Perut

Amebiasis (Disentri Amoeba)

Diterbitkan: 30 Dec 2020 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Amebiasis (Disentri Amoeba)
Amebiasis disebabkan oleh Entamoeba histolytica
Amebiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit amuba. Adapun amuba pemicu kondisi ini bernama Entamoeba histolytica.      Amoeba merupakan mikroba bersel tunggal yang bergerak dengan mengubah bentuknya. Mikroba ini sering ditemukan dalam makanan dan air yang telah tercemar kotoran manusia.Amoeba tersebut dapat berkembang biak dengan lancar pada sebagian besar wilayah Asia, Afrika, Amerika Tengah, Meksiko, dan Amerika Selatan. Terutama di wilayah dengan kebersihan yang tidak terjaga.Meski kadang tak menimbulkan masalah kesehatan yang serius, bukan berarti amebiasis bisa dianggap enteng. Dalam kasus tertentu, penyakit ini bisa menyebar ke organ lain.Masa inkubasi untuk infeksi E. histolyca berkisar antara 2-4 minggu. Tapi jangka waktu ini juga bisa bervariasi, dari beberapa hari hingga beberapa tahun.Amebiasis akan menjadi lebih parah jika dialami oleh usia bayi, kalangan lanjut usia (lansia), dan orang yang mengonsumsi kortikosteroid.Nama lain dari penyakit amebiasis ini adalah disentri amuba. Disentri merupakan infeksi pada usus yang menyebabkan diare. Diare akibat disentri umumnya mengandung darah atau lendir. 
Amebiasis (Disentri Amoeba)
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaKram perut, diare, kentut berlebihan
Faktor risikoTinggal atau bepergian ke area dengan sanitasi buruk, berhubungan seks sesama pria 
Metode diagnosisPemeriksaan feses, tes darah, USG
PengobatanObat-obatan
ObatMetronidazole
KomplikasiAbses hati, mual, infeksi menyebar ke organ lain
Kapan harus ke dokter?Diare berdarah atau berlendir, diare lebih dari dua minggu, sakit perut
Sebagian besar penderita amebiasis umumnya tidak bergejala alias asimtomatik. Namun jika ada, keluhannya bisa terasa ringan atau berat.

Gejala amebiasis yang ringan

  • Kram perut
  • Diare
  • Kentut berlebihan
  • Nyeri anus saat buang air besar (BAB)
  • Berat badan turun tanpa sebab

Gejala amebiasis yang parah

 
Penyebab amebiasis adalah masuknya parasit Entamoeba histolytica atau telurnya melalui mulut. Infeksi ini bisa menular dari orang yang terinfeksi melalui tinja atau dari penderita yang tidak mencuci tangan dengan bersih setelah ke toilet.Tangan yang mengandung parasit kemudian memegang makanan yang mungkin dikonsumsi oleh orang lain.Selain itu penularan amebiasis juga mungkin terjadi pada kondisi-kondisi di bawah ini:Melalui permukaan benda yang telah tercemar, misalnya karena disentuh oleh tangan penderita amebiasis.
  • Mengonsumsi air, sayur, buah mentar yang sudah terkontaminasi
  • Melakukan seks oral atau seks anal tanpa kondom dengan penderita
 

Faktor risiko amebiasis

Terdapat sejumlah faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalamo amebiasis. Faktor-faktor risiko ini antara lain:
  • Bepergian ke wilayah dengan tingkat kebersihan yang buruk
  • Tinggal di wilayah dengan sanitasi buruk
  • Pria yang berhubungan seks dengan sesama pria tanpa kondom
  • Anak-anak dan usia tua
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Mengonsumsi alkohol
  • Mengidap kanker
  • Mengalami malnutrisi
  • Wanita yang sedang hamil
  • Menggunakan obat kortikosteroid untuk menekan sistem imun
 
Dokter dengan menanyakan mengenai gejala dan faktor risiko pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada bagian yang sakit, misalnya perut pasien.
  • Pemeriksaan sampel tinja

Dokter akan meminta pasien untuk menyerahkan sampel tinja untuk diperiksa di bawah mikroskop dan mendeteksi ada tidaknya kista E. histolytica.
  • Tes darah

Tes darah bisa dilakukan untuk mengecek fungsi ginjal dan membantu dalam menentukan ada tidaknya amuba yang merusak hati.
  • USG dan CT scan

