Pernapasan

Atelektasis

Diterbitkan: 09 Feb 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Atelektasis
Atelektasis dapat terjadi setelah operasi atau karena adanya penyumbatan pada bronkus.
Atelektasis adalah kondisi sebagian alveoli tidak terisi udara. Akibatnya, paru-paru menjadi kempes atau mungkin terisi oleh cairan alveolar.paru-paru yang mengempis atau berisi cairan bisa menyebabkan organ ini mengalami penyusutan ataupun kolaps, baik sebagian maupun keseluruhan.Atelektasis paru merupakan komplikasi pernapasan yang paling umum terjadi akibat operasi dan gangguan pernapasan lainnya. Misalnya, fibrosis kistik, tumor paru-paru, cedera dada, penumpukan cairan dalam paru-paru, dan otot bernapas yang lemah.Tak hanya itu, tak sengaja menghirup benda asing hingga ke dalam paru-paru juga dapat berujung pada atelektasis.Penanganan atelektasis akan tergantung pada penyebabnya, serta seberapa parah bagian paru yang mengalami kolaps. 
Atelektasis
Dokter spesialis Paru
GejalaSulit bernapas, nyeri dada, detak jantung yang meningkat
Faktor risikoUsia tua, susah menelan, penyakit paru
Metode diagnosisRontgen, CT scan, analisis kadar oksigen
PengobatanMenguras cairan, latihan pernapasan dalam, membuka jalan napas
KomplikasiHipoksemia, pneumonia, gagal napas 
Kapan harus ke dokter?Kesulitan bernapas
Gejala atelektasis tergantung pada seberapa luas jaringan paru yang terdampak dan kecepatan perkembangan penyakit.Jika hanya mengenai sedikit alveoli, gejalanya mungkin ringan atau bahkan tidak ada. Namun bila kondisi ini dialami oleh sebagian besar alveoli dan perkembangannya tergolong cepat, sistem pernapasan pasien akan kesulitan mendapatkan oksigen.Apabila kandungan oksigen dalam darah pasien termasuk rendah, beberapa gejala di bawah ini mungkin muncul:
  • Sulit bernapas
  • Bernapas terlalu cepat
  • Nyeri pada dada
  • Peningkatan detak jantung
  • Kulit yang tampak membiru
Terkadang pneumonia dapat berkembang pada paru-paru yang mengalami atelektasis. Jika ini terjadi, pasien mungkin menderita gejala berupa batuk berdahak, demam, dan nyeri dada. 
Penyebab atelektasis adalah penyumbatan pada saluran udara (bronkus atau bronkiolus) atau tekanan di luar paru-paru.Sementara penyebab kondisi ini secara umum adalah anestesi umum. Pasalnya, prosedur ini dapat mengubah pola pernapasan dan pertukaran gas pada paru-paru.Orang yang menjalani operasi bedah besar umumnya dapat mengalami atelektasis paru, khususnya setelah operasi bypass jantung. 

Jenis-jenis atelektasis

Berdasarkan penyebabnya, atelektasis terdiri dari dua jenis berikut ini:

1. Atelektasis obstruktif

Atelektasis obstruktif terjadi karena adanya penyumbatan dalam paru-paru. Penyebab kondisi ini meliputi
  • Penyumbatan lendir

Penumpukan lendir di saluran udara biasanya terjadi selama atau setelah operasi. Pasalnya, pasien tidak bisa batuk.Kondisi ini juga bisa terjadi pada anak-anak yang menderita asma parah atau fibrosis kistik.
  • Benda asing

Masuknya benda asing juga sering menyebabkan atelektasis. Kondisi ini dapat dialami oleh anak-anak yang tidak sengaja menghirup sesuatu, yang kemudian lalu masuk ke dalam paru-paru. Misalnya, bagian kecil dari mainan atau kacang.
  • Tumor

Tumor yang tumbuh di saluran pernapasan bisa menyebabkan atelektasis obstruktif. KOndisi ini dapat memicu penyempitan saluran napas, sehingga aliran udara akan terganggu.

2. Atelektasis non-obstruktif

Atelektasis non-obstruktif disebabkan oleh tekanan di luar paru-paru. Kondisi ini umumnya terjadi akibat:
  • Cedera

Cedera pada dada bisa menyebabkan seseorang tidak bisa menghirup napas dalam karena dada terasa nyeri. Akibatnya, ia bisa mengalami kompresi paru-paru.
  • Efusi pleura

Efusi pleura merupakan penumpukan cairan di antara jaringan pleura yang melapisi paru-paru dan dinding dada.
  • Radang paru-paru

Berbagai jenis pneumonia dan infeksi paru-paru bisa juga menyebabkan non-obstruktif atelektesis.
  • Pneumotoraks

Kebocoran udara ke ruang antara paru-paru dan dinding dada, secara tidak langsung bisa menyebabkan sebagian atau seluruh paru-paru mengalami kolaps (pneumotoraks).
  • Jaringan parut

Jaringan parut pada paru-paru akibat cedera, penyakit paru, atau operasi bisa menyebabkan atelektasis.
  • Tumor

Tumor berukuran besar dapat menekan dan mengempiskan paru-paru, bahkan menghalangi saluran udara. 

