Penyakit Lainnya

Anemia Sideroblastik

10 Nov 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Anemia Sideroblastik
Sideroblastic anemia atau anemia sideroblastik adalah kondisi yang terjadi ketika zat besi dalam sel darah merah, tidak digunakan secara efektif dalam memproduksi hemoglobin. Hemoglobin merupakan protein yang membantu sel darah merah untuk menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh.Tanpa oksigen yang cukup, organ-organ (seperti otak, jantung, dan hati) tidak mampu berfungsi dengan baik. Akibatnya, gejala dan masalah kesehatan jangka panjang bisa terjadi.Jenis anemia ini menyebabkan zat besi menumpuk di sel darah merah dan memberikan tampilan seperti cincin (sideroblast) di sekitar inti sel. 

Jenis-jenis anemia sideroblastik

Anemia ini dterbagi dalam tiga jenis berikut:
  • Anemia sideroblastik genetik

Anemia sideroblastik genetik diturunkan dalam keluarga. Gejalanya biasa baru muncul saat pasien dewasa.
  • Acquired sideroblastic anemia

Acquired sideroblastic anemia muncul karena seseorang mengalami paparan racun, kekurangan nutrisi, atau gangguan kesehatan lain. Tanda-tanda anemia ini umumnya mulai muncul setelah seseorang berusia 65 tahun.
  • Anemia sideroblastik idiopatik

Penyebab anemia jenis ini umumnya tidak diketahui. 
Anemia Sideroblastik
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaLelah, lemah, kulit pucat
Faktor risikoPria, faktor keturunan
Metode diagnosisTes darah lengkap, biopsi sumsum tulang
PengobatanObat-obatan, transplantasi tulang
ObatObat desferrioksamin, suplemen zat besi, vitamin B6
KomplikasiSirosis, fibrosis, gagal jantung
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala anemia sideroblastik
Secara umum, gejala anemia sideroblastik meliputi:
 
Penyebab anemia sideroblastik belum diketahui hingga sekarang. Namun ada sejumlah faktor yang bisa memengaruhi kemungkinan seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko anemia sideroblastik tersebut meliputi:
  • Faktor keturunan, yang menyebabkan mutasi genetik
  • Jenis kelamin pria
  • Paparan terhadap obat atau racun tertentu
Pada beberapa kasus, penyakit ini bisa pula muncul tanpa penyebab yang jelas. Kondisi ini disebut idiopatik. 
Diagnosis anemia sideroblastik dapat dilakukan melalui beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Pemeriksaan darah lengkap

Pemeriksaan darah lengkap bertujuan mengetahui jumlah sel darah merah, hemoglobin, dan sel darah lainnya.Jika hasil tes darah lengkap tidak normal, dokter akan akan melakukan tes apusan darah tepi. Pada pemeriksaan ini, setetes darah pasien akan diberi pewarna khusus untuk membantu mengidentifikasi kelainan atau gangguan darah tertentu.Apusan darah dapat mengungkapkan apakah sel darah merah mengandung sideroblas bercincin atau tidak.
  • Biopsi sumsum tulang

Biopsi sumsum tulang dilakukan dengan mengambil sedikit jaringan tulang yang kemudian diperiksa di bawah miksorkop. Tes ini bertujuan melihat ada tidaknya kemungkinan kanker atau penyakit lain. 
Cara mengobati anemia sideroblastik umumnya akan tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan kondisi pasien secara menyeluruh. Beberapa langkah penanganan dari dokter dapat meliputi:
  • Konsumsi suplemen zat besi

Suplemen zat besi dapat membantu dalam mengembalikan sel darah merah ke bentuk aslinya.
  • Berhenti mengonsumsi obat

Jika anemia sideroblastik disebabkan oleh obat-obatan tertentu, dokter akan meminta pasien untuk berhenti mengonsumsi obat tersebut atau memberikan obat lain dengan fungsi serupa.
  • Vitamin B6

Pemberian vitamin B6 dapat membantu dalam mengobati jenis anemia sideroblastik genetik atau acquired sideroblastic anemia.
  • Transfusi darah

Jika terapi vitamin B6 dinilai kurang efektif, dokter mungkin akan merekomendasikan transfusi darah jenis sel darah merah.
  • Suntikan obat desferrioxamine

Obat desferrioxamine dapat membantu dalam membuang zat besi yang berlebih dalam tubuh pasien.
  • Transplantasi sumsum tulang

Transplantasi sumsum tulang dapat dianjurkan oleh dokter pada kasus anemia sideroblastik yang parah.
  • Menghindari zinc dan konsumsi alkohol

Dokter akan menyarankan pasien untuk menjauhi suplemen zinc dan konsumsi minuman beralkohol. 

Komplikasi anemia sideroblastik

Jika tidak ditangani dengan benar, anemia ini bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
 
Cara mencegah anemia sideroblastik tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti. 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada anemia sideroblastik. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait anemia sideroblastik?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis anemia sideroblastik agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538287/
Diakses pada 10 November 2021
National Center for Advancing Translational Sciences. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/667/sideroblastic-anemia
Diakses pada 10 November 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/sideroblastic-anemia
Diakses pada 10 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email