Ethambutol

Ditinjau oleh dr. Virly
Ethambutol digunakan untuk mengobati penyakit tuberkulosis

Ethambutol digunakan untuk mengobati penyakit tuberkulosis

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Santibi, Tibitol, Arsitam, Corsabutol, Ethambutol Kimia Farma, Kalbutol, Bacbutol, Ethambutol Indo Farma, Etibi, Tibigon

Deskripsi obat

Ethambutol digunakan untuk mengobati penyakit tuberkulosis atau TBC. Penyakit tuberkulosis disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan penderitanya melalui batuk dan bersin, atau saat berbicara. Gejala TBC adalah batuk berdahak atau terkadang batuk berdarah selama lebih dari tiga minggu.

Bakteri penyebab tuberkulosis tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang tulang, usus, atau kelenjar.

Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antituberkulosis yang bekerja dengan cara memperlambat dan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab tuberkulosis. Ethambutol dapat digunakan bersama obat lain, seperti isoniazid (INH), pyrazinamide, atau rifampicin.

Ethambutol (Etambutol)
GolonganKelas terapi: Antituberkulosis
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, kaplet
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan ethambutol adalah:

  • Sakit kepala
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Jika efek samping ini terasa mengganggu, mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah
  • Peradangan pada saraf optik atau saraf penghubung mata ke otak (neuritis optik) yang dapat menyebabkan sakit mata dan gangguan penglihatan, seperti kaburnya penglihatan, buta warna merah atau hijau, dan kehilangan penglihatan
  • Pusing
  • Peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia)
  • Masalah dengan saraf perifer atau saraf tepi
  • Kelemahan
  • Mati rasa dan rasa terbakar atau kesemutan pada tangan atau kaki
  • Gangguan usus, seperti rasa mual atau muntah dan sakit perut
  • Kemerahan (ruam) atau gatal-gatal
  • Kulit gatal (pruritus)
  • Penurunan jumlah trombosit atau sel darah putih dalam darah (trombositopenia atau neutropenia)

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan ethambutol pada:

  • Lansia
  • Anak berusia 5 tahun ke bawah
  • Pasien dengan penurunan fungsi ginjal
  • Pasien dengan penyakit mata, misalnya peradangan atau inflamasi mata, katarak, dan gangguan mata akibat kencing manis atau diabetes (retinopati diabetik)
  • Ibu hamil dan menyusui

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan ethambutol pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap golongan ethambutol
  • Penglihatan yang buruk
  • Peradangan pada saraf optik (neuritis optik), yaitu saraf yang menghubungkan mata ke otak

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan ethambutol pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan ethambutol dan hubungi dokter jika Anda memiliki masalah dengan salah satu atau kedua mata, seperti:

  • Penglihatan kabur atau kesulitan fokus
  • Kehilangan penglihatan di salah satu mata yang berlangsung satu jam atau lebih
  • Peningkatan kepekaan mata terhadap cahaya
  • Kehilangan penglihatan warna
  • Nyeri jika menggerakkan mata
  • Nyeri di belakang mata

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi ethambutol dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, meliputi:

  • Vaksin
    Penggunaan bersama antibiotik seperti ethambutol dapat menurunkan efektivitas vaksin.
  • Leflunomide, lomitapide, mipomersen, pexidartinib, dan teriflunomide
    Obat-obatan di atas dapat menyebabkan masalah hati dan menggunakannya bersama obat lain yang juga dapat memengaruhi hati seperti ethambutol akan meningkatkan risiko gangguan hati.
  • Vigabatrin
    Penggunaan vigabatrin bersama ethambutol dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko efek samping serius, seperti kehilangan penglihatan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ethambutol?mtype=generic
Diakses pada 16 April 2021

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/ethambutol.html
Diakses pada 16 April 2021

Netdoctor. https://www.netdoctor.co.uk/medicines/infection/a6684/ethambutol/
Diakses pada 16 April 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email