Infeksi

Aspergillosis

Diterbitkan: 09 Feb 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Aspergillosis
Aspergillosis bisa ditandai dengan batuk, mnegi, dan sesak napas
Aspergillosis adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur. Kondisi ini biasanya mempengaruhi sistem pernapasan, dan gejala serta tingkat keparahannya sangat bervariasi.Jenis jamur yang memicu penyakit aspergillosis adalah aspergillus, Jamu ini bisa terdapat di mana saja, baik di dalam maupun luar ruangan.Beruntung, sebagian besar jenis jamur aspergillus tidak berbahaya. Namun beberapa di antaranya dapat menyebabkan penyakit yang serius. Kondisi ini terjadi ketika infeksi jamur menyerang orang dengan sistem kekebalan yang lemah.Bagi sebagian orang, spora jamur aspergillus juga bisa menyebabkan reaksi alergi. Sementara pada beberapa orang lainnya, jamur ini dapat mengembangkan infeksi paru-paru ringan hingga serius.Bentuk paling serius dari aspergillosis adalah ketika infeksi sudah menyebar ke pembuluh darah penderita. Kondisi ini bisa memicu sepsis.Pengobatan untuk aspergillosis sangat tergantung pada jenis aspergillus yang menjadi pemicunya. Dokter mungkin melakukan pemantauan (observasi) dan meresepkan obat antijamur. Dalam kasus yang jarang, operasi pun dapat direkomendasikan. 

Jenis-jenis aspergillosis

Ada beragam jenis aspergillosis yang bisa mendera tubuh penderita dengan efek yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya:
  • Alergi bronkopulmoner aspergillosis (ABPA)

Jenis aspergillosis ABPA merupakan alergi yang muncul ketika sistem imun merespons infeksi jamur. Pengidap masalah paru-paru (seperti asma dan fibrosis kistik) termasuk orang yang lebih berisiko untuk mengalaminya.
  • Aspergillosis invasif

Aspergillosis invansif umumnya diderita oleh orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Contohnya, orang yang menjalani kemoterapi untuk mengobati kanker atau mengidap HIV/AIDS.Organ yang diserang aspergillosis jenis ini adalah jaringan paru-paru, dan infeksi bisa menyebar ke ginjal dan otak. Jika tidak diobati, aspergillosis invansif dapat memicu pneumonia yang menular.Tentu saja, kondisi ini bisa mengancam jiwa penderitanya. Khususnya, pengidap yang memiliki sistem imun lemah.
  • Penurunan berat badan, mengi, batuk darah

Jika aspergillosis menyerang penderita TBC atau penyakit paru lain, aspergilloma bisa terjadi. Kondisi ini menggambarkan pertumbuhan jamur di paru-paru dan sering disebut bola jamur.Meski tidak dapat menyebar ke area tubuh lain, ukuran bola jamur bisa membesar dan merusak jaringan paru-paru. 
Aspergillosis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaPenurunan berat badan, mengi, batuk darah
Faktor risikoPenurunan berat badan, mengi, batuk darah
Metode diagnosisTes darah, tes dahak, pemindaian
PengobatanObservasi, obat-obatan, operasi
ObatVoriconazole
KomplikasiPerdarahan, infeksi sistemik
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala aspergillosis, mengidap asma, kistik fibrosis, memiliki sistem imun lemah
Gejala aspergillosis akan tergantung pada jenisnya. Mari simak penjelasannya di bawah ini:

Gejala aspergillosis yang paling umum

  • Penurunan berat badan dengan penyebab yang tidak jelas
  • Demam tinggi, sekitar 38º C atau lebih
  • Mengi
  • Sesak napas
  • Batuk darah atau terdapat benjolan lendir

Gejala ABPA

Gejala aspergilloma

  • Luka di kulit
  • Sulit bernapas
  • Dahak disertai darah
  • Gangguan penglihatan
  • Rasa sakit di dada dan tulang
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Darah pada urine
  • Jumlah urine yang sedikit

Gejala aspergillosis invasif

  • Batuk yang terkadang disertai darah
  • Sakit di dada
  • Sesak napas
  • Demam
 
Penyebab aspergillosis adalah kombinasi dari paparan jamur aspergillus dan sistem kekebalan tubuh yang lemah.Terdapat sederet benda yang bisa dapat menjadi sarana tumbuhnya jamur ini. Contohnya, tumpukan pupuk (baik organik maupun non-organik), hasil panen gandum yang disimpan, daun ganja, serta tumbuhan yang membusuk. 

Faktor risiko aspergillosis

Faktor-faktor di bawah ini diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami aspergillosis:
  • Sistem imun lemah

Orang dengan sistem kekebalan lemah lemah lebih rentan untuk mengalami aspergillosis, umumnya aspergillosis invansif. Contoh kalangan orang ini meliputi orang yang mengonsumsi obat imunosupresan, mengalami kanker darah, serta mengidap HIV/AIDS.
  • Kadar sel darah putih yang rendah

Orang yang menjalani kemoterapi, transplantasi organ, atau leukemia memiliki kadar sel darah putih yang rendah dan lebih berisiko untuk mengalami aspergillosis invansif. Demikian pula dengan penderita granumolatosa kronis.
  • Paru-paru berongga

Kondisi paru-paru yang berongga akan memiliki risiko lebih besar untuk terkena aspergillosis, terutama aspergilloma.
  • Asma atau fibrosis kistik

