Pernapasan

Batuk Berdahak

12 May 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Batuk Berdahak
Batuk berdahak bisa terjadi akibat infeksi, alergi atau iritasi
Batuk berdahak adalah jenis batuk yang menghasilkan lendir. Selain berdahak, ada beberapa tipe batuk lain, yakni batuk kering dan batuk rejan.Batuk merupakan gejala dari berbagai macam penyakit dan merupakan cara tubuh untuk merespons iritan. Iritan adalah segala sesuatu yang dapat mengiritasi saluran pernapasan.Asap, lendir, polusi dan alergen seperti serbuk sari, jamur maupun debu serta kondisi medis lainnya dan obat-obatan dapat menimbulkan iritasi saluran udara dan menyebabkan batuk.Ketika sedang sakit, batuk dapat mengeluarkan dahak untuk membantu membersihkan saluran pernapasan, sehingga napas lebih mudah dan mempercepat penyembuhan. 

Batuk berdahak dan Covid-19

Batuk juga menjadi salah satu gejala infeksi Covid-19. Menurut WHO, gejala Covid-19 yang paling umum adalah batuk kering, demam, dan lelah. Namun pada beberapa pasien batuk berdahak dapat terjadi. Gejala awal biasanya ringan dan bila memburuk seiring berjalannya waktu.Covid-19 berat dapat menyebabkan pneumonia (radang paru). Pasien dengan pneumonia dapat mengalami batuk berdahak.Biasanya, batuk berdahak akan membawa lendir ke belakang tenggorokan mengakibatkan batuk akan sering memburuk pada malam hari ketika seseorang berbaring.  
Batuk Berdahak
Dokter spesialis Paru, Umum
GejalaBatuk berdahak
Faktor risikoMerokok (termasuk perokok pasif), alergi, paparan polusi udara
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, rontgen dada, tes analisis dahak
PengobatanObat-obatan, minum air hangat
ObatEkspektoran, mukolitik, antibiotik
KomplikasiGagal jantung, gagal napas, gangguan tidur
Kapan harus ke dokter?Mengalami batuk berdahak lebih dari 2 minggu, sulit bernapas, nyeri dada
Sesuai namanya, gejala batuk berdahak yang utama adalah keluarnya dahak saat batuk. Namun beberapa gejala penyerta di bawah ini juga bisa dialami oleh penderita:
  • Sesak napas
  • Suara napas tidak normal, seperti mengi, ronki, atau crackles
  • Dahak berwarna merah muda karena mengandung darah
Gejala-gejala penyerta tersebut dapat memberi petunjuk terkait penyebab batuk berdahak. 
Seluruh sistem pernapasan dilapisi oleh selaput lendir atau mukosa. Lendir mempunyai banyak fungsi yang bermanfaat bagi tubuh, seperti mempertahankan kelembapan pada jalan napas dan melindungi paru–paru dari iritan.Ketika tubuh sedang berjuang melawan infeksi seperti flu, tubuh akan memproduksi lebih banyak lendir dari biasanya. Hal ini dilakukan untuk menangkap dan mengeluarkan organisme penyebab infeksi. Batuk membantu mengeluarkan lendir yang berlebihan yang terperangkap di dalam paru–paru.Penyebab batuk berdahak yang paling umum yaitu:
  • Infeksi, bakteri atau virus seperti flu atau pilek.
  • Alergi, yaitu jika seseorang memiliki alergi seperti serbuk sari atau debu dan menghirupnya akan menyebabkan paru-paru bereaksi berlebihan. Akibatnya akan menimbulkan batuk.
  • Iritasi, meskipun seseorang tidak memiliki alergi, namun hal-hal lain seperti udara dingin, asap rokok atau harum parfum yang kuat dan pekat dapat menyebabkan batuk.
  • Obat tetes hidung, yaitu saat hidung tersumbat, lendir dari hidung akan turun ke tenggorokan dan menyebabkan batuk.
Namun, jika batuk berdahak telah berlangsung selama lebih dari beberapa minggu, kondisi ini dapat disebabkan oleh:
  • Bronkitis, yaitu peradangan pada tabung bronkial yang membawa udara ke dalam paru-paru. Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh berbagai virus. Sedangkan untuk bronkitis kronis merupakan kondisi yang berlangsung lebih dari 3 bulan dan seringkali disebabkan oleh merokok.
  • Pneumonia, yaitu adanya infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.
  • Chronic obstructive pulmonary disease (COPD), atau PPOK (penyakit paru obstruktif kronik) adalah sekelompok kondisi yang merusak paru-paru dan saluran pernapasan yang membawa udara ke dalam paru-paru. Merokok adalah penyebab PPOK yang paling umum.
  • Fibrosis kistik, adalah kondisi kelainan genetik dari sistem pernapasan yang biasanya di diagnosis pada anak usia dini. Kondisi ini menyebabkan produksi lendir yang tebal dan lengket pada paru–paru dan organ tubuh lainnya.
  • Asma, Walaupun biasanya orang dengan asma lebih mungkin mengalami batuk kering, tetapi pada sebagian kecil orang dapat menyebabkan produksi lendir yang berlebihan dan mengalami batuk berdahak yang menahun atau kronis.
 

