Penyakit Lainnya

Batu Kandung Kemih

Diterbitkan: 16 Nov 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Batu Kandung Kemih
Batu kandung kemih bisa menyebabkan nyeri perut bagian bawah
Batu kandung kemih adalah mineral dalam urine yang mengkristal. Hal Ini sering terjadi ketika kandung kemih tidak sepenuhnya dikosongkan ketika buang air kecil.Batu kandung kemih memiliki ukuran yang beragam dan jika ukurannya cukup besar, maka dapat menyumbat saluran urine. Terhalangnya saluran urine kemudian akan menimbulkan gejala berupa sakit perut yang hebat, nyeri, kesulitan atau tidak bisa buang air kecil, maupun darah dalam urine.Batu kandung kemih yang kecil dapat keluar dari tubuh lewat urine tanpa perawatan khusus. Namun beberapa kondisi batu kandung kemih yang lebih parah membutuhkan obat atau operasi.    
Batu Kandung Kemih
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Urologi
GejalaInkontinensia urine, nyeri perut bagin bawah, terasa terbakar atau sakit ketika buang air kecil
Faktor risikoPria di atas 50 tahun, penyumbatan uretra, gangguan saraf
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes urine, CT-Scan
PengobatanPemberian obat-obatan, prosedur medis
ObatKalium sitrat, natrium bikarbonat
KomplikasiSering buang air kecil, nyeri, infeksi saluran kemih
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala dengan frekuensi yang sering
Terdapat sederet gejala batu kandung kemih yang bisa dialami oleh penderita. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Ketidakmampuan dalam mengontrol buang air kecil atau disebut juga inkontinensia urine
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Terasa terbakar atau sakit ketika buang air kecil
  • Sering buang air kecil terutama pada malam hari
  • Air seni yang keruh atau bahkan dapat disertai darah
     
Batu kandung kemih bisa terjadi karena:

1. Gangguan saraf kandung kemih

Biasanya, saraf membawa pesan dari otak ke otot kandung kemih, kemudian mengarahkan otot kandung kemih untuk berkontraksi. Jika saraf ini rusak, kandung kemih mungkin tidak sepenuhnya dapat dikosongkan.

2. Pembesaran kelenjar prostat

Prostat yang membesar dapat menghalangi aliran urine dan menghambat pengosongan kandung kemih secara total. Kondisi ini akan mengarah pada pembentukan batu kandung kemih.

3. Peradangan kandung kemih

Peradangan akibat infeksi saluran kemih atau terapi radiasi panggul juga dapat menyebabkan batu kandung kemih.

4. Batu ginjal

Batu ginjal berisiko mengalir menuju kandung kemih dan tidak dapat dibuang, sehingga menjadi batu kandung kemih.

5. Alat kesehatan

Alat kesehatan seperti kateter kandung kemih, alat kontrasepsi, maupun stent urine juka bisa menyebabkan batu kandung kemih.


Faktor risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan terbentuknya batu kandung kemih:

1. Pria, terutama yang berusia di atas 50 tahun

Baik pria mau pun wanita dapat terkena penyakit batu kandung kemih. Namun kebanyakan kasus batu kandung dilaporkan terjadi pada pria yang berusia 50 tahun ke atas yang mengalami pembengkakan prostat.

2. Penyumbatan uretra

Setiap kondisi yang menghalangi aliran urine dari kandung kemih ke saluran pembawa urine keluar dari tubuh (uretra), dapat menyebabkan pembentukan batu kandung kemih.

3. Gangguan saraf

Penyakit yang menyerang saraf seperti stroke, cedera tulang belakang, penyakit Parkinson, diabetes, hernia diskus, dan sejumlah gangguan lain yang merusak saraf dapat ikut memengaruhi kemampuan saraf dalam mengontrol fungsi kandung kemih. 
Dalam mendiagnosis batu kandung kemih, dokter akan mewawancarai pasien mengenai kondisi dan gejala yang dirasakan. Di samping itu, dokter juga akan menjalankan beberapa pemeriksaan, antara lain:

1. Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa perut bagian bawah pasien untuk melihat potensi pembesaran kandung kemih karena pembengkakan. Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan lewat anus untuk melihat kemungkinan pembesaran prostat.

2. Tes urine (urineanalysis)

Melalui tes ini, sampel urine pasien akan diperiksa untuk melihat kemungkinan adanya kristalisasi, infeksi, atau kelainan lainnya yang dapat menyebabkan penyakit batu kandung kemih.

3. CT-scan

Pemeriksaan CT-scan dapat dengan cepat memindai kondisi dalam tubuh pasien, termasuk mendeteksi batu kandung kemih yang berukuran sangat kecil. Tes ini adalah salah satu pemeriksaan akurat untuk mengidentifikasi jenis batu kandung kemih.Jenis batu kandung kemih paling umum adalah batu yang mengandung asam urat. Selain itu jenis batu kandung kemih lainnya biasanya memiliki kandungankalsium oksalat, kalsium fosfat, ammonium urate, sistein atau magnesium ammonium fosfat (pada batu akibat infeksi).

