Lactulose

02 Mar 2021| Aby Rachman
Ditinjau oleh dr. Virly
Lactulose digunakan untuk mengatasi kesulitan buang air besar (konstipasi)

Lactulose digunakan untuk mengatasi kesulitan buang air besar (konstipasi)

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Constipen, Constuloz, Duphalac, Dulcolactol, Graphalac, Lactofid, Lactulax, Lactulose, Lacons, Opilax, Pralax

Deskripsi obat

Lactulose digunakan untuk mengatasi kesulitan buang air besar atau konstipasi. Obat ini juga digunakan untuk membantu mengobati penyakit hati parah, yang disebut ensefalopati hepatik.

Lactulose adalah gula sintetis atau buatan manusia yang digunakan untuk mengatasi sembelit. Obat ini akan dipecah atau dirusak di usus besar menjadi produk yang dapat menarik air ke dalam usus. Air inilah akan melunakkan feses agar lebih mudah dikeluarkan.

Selain itu, lactulose juga digunakan untuk mengurangi jumlah amonia dalam darah pada pasien penderita penyakit hati. Kadar amonia yang tinggi dapat menyebabkan ensefalopati portal-sistemik.

Dalam mengatasi tingginya kadar amonia, obat ini akan menarik amonia dari darah ke usus besar. Usus besar kemudian mengeluarkan amonia melalui feses.

Lactulose (Laktulosa)
GolonganKelas terapi : Obat pencahar (laksatif).
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatSirup
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Oral
Konstipasi (kesulitan buang air besar)

  • Anak-anak: 1,5–3 ml/kgBB/hari, dapat dibagi menjadi dua dosis. Dosis maksimal sebanyak 60 ml/hari.
  • Dewasa: Dosis awal sebanyak 15–30 ml (10–20 g)/hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi. Dosis dapat ditingkatkan hingga 45 ml atau 40 g/hari sesuai respons. Dosis maksimal sebanyak 60 ml/hari.

Ensefalopati Hepatik

  • Bayi: 2,5–10 ml/hari dibagi dalam 3–4 dosis
  • Anak-anak dan remaja: 40–90 ml/hari dibagi dalam 3–4 dosis
  • Dewasa: 90-150 ml (60–100 g)/hari dibagi dalam 3 dosis, disesuaikan sesuai kebutuhan untuk menghasilkan 2-3 kali feses lunak/hari

Aturan pakai obat

Dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Konsumsi bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan. Dapat diencerkan dengan air, susu, atau jus buah untuk meningkatkan rasa.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian lactulose, antara lain:

  • Diare
    Minum banyak cairan untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi, yaitu buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau air seni berbau tajam. Mengurangi dosis lactulose juga dapat membantu mengatasi diare. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Perut kembung
    Minum laktulosa di antara waktu makan, bukan sebelum atau sesudahnya. Hindari makanan yang mengandung gas, seperti lentil, kacang-kacangan, dan bawang bombay. Makanlah lebih sedikit, tetapi lebih sering. Jangan lupa berolahraga secara teratur.
  • Mual
    Cobalah minum lactulose bersama makanan, atau campur obat dengan air atau jus buah.
  • Muntah
    Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit perut
    Cobalah istirahat dan rileks. Makan dan minum secara perlahan dan makan lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi gejala. Anda juga bisa mengompres perut dengan handuk hangat atau botol berisi air panas. Jika Anda sangat kesakitan, bicarakan dengan apoteker atau dokter Anda.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, serta obat-obatan lain yang sedang dikonsumsi, terutama antibiotik dan antasida.

Hati-hati menggunakan lactulose pada kondisi:

  • Diabetes
  • Radang usus kronis (penyakit Crohn)
  • Hamil dan menyusui
  •  
  • Beri tahu dokter mengenai 

Hindari penggunaan bersama obat-obatan laksatif lainnya. Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Jangan didinginkan atau dibekukan. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Alergi terhadap lactulose
  • Gangguan dalam mencerna galaktosa (galaktosemia)
  • Pasien dengan diet rendah galaktosa
  • Penyumbatan saluran cerna
  • Perforasi saluran cerna atau adanya risiko luka pada saluran pencernaan

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Berhenti menggunakan laktulosa dan segera beri tahu dokter jika Anda mengalami diare yang parah atau berkelanjutan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Lactulose dapat mengalami interaksi dengan obat:

  • Antasida, neomisin, atau obat antiinfeksi
    Lactulose dapat menurunkan penyerapan obat di atas, sehingga mengurangi efektivitas antasida dalam menurunkan asam lambung dan neomisin dalam mengatasi infeksi.
  • Glutamin
    Lactulose dapat mengurangi efek obat glutamin, sehingga obat tersebut tidak dapat bekerja efektif.
  • Glikosida jantung
    Lactulose dapat meningkatkan efek glikosida jantung, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti sakit kepala, depresi, dan gangguan pernapasan.
  • Tiazid, steroid, dan amfoterisin B
    Penggunaan lactulose dengan obat di atas dapat menyebabkan penurunan kadar kalium hingga di bawah normal (hipokalemia).

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lactulose?mtype=generic
Diakses pada 4 Februari 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/lactulose/
Diakses pada 4 Februari 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/lactulose-oral-solution#about
Diakses pada 4 Februari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_lactulose/drugs-condition.htm
Diakses pada 4 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682338.html
Diakses pada 4 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3367-7202/lactulose-oral/lactulose-liver-oral-rectal/details
Diakses pada 4 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/lactulose.html
Diakses pada 4 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email