Penyakit Lainnya

Batuk darah

Diterbitkan: 10 Feb 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Batuk darah
Batuk darah bisa menjadi pertanda adanya penyakit serius
Batuk darah adalah kondisi saat seseorang batuk dan mengeluarkan darah dari paru, hidung, tenggorokan, atau saluran pernapasan. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut hemoptysis.Penyebab batuk darah dapat beragam dan bisa menjadi pertanda dari penyakit serius. Misalnya, infeksi, kanker, dan gangguan pembuluh darah paru.Penderita batuk darah dapat mengeluarkan darah berwarna merah terang, merah muda dan berbusa, atau bercampur dengan dahak. Sementara warna darah yang gelap bercampur sedikit makanan bisa menjadi pertanda dari gangguan serius pada sistem pencernaan.Batuk darah yang dialami oleh orang berusia muda dan sehat mungkin bukan gejala yang serius. Tetapi gejala ini tetap harus diwaspadai dan sebaiknya diperiksakan ke dokter. 
Batuk darah
Dokter spesialis Paru
GejalaDarah keluar dari mulut saat batuk
Faktor risikoMerokok, terpapar asap
Metode diagnosisTes dahak, rontgen toraks, tes darah
PengobatanEmbolisasi arteri bronkial, bronkoskopi, operasi
ObatAntibiotik, steroid
KomplikasiInfeksi
Kapan harus ke dokter?Batuk darah lebih dari seminggu, demam, nyeri dada
Sesuai namanya, gejala batuk darah yang utama adalah keluarnya darah dari mulut saat seseorang batuk. Darah yang keluar bisa berupa:
  • Hanya sedikit, misalnya sebanyak satu sendok makan
  • Sering berbusa karena bercampur dengan udara dan lendir
  • Berwarna merah terang atau merah tua
  • Berupa flek-flek darah
Sedangkan darah yang berasal dari gangguan serius pada saluran pencernaan, warna darahnya biasa gelap dan bercampur dengan sedikit makanan. Gejala ini biasa disadari ketika penderita sedang menyikat gigi atau sehabis makan. 

Jenis-jenis batuk darah

Berdasarkan jumlah darah yang dikeluarkan dalam 24 jam, batuk darah terbagi menjadi tiga jenis di bawah ini:
  • Batuk darah masif

Jenis hemoptysis ini mengancam nyawa karena penderita mengeluarkan darah sebanyak 100-600 mL.
  • Batuk darah tidak masif

Batuk darah ini tidak mengancam jiwa. Volume darah yang keluar biasanya sekitar 20-200 mL (kurang lebih satu gelas).
  • Batuk darah ringan

Penderita akan mengeluarkan kurang lebih satu sendok makan darah atau kurang dari 20 mL. 
Penyebab batuk darah bisa bermacam-macam. Apa sajakah itu?

1. Penyebab batuk darah paling umum

  • Batuk berat yang tidak kunjung reda
  • Infeksi paru: ditandai dengan dada sesak, atau perubahan warna dahak atau dahak mengandung nanah dan disertai demam
  • Bronkitis: ditandai dengan batuk mengi atau batuk pendek-pendek
Ada kalanya perdarahan berat dari hidung, mulut, atau tenggorokan bisa menyebabkan darah bercampur air liur ketika keluar dari mulut saat batuk.

2. Penyebab batuk darah yang lebih jarang

3. Penyebab batuk darah yang lain

  • Menghirup makanan atau bahan lain ke paru-paru (pneumonia aspirasi)
  • Bronkiektasis
  • Fibrosis kistik
  • Radang pembuluh darah di paru-paru (vaskulitis)
  • Cedera pada arteri paru-paru
  • Iritasi tenggorokan karena batuk keras (jumlah darah sedikit)
  • Pneumonia atau infeksi paru-paru lainnya
  • Lupus eritematosus sistemik
  • Darah yang lebih encer dari normal, misalnya orang yang minum obat pengencer darah
  • Cedera pada dada
  • Gumpalan darah di paru-paru