Penderita asma atau fibrosis kistik, terutama untuk waktu lama, lebih rentan untuk diserang aspergillosis. Mereka umumnya akan mengalami reaksi alergi terhadap jamur penyebab penyakit ini.
  • Penggunaan kortikosteroid jangka panjang

Pengguna obat kortikosteroid jangka panjang umumnya lebih rentan untuk mengalami infeksi, termasuk aspergillosis. Namun jenis infeksi yang muncul akan tergantung pada penyakit yang mendasari dan obat lain yang digunakan.Baca juga: Obat Kortikosteroid: Meredakan Peradangan, Melemahkan Sistem Imun 
Untuk menentukan diagnosa aspergillosis, dokter bisa melakukan beberapa langkah berikut:
  • Tes pencitraan

Diagnosis aspergillosis bisa dilakukan dengan pencitraan. Misalnya, rotngen atau CT scan. Pemersiksaan ini bertujuan mengetahui jumlah jamur dan jenis penyakit yang dialami oleh pasien.
  • Tes kulit

Pemeriksaan ini umumnya digunakan untuk membantu dalam memastikan aspergillosis bronkopulmonal alergi.Sejumlah kecil antigen aspergillus akan disuntikkan ke kulit lengan bawah pasien. Dokter kemudian menunggu selama beberapa waktu.Jika muncul benjolan merah di lokasi suntikan, ini menandakan bahwa pasien memiliki alergi terhadap jamur tersebut.
  • Tes darah

Tes darah lalu dilakukan untuk medeteksi kadar antibodi tertentu dalam darah. Kondisi ini bisa menunjukkan adanya reaksi alergi.
  • Tes dahak

Dokter akan meminta pasien untuk menyediakan sampel dahak. Sampel ini akan diberi warna, lalu diperiksa di laboratorium untuk mengecek ada tidaknya filamen aspergillus.
  • Biopsi

Pada kasus tertentu, biopsi mungkin diperlukan. Melalui peosedur ini, dokter akan mengalmil sampel jaringan dari paru-paru atau sinus dan memeriksanya di laboratorium.Prosedur biopsi paru umumnya digunakan untuk memastikan diagnosis aspergillosis invasif. 
Dokter akan menyesuaikan cara mengobati aspergillosis dengan jenis yang diderita oleh pasien. Beberapa pengobatan yang mungkin diberikan meliputi:
  • Pemantauan kondisi pasien

Jika tanpa gejala atau gejalanya tidak parah, aspergillosis mungkin bisa sembuh dengan sendirinya dan tanpa pengobatan khusus. Dokter akan melakukan pemantauan (observasi) secara saksama.Apabila kondisi pasien bertambah parah, dokter bisa menganjurkan obat antijamur untuk mengatasinya.
  • Kortikosteroid oral

Pemberian kostikosteroid oral mungkin diperlukan agar asma atau fibrosis kistik yang dialami oleh tidak memburuk. Terkadang, obat antijamur juga akan diberikan untuk mengurangi dosis kortikosteroid guna meningkatkan fungsi paru-paru.
  • Obat antijamur

Obat antijamur biasa digunakan untuk aspergillosis invansif. Hanya saja, obat jenis ini sering memiliki efek samping serius. Contohnya, kerusakan hati dan ginjal, serta interaksi obat antijamur dan obat lain yang mungkin membahayakan.
  • Operasi

Operasi mungkin diperlukan guna mengangkat aspergilloma jika obat antijamur tidak efektif lagi untuk mengatasinya, dan bola jamur memicu perdarahan di paru-paru.
  • Embolisasi

Guna menghentikan pendarahan paru-paru akibat aspergilloma, dokter dapat melakukan embolisasi. Prosedur ini mungkin akan bekerja untuk sementara, tapi perdarahan mungkin bisa kembali terjadi di kemudian hari. 

Komplikasi aspergillosis

Jika tidak ditangani dengan benar, aspergillosis dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius di bawah ini:
  • Perdarahan

Aspergillosis invansif maupun aspergilloma bisa memicu perdarahan yang parah di paru-paru.
  • Infeksi sistemik

Komplikasi yang paling serius dari aspergilloasis invansif adalah menyebarnya infeksi ke bagian lain tubuh. Misalnya, otak, jantung, dan ginjal. 
Sampai sekarang, belum ada cara mencegah aspergillosis yang spesifik. Tapi jika Anda memiliki sistem imun yang lemah, Anda bisa menurunkan risiko infeksi jamur.Sebagai contoh, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut:
  • Menggunakan masker, terutama saat bepergian
  • Menghindari benda-benda yang rentan menjadi lokasi tumbuhnya jamur, seperti konstruksi bangunan, tumpukan pupuk, dan daun-daunan yang membusuk
 
Periksakan diri ke dokter jika Anda:
  • Mengalami gejala aspergillosis
  • Batuk selama lebih dari tiga minggu
  • Mengalami gejala memburuk
  • Mengidap asma atau fibrosis kistik dan mengalami kejanggalan saat bernapas
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh lemah dan mengalami demam tanpa penyebab yang jelas, sesak napas, atau batuk berdarah
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait aspergillosis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis aspergillosis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/aspergillosis
Diakses pada 20 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/es-es/search/search-results?q=Aspergillosis
Diakses pada 20 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/aspergillosis/
Diakses pada 20 Desember 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email