Faktor risiko atelektesis

Faktor-faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami atelektesis:
  • Memiliki usia yang sudah tua
  • Mengalami kondisi yang membuat susah menelan
  • Menghabiskan waktu lama di tempat tidur dan jarang mengubah posisi
  • Mengalami penyakit paru-paru
  • Menjalani operasi perut atau dada
  • Memiliki otot pernapasan yang lemah
  • Mengonsumsi obat yang memicu napas pendek
  • Nyeri atau cedera yang menyebabkan batuk
  • Merokok
 
Untuk memastikan diagnosis atelektasis, dokter bisa melakukan serangkaian metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala, faktor risiko, serta riwayat medis pasien maupun keluarga.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa kondisi paru-paru pasien, misalnya mendengarkan bunyi napas dengan stetoskop atau mengetuk dada pasien.
  • Pemeriksaan kadar oksigen

Mengukur kadar oksigen dalam darah menggunakan oksimeter, yaitu merupakan alat kecil yang dijepitkan di ujung jari.
  • Analisis gas darah

Analisis gas darah dilakukan dengan mengambil sampel darah dari arteri di pergelangan tangan guna mengukur kadar oksigen, karbon dioksida, dan kimia darah lainnya.
  • Rontgen dada

Rontgen dada memungkinkan dokter untuk melihat kondisi paru-paru pasien.
  • CT scan

CT scan akan memberikan gambaran detail mengenai struktur paru-paru pasien. Dengan ini, dokter bisa mendeteksi ada tidaknya infeksi, sumbatan, maupun tumor.
  • Bronkoskopi

Pada prosedur bronkoskopi, dokter akan memasukkan selang lentur dan kecil yang dilengkapi kamera serta lampu melalui hidung atau mulut hingga mencapai paru-paru pasien. 
Pengobatan atelektasis bertujuan mengobati pemicu penyakit ini dan memperbaiki jaringan paru-paru yang rusak. Dokter dapat menganjurkan beberapa cara mengobati atelektasis di bawah ini:
  • Drainase cairan

Jika terdapat cairan yang memberikan tekanan pada paru-paru, dokter akan mengeluarkan cairan ini agar paru-paru lebih mudah untuk mengembang.
  • Pengetukan

Dokter dapat mengetuk dada atau punggung pasien agar lendir dalam saluran napas lebih mudah untuk dikeluarkan.
  • Latihan pernapasan dalam

Latihan pernapasan ini bisa meningkatkan kadar oksigan dalam paru-paru.
  • Menghilangkan sumbatan

Dokter bisa sekaligus menghancurkan penyumbatan yang terjadi di saluran napas ketika melakukan bronkoskopi.
  • Mengatur posisi tubuh

Dokter atau petugas kesehatan bisa memposisikan agar bagian dada pasien lebih rendah dari kepalanya, sehingga lendir lebih mudah keluar.
  • Mengatur posisi tidur

Bagi pasien yang terpaksa terus tidur, keluarga atau petugas medis bisa memiringkan tubuhnya pada sisi paru-paru yang sehat. Dengan ini, area paru yang kolaps mungkin akan kembali mengembang.
  • Mengonsumsi obat hirup (inhaler)

Menggunakan inhaler bertujuan membuka jalan napas pasien.
  • Menggunakan alat bantu

Dokter juga bisa menyarankan penggunaan alat bantu tertentu untuk meningkatkan tekanan positif pada saluran udara pasien dan membersihkan cairan. 

Komplikasi atelektasis

Bila tidak ditangani dengan benar, atelektasis dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Hipoksemia

Atelektasis akan mempersulit paru-paru untuk mendapatkan oksigen, sehingga kadar oksigen dalam darah bisa menjadi rendah (hipoksemia).
  • Radang paru-paru

Risiko pneumonia atau radang paru-paru akan terus ada sampai atelektasis sembuh. Lendir di paru-paru yang robek dapat menyebabkan infeksi, sehingga memicu peradangan pada paru-paru.
  • Gagal napas

Gagal napas adalah kondisi organ pernapasan yang tidak bisa lagi berfungsi, misalnya akibat atelektasis. 
Cara mencegah atelektasis yang bisa dilakukan meliputi:
  • Untuk orang yang harus berbaring lama, usahakan untuk tetap bergerak dan melatih penapasan dalam agar paru-paru bisa berfungsi dengan baik
  • Menjauhkan benda-benda berukuran kecil dari anak-anak agar tidak sengaja terhirup
  • Melakukan latihan napas setelah menjalani pembiusan guna menjaga saluran pernapasan
 
Segera periksaian didi ke dokter apabila Anda mengalami sesak napas dan kesulitan bernapas. Dengan ini, dokter bisa mendiagnosis penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat.Jika proses bernapas makin sulit dilakukan, Anda sebaiknya segera mendapatkan pertolongan medis darurat. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan oleh pasien?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait atelektasis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis atelektasis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/atelectasis
Diakses pada 19 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atelectasis/symptoms-causes/syc-20369684
Diakses pada 19 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000065.htm
Diakses pada 19 Desember 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email