Doxorubicin

Doxorubicin digunakan untuk mengobati berbagai macam jenis kanker seperti kanker payudara

Doxorubicin digunakan untuk mengobati berbagai macam jenis kanker seperti kanker payudara

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Doxorubicin, Adricin, Caelyx, Daxotel, Doxorubicin Actavis, Doxorubicin Dankos, Doxorubicin Ebewe, Doxorubicin Hydrochloride DBL, Doxorubicin Kalbe, Doxorubin Combiphar/Pharmachemie, Doxotil, Sandobicin, Taxoter

Deskripsi obat

Doxorubicin digunakan untuk mengobati berbagai macam jenis kanker, seperti kanker payudara, leukemia akut, kelenjar getah bening atau limfoma, serta kanker tulang, paru-paru, ovarium, kandung kemih, ginjal, persendian, dan jaringan lunak.

Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengobati neuroblastoma, yaitu kanker yang dimulai di sel saraf, dan tumor Wilms yang merupakan sejenis kanker ginjal. Kedua jenis kanker ini umumnya terjadi pada anak-anak.

Doxorubicin termasuk dalam golongan obat antrasiklin. Obat ini bekerja dengan cara memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker yang terdapat di dalam tubuh.

Doxorubicin
GolonganKelas terapi: Sitotoksik Klasifikasi obat: Antibiotik antrasiklin
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatSerbuk yang kemudian dilarutkan untuk injeksi
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan doxorubicin adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Kerontokan rambut
  • Penurunan jumlah sel darah putih dalam tubuh (leukopenia)
  • Penurunan jumlah trombosit dalam tubuh (trombositopenia)
  • Ruam kulit
  • Sakit kepala
  • Kesemutan
  • Merasa bingung
  • Kejang
  • Lesu

Perhatian Khusus

Beri tahu dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan doxorubicin pada:

  • Penderita penyakit hati parah
  • Penderita penyakit jantung
  • Penderita gagal jantung
  • Pasien yang menjalani terapi radiasi
  • Anak-anak
  • Pasien lanjut usia

Lakukan pemantauan fungsi jantung dan pemeriksaan hitung darah.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan doxorubicin pada pasien dengan kondisi:

  • Rendahnya sel darah merah akibat kemoterapi di masa lalu
  • Gangguan jantung parah
  • Riwayat serangan jantung dalam waktu dekat
  • Hamil dan menyusui
  • Bayi baru lahir

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri, lecet, atau luka pada kulit yang disuntik
  • Gangguan menstruasi
  • Mudah memar, pendarahan yang tidak biasa pada hidung, mulut, vagina, atau rektum, serta bintik-bintik ungu atau merah di bawah kulit
  • Penurunan jumlah sel darah putih dengan gejala demam, gusi bengkak, nyeri mulut, nyeri saat menelan, luka kulit, gejala pilek atau flu, batuk, dan kesulitan bernapas
  • Tanda-tanda masalah jantung, seperti, detak jantung cepat, sesak napas bahkan dengan aktivitas ringan, merasa sangat lemah atau lelah, dan bengkak di pergelangan kaki atau kaki

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti dengan obat lain.

Penggunaan doxorubicin dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Antibiotik, seperti aminoglikosida, steroid, aminofilin, dan propranolol
  • Streptozocin
    Kombinasi doxorubicin dengan streptozocin dapat menyebabkan toksisitas atau keracunan.
  • Merkaptopurin
    Penggunaan bersama merkaptopurin dapat menyebabkan kolestasis, yaitu melambat atau tersumbatnya aliran empedu dari hati, sehingga menyebabkan terjadinya penyakit hati.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/doxorubicin?mtype=generic
Diakses pada 19 Maret 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-7750/doxorubicin-intravenous/details
Diakses pada 19 Maret 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/doxorubicin.html
Diakses pada 19 Maret 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682221.html
Diakses pada 19 Maret 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_doxorubicin_adriamycin/drugs-condition.htm
Diakses pada 19 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email