Ketika parasit telah menyebar di luar usus, sumber penyakit ini mungkin tidak lagi ditemukan dalam tinja pasien. Maka dari itu, dokter akan melakukan ultrasonografi (USG) atau CT scan guna mengecek ada tidaknya kelainan pada hati pasien.
  • Biopsi hati

Jika ada kelainan yang terdeteksi, dokter dapat melakukan biopsi hati untuk melihat ada tidaknya abses dalam hati pasien. Abses hati merupakan komplikasi serius dari amebiasis.
  • Kolonoskopi

Kolonoskopi dapat dilakukan guna mencari keberadaan parasit di usus besar. 
Cara mengobati amebiasis dilakukan dengan mengonsumsi obat antibiotik. Konsumsi obat ini tidak boleh sembarangan dan harus dengan resep dokter.Jika pasien tidak mengalami gejala, antibiotik yang dikonsumsi hanya satu jenis. Namun bila bergejala, dokter bisa meresepkan dua jenis antibiotik sekaligus.Konsumsi antibiotik pada penderita amebiasis tanpa komplikasi umumnya berlangsung  selama 10 hari. Metronidazole merupakan jenis antibiotik yang biasanya diberikan oleh dokter.Dokter juga mungkin akan meresepkan obat lain bagi pasien yang mengalami mual yang tidak terkendali.Jika parasit terdapat pada jaringan usus, penanganan amebiasis tidak hanya sebatas pada pembasmian parasit dalam tubuh. Dokter juga perlu mengatasi kerusakan pada organ yang terinfeksi.Operasi pun mungkin dianjurkan apabila usus besar atau jaringan peritoneum (rongga perut) pasien mengalami perforasi (kebocoran). 

Komplikasi amebiasis

Jika terus dibiarkan tanpa penanganan, amebiasis dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Abses hati
  • Mual-mual, terutama karena efek samping obat
  • Penyebaran parasit melalui darah hingga ke hati, paru-paru, otak, atau organ lain
 
Cara mencegah amebiasis dapat Anda lakukan dengan cara-cara di bawah ini:
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir, terutama setelah ke toilet, mengganti popok bayi, serta sebelum menyentuh makanan
  • Membersihkan kamar mandi atau toilet secara rutin
  • Tidak saling meminjamkan barang-barang pribadi, seperti handuk
  • Mencuci bersih bahan-bahan makanan, khususnya sayur dan buah
  • Memasak makanan hingga benar-benar matang
  • Jika memanaskan makanan dengan microwave, usahakan suhunya minimal 75 derajat Celsius atau sesuai petunjuk pada kemasan
  • Jangan mengonsumsi makanan mentah, terutama sayur dan buah yang tidak dikupas
  • Memasak air hingga mendidih selama beberapa saat sebelum dikonsumsi
  • Bila mengonsumsi air minum dalam kemasan, pastikan segelnya masih utuh dan tidak rusak
  • Sebisa mungkin, tidak membeli dan mengonsumsi minuman yang mengandung es batu
 
Periksakan diri ke dokter jika Anda memiliki gejala-gejala di bawah ini:
  • Diare dengan darah atau lendir
  • Diare lebih dari dua minggu
  • Sakit perut, terutama di perut kanan atas
  • Demam
  • Perut yang bengkak
  • Dehidrasi
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang  dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait amebiasis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis amebiasis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
CDC. https://www.cdc.gov/parasites/amebiasis/
Diakses pada 27 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/amebiasis#diagnosis
Diakses pada 27 Desember 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000298.htm
Diakses pada 27 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/amebiasis-overview#2-9
Diakses pada 27 Desember 2019
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/212029-treatment#d1
Diakses pada 24 April 2019
The Nemours Foundation. https://kidshealth.org/en/parents/amebiasis.html
Diakses pada 24 April 2019
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/gastrointestinal-amebiasis-a-to-z
Diakses pada 26 April 2019
Victoria State Department of Health & Human Services. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/gastroenteritis-amoebiasis
Diakses pada 26 April 2019
South Dakota Department of Health. https://doh.sd.gov/diseases/infectious/diseasefacts/amebiasis.aspx
Diakses pada 26 April 2019
Science News for Student. https://www.sciencenewsforstudents.org/article/scientists-say-amoeba
Diakses pada 30 Desember 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/dysentery/
Diakses pada 30 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email