Hufagripp TMP suspensi 60 ml

27 Nov 2019| Maria Yuniar
Hufagripp TMP adalah obat untuk meringankan nyeri ringan sampai sedang dan menurunkan demam.

Deskripsi obat

Hufagrip TMP adalah obat yang digunakan untuk meringankan nyeri ringan sampai sedang dan menurunkan demam. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas dengan kandungan ibuprofen sebagai zat aktifnya.

Hufagripp TMP suspensi 60 ml
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HETRp 16.831/botol (60 ml) per November 2019.
Kemasan1 botol @ 60 ml
ProdusenGratia Husada Farma

Indikasi (manfaat) obat

Komposisi obat

Tiap 5 ml: Ibuprofen micronized 100 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.

  • Anak-anak:
    • 2 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.
    • 3-7 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.
    • 8-12 tahun: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Konstipasi.
  • Nyeri lambung.
  • Ruam kulit.
  • Penyempitan bronkus (bronkospasme).
  • Penurunan jumlah sel pembeku darah (trombositopenia).
  • Penurunan jumlah sel limfosit (limfopenia).

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat penyakit saluran cerna bagian atas.
  • Pasien gangguan fungsi ginjal karena eliminasi utamanya melalui ginjal.
  • Pasien gagal jantung.
  • Pasien tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penyakit lain yang mengakibatkan retensi cairan tubuh.
  • Pasien gangguan pembekuan darah.
  • Pasien asma karena dapat menyebabkan penyempitan bronkus.
  • Pasien penderita penyakit lupus eritematosus sistematik.
  • Wanita hamil trimester pertama dan ibu menyusui.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita asam lambung yang berlebihan (ulkus peptikum) atau tukak lambung dan duodenum yang berat dan aktif.
  • Pasien dengan riwayat hipersensitif terhadap ibuprofen dan anti-inflamasi non steroid yang lainnya.
  • Pasien penderita gejala asthma, rinitis, biruran (urtikaria) bila menggunakan aspirin atau obat anti-inflamasi.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Sesuai kemasan per November 2019.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email