri (aterosklerosis).
  • Pasien penderita jenis infeksi jamur (histoplasmosis).
  • Pasien dengan kadar kalsium yang tinggi dalam darah.
  • Pasien dengan kelenjar paratiroid yang terlalu aktif (hiperparatiroidisme).
  • Pasien penderita kelenjar getah bening (limfoma).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Beta karoten, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, vitamin B5.
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya.

Bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan corovit kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Niasinamida (vitamin B3) dan vitamin C.
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan curbion sirup pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gangguan pembekuan darah (hemofilia)
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pasien yang merokok.
  • Pasien dengan riwayat penyakit paru kronis asbestosis.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Golongan statin.
    Mengonsumsi beta karoten bersama obat golongan statin dapat menurunkan efektivitas beberapa obat yang digunakan untuk menurunkan kolesterol.
  • Niasin.
    Mengonsumsi beta karoten bersama niasin dapat menurunkan beberapa efek menguntungkan dari niacin.
  • Levodopa.
    Penggunaan levodopa bersama vitamin B1 dan vitamin B6 dapat mengurangi efek terapi dari levodopa.
  • Fenobarbital.
    Fenobarbital dapat meningkatkan kecepat vitamin B2 dipecah dalam tubuh.
  • Probenesid.
    Probenesid dapat meningkatkan jumlah vitamin B2 di dalam tubuh, sehingga mungkin menyebabkan terlalu banyak riboflavin di dalam tubuh.
  • Obat antikolinergik.
    Penggunaan antikolinergik ini dengan vitamin B2 dapat meningkatkan kadar riboflavin yang diserap dalam tubuh.
  • Altretamin.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat kemoterapi ini dapat mengurangi keefektifannya, terutama bila juga dikombinasikan dengan obat kemoterapi cisplatin.
  • Barbiturat.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat yang bertindak sebagai depresan sistem saraf pusat (barbiturat) dapat menurunkan durasi dan intensitas obat.
  • Aluminium karbonat, aluminium hidroksida,
    Jika Anda menderita penyakit ginjal, Anda mungkin perlu membatasi penggunaan aluminium karbonat. Penggunaan kronis aluminium karbonat atau obat lain yang mengandung aluminium dapat menyebabkan toksisitas pada pasien dengan penyakit ginjal lanjut karena gangguan kemampuan untuk membersihkan aluminium dari tubuh.
  • Sukralfat.
    Jika Anda memiliki penyakit ginjal, Anda mungkin perlu membatasi penggunaan sukralfat. Penggunaan kronis sukralfat atau obat lain yang mengandung aluminium dapat menyebabkan toksisitas pada pasien dengan penyakit ginjal lanjut karena gangguan kemampuan untuk membersihkan aluminium dari tubuh.
  • Amfetamin, benfetamin.
    Asam askorbat dapat mengurangi kadar obat di atas dalam darah yang dapat membuat obat kurang efektif dalam mengobati kondisi Anda.
  • Bortezomib.
    Suplemen yang mengandung asam askorbat atau vitamin C, dapat mengurangi keefektifan bortezomib dalam mengobati kanker Anda.
  • Deferoksamin.
    Menggunakan asam askorbat bersama dengan deferoksamine dapat menyebabkan masalah jantung dan katarak. Asam askorbat tidak boleh dimulai sampai setelah bulan pertama pengobatan deferoksamin.
  • Metamfetamin.
    Asam askorbat dapat mengurangi kadar metamfetamin dalam darah, yang dapat membuat obat kurang efektif dalam mengobati kondisi Anda.
  •  

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tinja berwarna hitam.
  • Mudah memar atau berdarah.
  • Mual dan muntah terus menerus.
  • Pembengkakan pada lengan atau kaki.
  • Tanda-tanda gangguan ginjal (seperti perubahan jumlah kencing), urin berwarna gelap.
  • Muntah yang menyerupai bubuk kopi.
  • Mata atau kulit menguning.
  • Ruam kulit.
  • Gatal atau bengkak terutama pada wajah, lidah, tenggorokan.
  • Pusing parah.
  • Kesulitan bernapas.
  • Kram otot.
  • Detak jantung tidak teratur.

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-965/thiamine-vitamin-b1
Diakses pada 21 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-957/riboflavin
Diakses pada 21 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6926/niacinamide-oral/details
Diakses pada 21 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5427/pyridoxine-vitamin-b6-oral/details
Diakses pada 21 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1010/cyanocobalamin-vitamin-b-12-oral/details
Diakses pada 21 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-964/vitamin-a
Diakses pada 21 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-929/vitamin-d
Diakses pada 21 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-853/pantothenic-acid-vitamin-b5
Diakses pada 21 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1001/vitamin-c-ascorbic-acid
Diakses pada 21 Oktober 2020

Michigan Medicine. https://www.uofmhealth.org/health-library/ta3912
Diakses pada 21 Oktober 2020

News Medical. https://www.news-medical.net/health/Minerals-and-health.aspx
Diakses pada 21 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email