Batuk berdahak pada bayi atau balita

Pada anak–anak, batuk kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus. Selain itu, penyebab umum lainnya adalah asma.Penyebab lain yang jarang dari batuk produktif pada anak–anak, antara lain:
  • Batuk rejan (batuk 100 hari, whooping cough) merupakan serangan batuk hebat dan tidak terkontrol, dan anak-anak seringkali membuat suara “whoop” ketika berusaha menghirup udara.
  • Batuk pada anak-anak seringkali disebabkan oleh karena menghirup benda asing, asap rokok atau iritan lingkungan lainnya.
  • Pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru yang dapat berbahaya pada bayi baru lahir dan anak-anak usia dini.
 

Faktor risiko batuk berdahak

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya batuk, lamanya batuk, atau keparahan batuk. Faktor risiko batuk berdahak tersebut dapat berupa:
  • Merokok (termasuk perokok pasif)
  • Alergi
  • Paparan polusi udara
  • Paparan asap, debu, dan zat kimia
  • Asma yang tidak terkontrol
 
Untuk emastikan diagnosis batuk berdahak dan penyebabnya, dokter akan terlebih dahulu memeriksa kondisi pasien seperti sudah berapa lama batuk berlangsung dan seberapa berat gejalanya.Sebagian besar penyebab batuk dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik sederhana. Tetapi jika batuk berlangsung lama dan berat, atau mempunyai gejala lain seperti demam, berat badan yang turun dan kelelahan berat, maka dokter akan menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan penunjang tambahan seperti:
  • Pemeriksaan foto rontgen dada
  • Pemeriksaan fungsi paru-paru
  • Pemeriksaan darah
  • Analisis dahak (sputum)
  • Pulse oximetry, untuk mengukur kadar oksigen dalam darah
  • Analisis gas darah dengan mengambil sampel darah dari arteri untuk menunjukkan jumlah oksigen dan karbon dioksida dalam darah, bersama dengan kimia darah.
 
Penanganan batuk berdahak diberikan berdasarkan penyebab darinya. Karena sebagian besar dari batuk ini disebabkan oleh virus, pengobatan biasanya tidak diperlukan. Pasalnya, batuk akan sembuh dengan sendirinya.Namun untuk mengatasi batuk berdahak akibat infeksi bakteri, dokter akan emmberikan obat antibiotik.Batuk berdahak dapat diobati dengan cara:
  • Obat-obatan, yaitu dengan mengonsumsi obat batuk yang dijual bebas yang tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak dibawah usia 4 tahun.
Obat batuk jenis ekspektoran dan mukolitik adalah jenis obat yang disarankan untuk mengencerkan dan untuk mengeluarkan dahak.
  • Meminum air putih hangat atau sesendok madu yang dilarutkan di dalam teh terutama pada malam hari sebelum tidur dapat membantu mengurangi batuk.
  • Jika batuk berdahak disebabkan oleh virus maka pengobatan tidak diperlukan.
  • Jika batuk berdahak disebabkan oleh infeksi bakteri, maka pengobatan diperlukan yaitu dengan mengonsumsi antibiotik yang diresepkan oleh dokter.
  • Jika memiliki asma dan mengalami batuk berdahak maka dapat menggunakan bronkodilator dan steroid untuk meringankan batuk sesuai dengan petunjuk dokter.
  • Obat alergi
  • Jika batuk berdahak disebabkan oleh penyakit lain maka pengobatan dapat dilakukan sesuai dengan resep dokter.
 

Komplikasi batuk berdahak

Batuk berdahak dapat disebabkan oleh penyakit serius, sehingga bisa menimbulkan komplikasi. Ketika penyebabnya sudah diketahui, pengobatan optimal perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Komplikasi batuk berdahak dapat berupa:
  • Gagal jantung
  • Gagal napas
  • Gangguan tidur
  • Penyebaran kanker
  • Penyebaran infeksi
  • Efek samping pengobatan
  • Menurunnya kualitas hidup
  • Tidak bisa bekerja atau bersekolah
 
Untuk mencegah terkenanya batuk berdahak adalah dengan tidak merokok, menghindari asap atau polusi dan iritasi lainnya. 
Berkonsultasilah ke dokter jika batuk anda telah berlangsung selama lebih dari dua minggu. Serta segera kunjungi dokter jika batuk mengganggu kehidupan sehari-hari anda dan jika ditemui gejala-gejala seperti berikut:
  • Kesulitan bernafas
  • Sakit dada
  • Batuk darah
  • Demam
  • Sulit tidur
  • Lendir atau dahak yang berbau busuk.
Cari pertolongan dokter dengan segera apabila:
  • Bayi berusia dibawah 3 bulan dengan demam 38ºC atau lebih tinggi
  • Anak berusia dibawah 2 tahun dengan demam 38ºC atau lebih tinggi lebih dari 1 hari
  • Anak berusia diatas 2 tahun dengan demam 38ºC atau lebih tinggi, selama lebih dari 3 hari
  • Mengalami demam 40ºC atau di atasnya
  • Batuk disertai mengi tanpa ada riwayat asma
  • Menangis terus menerus dan tidak dapat ditenangkan
  • Mengalami kejang
  • Mengalami demam dan ruam
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait batuk berdahak, misalnya merokok?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis batuk berdahak. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/wet-cough
Diakses pada 10 Januari 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bronchitis/symptoms-causes/syc-20355566
Diakses pada 10 Januari 2019
NIH. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/cough
Diakses pada 10 Januari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/overview#1
Diakses pada 10 Januari 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327442#covid-19
Diakses pada 12 Mei 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/causes-of-cough-83024
Diakses pada 12 Mei 2021
Health Grades. https://www.healthgrades.com/right-care/lungs-breathing-and-respiration/wet-cough
Diakses pada 12 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email