4. USG

Melalui tes ini, pantulan gelombang suara dari organ tertentu akan menghasilkan gambaran dalam tubuh pasien yang dapat membantu mendeteksi batu kandung kemih.

5. Sinar-X (rontgen)

Dokter akan melakukan rontgen ginjal, ureter, dan kandung kemih untuk memastikan kondisi yang dialami pasien adalah penyakit batu kandung kemih. Namun, beberapa jenis batu tidak dapat dilihat oleh sinar-X konvensional.

6. X-ray dan pielogram intravena

Pielogram intravena akan disuntikkan terlebih dulu ke dalam pembuluh darah. Setelah itu, dokter akan menggunakan X-ray untuk melihat cairan berwarna tersebut di dalam kandung kemih pasien dan kondisi abnormal.Baca jawaban dokter: Penyakit batu ginjal dan kencing batu, apa bedanya? 
Pengobatan batu kandung kemih oleh dokter bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:

1. Pemberian obat-obatan

Dokter akan meresepkan obat-obatan untuk melarutkan batu kandung kemih, terutama yang mengandung asam urat. Contoh obat ini adalah kalium sitrat yang berperan sebagai agen pengalkali.Obat ini bekerja dengan mengubah pH urine menjadi bersifat lebih basa (pH 6,5-7) untuk melarutkan batu yang bersifat asam. Terkadang, kalium sitrat dikombinasikan dengan natrium bikarbonat untuk mempertahankan efek yang lebih lama.

2. Sistoskopi dan cystolitholapaxy

Prosedur ini dilakukan untuk memecah batu kandung kemih. Pertama, dokter akan melakukan prosedur sistoskopi untuk menemukan batu kandung kemih dengan cara memasukkan sebuah tabung (sistoskop) berkamera melalui uretra (terletak di ujung penis bagi pria dan terletak di atas vagina bagi wanita.Setelah batu ditemukan, dokter akan memecah dan menghancurkannya dengan alat khusus. Alat tersebut dapat berupa laser, ultrasound, maupun alat kecil. Setelah batu terpecah dan hancur, dokter akan membersihkannya dari kandung kemih.

3. Operasi

Apabila batu terlalu besar untuk dipecahkan menggunakan prosedur cystolitholapaxy, dokter akan merekomendasikan operasi pengangkatan batu kandung kemih.Dalam operasi ini, dokter akan membuat sayatan di perut untuk memasuki kandung kemih dan mengeluarkan batu. Setiap prosedur pembedahan memiliki sejumlah risiko, sehingga jarang menjadi pilihan pengobatan pertama.


Komplikasi

Tanpa penanganan yang tepat, batu kandung kemih bisa menimbulkan komplikasi berupa:
  • Rasa sakit
  • Sering buang air kecil
  • Penyumbatan saluran urine
  • Infeksi saluran kemih
Baca juga: Kandung Kemih Rentan Terhadap Penyakit, Ini Jenis-jenisnya 
Meski batu kandung kemih sudah hilang, penyakit ini bisa kambuh lagi sewaktu-waktu. Karena itu, ada baiknya Anda melakukan sederet langkah pencegahan batu kandung kemih ini:
  • Tidak menahan buang air kecil
  • Buang air kecil hingga tuntas, untuk memastikan kandung kemih kosong
  • Mencoba buang air kecil 10-20 menit kemudian, jika tidak dapat mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Langkah ini diperlukan agar Anda dapat mengosongkan kandung kemih secara efisien.
  • Minum lebih banyak air. Orang dewasa dianjurkan untuk minum setidaknya 2-3 liter sehari untuk menurunkan kepekatan air seni.
  • Mengonsumsi makanan yang berserat untuk menghindari sembelit.
  • Berhati-hati terhadap pengobatan herbal yang mengklaim dapat menghancurkan batu kandung kemih. 
Baca juga: Mengenal Fungsi Kandung Kemih dan Cara-cara Menjaga Kesehatannya  
Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda mengalami gejala-gejala batu kandung kemih. Apalagi bila Anda mengalami nyeri di perut bagian bawah yang berulang dan menetap, memiliki frekuensi buang air kecil yang lebih sering, atau terdapat darah dalam urine.
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini.
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Apakah batu kandung kemih bisa disembuhkan tanpa pengobatan medis?
    • Apakah batu tersebut akan muncul lagi setelah perawatan?
    • Apakah jenis pengobatan yang disarankan?
    • Apa risiko dari perawatan yang direkomendasikan?
    • Jika saya memiliki kondisi kesehatan lain, apa yang harus saya lakukan?
    • Bagaimana cara mencegah agar batu kandung kemih tidak kembali muncul?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap batu kandung kemih?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis batu kandung kemih agar penanganan yang tepat bisa diberikan.   
Healthline. https://www.healthline.com/health/bladder-stones
Diakses pada 1 Oktober 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bladder-stones/
Diakses pada 1 Oktober 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bladder-stones/symptoms-causes/syc-20354339
Diakses pada 9 November 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/2120102-treatment#d9
Diakses pada 9 November 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441944/#
Diakses pada 9 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email