Eperisone

27 Mei 2021| Dea Febriyani
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Eperisone digunakan untuk merelaksasi otot tegang dan kaku saat mengalami kejang otot

Eperisone digunakan untuk merelaksasi otot tegang dan kaku saat mengalami kejang otot

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Eprinoc, Epsonal, Estalex, Forelax, Forres, Gasogal, Myobat, Myonal, Myori, Perilax, Permyo, Rizonax, Simnal, Zonal

Deskripsi obat

Eperisone digunakan untuk merelaksasi otot yang tegang dan kaku, serta meredakan nyeri saat mengalami kejang otot. Kejang pada otot dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti nyeri otot dan kekakuan pada leher.

Eperisone termasuk ke dalam obat golongan relaksan otot. Obat ini bekerja dengan melemaskan otot rangka dan otot polos pembuluh darah. Dengan begitu, kekakuan dan kelemahan otot akibat kelainan genetik langka (myotonia congenita) berkurang, sirkulasi membaik, dan nyeri mereda.

Selain itu, zat aktif eperisone juga digunakan untuk vasodilatasi atau memperlebar pembuluh darah dan mengurangi rasa sakit pada otot.

Eperisone (Eperison)
Golongan

Kelas terapi : Relaksan otot. Klasifikasi Obat : Relaksan otot kerja sentral.

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori N: Keamanan penggunaan obat ini pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui.

Dosis obat

Dewasa: 50 mg sebanyak 3 kali/hari.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Oral
Kejang otot

  • Dewasa: 50 mg sebanyak 3 kali/hari

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama dengan makanan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian eperisone, antara lain:

  • Pusing.
    Apabila eperisone membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk hingga merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau menggunakan mesin jika merasa pusing.
  • Mengantuk.
    Bila Anda mengalami mengantuk beristirahatlah, hindari mengemudi kendaraan dan menjalankan mesin.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Gangguan berkemih.
  • Gangguan gemetar yang tidak dapat terkendali.
  • Gangguan hati dan ginjal.
  • Perubahan sistem darah.
  • Kemerahan kulit.
  • Kelemahan.
  • Gatal.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan eperisone pada kondisi:

  • Penderita gangguan hati
  • Kehamilan

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap eperisone
  • Menyusui

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori N: Keamanan penggunaan eperisone HCl pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini jika gejala berlanjut lebih dari 10 hari atau terjadi reaksi alergi, seperti kemerahan pada kulit.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Eperisone dapat mengalami interaksi dengan obat:

  • Metokarbamol dan tolperisone HCl
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan gangguan fokus mata.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email