Infeksi

Abses Hati Piogenik

Diterbitkan: 18 Nov 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Abses Hati Piogenik
Abses hati piogenik dapat mengganggu fungsi hati dalam membuang racun dari tubuh
Abses hati piogenik adalah kantong nanah di hati yang muncul karena infeksi bakteri. Nanah merupakan cairan yang terdiri dari sel darah putih dan sel mati, yang terbentuk saat tubuh sedang melawan infeksi.Dalam kasus abses hati piogenik, nanah tidak mengalir dari tempat infeksi, melainkan terkumpul dalam kantong dalam hati.Infeksi bakteri pemicu abses hati piogenik bisa berupa penyebaran infeksi dari organ lain di perut. Misalnya, kantong empedu, saluran empedu, usus, atau usus buntu.Selain dari organ dalam perut, infeksi dari bagian lain tubuh juga dapat menyebar ke hati lewat pembuluh darah dan membentuk abses hati piogenik. Terlebih lagi, infeksi bakteri pun bisa terjadi setelah operasi atau cedera pada hati.Abses biasanya disertai dengan pembengkakan dan peradangan di bagian sekitarnya. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan bengkak di perut.Abses hati piogenik termasuk kondisi yang harus segera ditangani karena bisa berakibat fatal jika dibiarkan. 
Abses Hati Piogenik
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaDemam, muntah, nyeri perut kanan atas
Faktor risikoDiabetes, penyakit hati, dan penyakit empedu
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan pencitraan
PengobatanDrainase abses, obat-obatan, operasi
ObatAntibiotik
KomplikasiSepsis, peritonitis, empiema
Kapan harus ke dokter?Nyeri perut hebat, penurunan kesadaran
Gejala abses hati piogenik umumnya meliputi:
  • Demam
  • Muntah
  • Sakit perut kanan atas
  • Urine berwarna gelap
  • Penurunan berat badan yang mendadak 
  • Tinja berwarna keputihan atau abu-abu, seperti dempul
  • Diare
  • Nyeri dada kanan bawah
  • Penurunan nafsu makan
  • Kulit yang kuning
  • Mudah lelah
Keluhan penyakit ini bisa sulit dikenali karena cenderung mirip dengan gejala radang kandung empedu atau infeksi yang luas. Karena itu, penderita harus waspada. 
Penyebab abses hati piogenik meliputi:
  • Penyakit empedu
  • Infeksi perut, seperti radang usus buntu dan divertikulitis
  • Infeksi pada saluran empedu
  • Trauma pada hati karena kecelakaan atau cedera
  • Kanker pankreas
  • Infeksi darah atau septikemia
  • Kanker usus besar
  • Bakteri keluar dari usus buntu yang pecah dan membentuk abses
 

Faktor risiko abses hati piogenik

Beberapa faktor di bawah ini dianggap dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami abses hati piogenik:
Riset dari Clinical Infectious Diseases menunjukkan bahwa pengidap diabetes memiliki risiko 3,6 kali lipat untuk mengalami abses hati piogenik. Pasalnya, mereka lebih rentan terhadap infeksi. 
Diagnosis abses hati piogenik dapat dilakukan dengan:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan menanyakan faktor risiko yang dimiliki.
  • Pemeriksaan fisik

Pada pemeriksaan fisik, dokter akan mengecek ada tidaknya gejala demam, nyeri ulu hati, dan pembesaran hati. Dokter juga dapat mendeteksi adanya penurunan suara napas serta perubahan warna kulit menjadi kuning.
  • Pemeriksaan laboratorium

Pemeriksaan ini umumnya berupa tes darah lengkap dan tes fungsi hati. Namun bila perlu, dokter juga dapat menganjurkan kultur darah atau kultur cairan abses guna mendeteksi bakteri penyebab abses hati piogenik.
  • Rontgen dada

Rontgen dada dapat mendeteksi ada tidaknya penumpukan cairan pada pleura (lapisan paru-paru). Kondisi dapat ditemukan pada sebagian kasus abses hati piogenik.
  • USG perut

Pemeriksaan pencitraan ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan abses.
  • CT scan

Pemeriksaan CT scan sering disertai dengan pemberian cairan kontras lewat pembuluh darah vena, untuk menemukan dan mengukur abses.
  • Scan radionuklida

Pada beberapa kasus, scan dengan zat radioaktif dapat dilakukan dengan tujuan mendeteksi keberadaan penyakit hati.
  • Aspirasi cairan abses

Aspirasi atau pengambilan sampel cairan abses melalui jarum atau kateter ini bertujuan menentukan penyebab abses hati piogenik. 
Cara mengobati abses hati piogenik umumnya dilakukan dengan metode di bawah ini:
  • Drainase abses

Drainase abses diperlukan untuk mengeluarkan nanah. Prosedur ini dapat dilakukan dengan metode subkutan dan operasi. Namun cara operasi sudah jarang dianjurkan.Pada drainase abses subkutan, dokter akan memasukkan jarum dan menempatkan kateter ke dalam abses untuk mengeluarkan nanah.
  • Obat-obatan

Pemberian obat-obatan antibiotik menjadi alternatif penanganan bila drainase abses tidak bisa dilaksanakan. Misalnya karena kondisi pasien yang terlalu lemah atau jumlah abses lebih dari satu.Konsumsi obat antibiotik biasanya dilakukan untuk jangka waktu panjang dan dokter akan meminta pasien untuk rutin memeriksakan diri. Dengan ini, dokter dapat memantau kondisinya serta mendeteksi risiko komplikasi.Di samping itu, penggunaan antibiotik juga bisa dilakukan bersamaan dengan drainase abses.
  • Operasi

Operasimenjadi pilihan apabila pasien mengalami gejala peritonitis, kegagalan drainase abses, serta memiliki abses dengan dinding tebal dan nanah yang kental. 

Komplikasi abses hati piogenik

Bila terus dibiarkan, abses hati piogenik dapat memicu komplikasi berupa:
  • Sepsis, yakni penyebaran infeksi ke pembuluh darah
  • Empiema, yakni penumpukan nanah pada lapisan paru-paru
  • Pecahnya abses yang menyebabkan peritonitis, yakni peradangan pada lapisan peritoneum yang melapisi rongga perut
  • Endoftalmitis, yakni peradangan berat pada bola mata akibat infeksi
 
Pada kebanyakan kasus, abses hati piogenik tidak dapat dicegah. Namun pengobatan infeksi perut serta infeksi lainnya dengan cepat dan tepat dapat menjadi salah satu cara mencegah abses hati piogenik. 
Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami kondisi-kondisi berikut:
  • Nyeri perut yang berat
  • Linglung atau penurunan kesadaran
  • Demam tinggi yang tidak kunjung turun
Jika mengalami abses hati piogenik dan muncul gejala baru selama atau setelah pengobatan, Anda juga perlu kembali ke dokter. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Minta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala mulai terasa?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait abses hati piogenik?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis abses hati piogenik. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/pyogenic-liver-abscess
Diakses pada 21 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/abscess
Diakses pada 21 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000261.htm
Diakses pada 21 Desember 2018
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/188802-overview#a7
Diakses pada 18 November 2020
Fair View. https://www.fairview.org/sitecore/content/Fairview/Home/Patient-Education/Articles/English/u/n/d/e/r/Understanding_Liver_Abscess_90738
Diakses pada 18 November 2020
Hindawi. https://www.hindawi.com/journals/crigm/2018/9509356/
Diakses pada 18 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email