4. Batuk darah akibat tindakan medis

Ada pula beberapa prosedur medis yang berisiko menimbulkan batuk darah. Contohnya, bronkoskopi dengan biopsi.Bronkoskopi adalah prosedur untuk melihat saluran pernapasan dan berfungsi menentukan penyebab masalah pada paru-paru. 
Untuk menentukan diagnosis batuk darah dan penyebabnya, dokter bisa melakukan sederet metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tes dahak

Pemeriksaan sampel dahak ini berfungsi mengecek ada tidaknya infeksi.
  • Rontgen dada atau CT scan

Rontgen dada atau CT scan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan kelainan paru-paru
  • Tes darah

Untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit lain (seperti infeksi atau kanker), tes darah bisa dianjurkan. Pemeriksaan ini juga bisa mengukur jumlah sel darah merah dan putih dalam tubuh pasien.
  • Bronkoskopi

Bronkoskopi adalah pemeriksaan saluran udara utama paru-paru yang menggunakan bronkoskop. Alat ini berbentuk selang kecil yang dilengkapi kamera dan lampu di salah satu ujungnya.
  • Tes urine (urinalisis)

Tes urine bertujuan mendeteksi kondisi lain yang mungkin menjadi penyebab hemoptisis.
  • Tes koagulasi

Tes koagulasi dilakukan untuk memeriksa perubahan kemampuan tubuh untuk membekukan dan mengencerkan darah.
  • Analisis gas darah

Analisis gas darah akan membantu dokter untuk mengukur kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah.
  • Pulse oximetry

Pemeriksaan ini bertujuan memeriksa kadar oksigen dalam darah melalui jari pasien. 
Pengobatan batuk darah dapat dilakukan sesuai dengan penyebab batuk darah, tingkat keparahan penyakit, dan kondisi masing-masing pasien. Dokter umumnya dapat menganjurkan cara mengobati batuk darah berikut:
  • Embolisasi arteri bronkial

Embolisasi arteri bronkial dilakukan dengan memasukkan kateter melalui arteri pada kaki menuju ke paru-paru pasien. Dokter juga akan menyuntikkan zat pewarna kontras dan memantau penyebarannya melalui arteri guna mendeteksi penyebab pendarahan.Arteri kemudian diblokir menggunakan gulungan logam atau zat lain guna menghentikan pendarahan dan membuka sumbatan arteri.
  • Bronkoskopi

Di samping memastikan diagnosis batuk darah, bronkoskopi bisa pula digunakan untuk membantu dalam menghentikan perdarahan.
  • Obat-obatan

Dokter juga bisa memberikan obat-obatan untuk mengatasi penyebab batuk darah. Contohnya, antibiotik untuk pneumonia atau TBC, kemoterapi dan radioterapi untuk kanker paru-paru, serta kortikosteroid untuk kondisi peradangan.
  • Operasi

Untuk menangani batuk darah yang parah, dokter mungkin akan melakukan operasi untuk mengangkat paru-paru (pneumonektomi).
  • Transfusi darah

Pasien yang memiliki tekanan darah rendah mungkin memerlukan transfusi darah. 
Cara mencegah batuk darah umumnya dapat dilakukan dengan menghindari penyakit yang menjadi dalangnya. Anda bisa menerapkan seederet langkah berikut:
  • Berhenti merokok
  • Menjauhi paparan asap rokok
  • Menghindari aktivitas di luar rumah ketika sedang ada polusi udara, misalnya kabut asap
  • Mengenakan masker saat sedang sakit, bepergian ke tempat ramai, atau naik kendaraan umum
 
Batuk darah akibat bronkitis akut umumnya dapat reda sendiri. Namun batuk berdarah bisa menjadi tanda gangguan kesehatan serius. Jadi segera periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami:
  • Batuk berdahak yang berlangsung lebih dari seminggu dan makin parah
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri dada
  • Berkeringat semalaman
  • Demam tinggi
  • Sulit bernapas normal saat melakukan kegiatan sehari-hari
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
 Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait batuk darah?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis batuk darah dan penyebabnya agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003073.htm
Diakses pada 19 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/coughing-up-blood
Diakses pada 19 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/lung/coughing-up-blood#1
Diakses pada 19 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/coughing-up-blood
Diakses pada 10 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email