Penyakit Lainnya

Bekuan Darah

Diterbitkan: 25 Nov 2020 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Bekuan Darah
Bekuan darah bisa muncul di pembuluh darah arteri atau vena
Bekuan darah adalah kondisi di mana darah menggumpal dan menjadi seperti gel. Kondisi ini sebenarnya normal terjadi.Tubuh akan membekukan darah ketika terjadi luka supaya darah tidak mengalir terus-menerus. Namun ada kondisi di mana terjadi bekuan darah yang terjadi secara tidak normal sehingga menyebabkan penyakit.Bekuan darah ini dapat terjadi di pembuluh darah arteri (saluran yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh) ataupun pembuluh darah vena (saluran yang membawa darah dari seluruh tubuh ke jantung). Keduanya memiliki gejala dan mekanisme penyebab yang berbeda. 
Bekuan Darah
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaNyeri, bengkak, stroke
Faktor risikoTerlalu lama duduk, merokok, hipertensi
Metode diagnosisDuplex ultrasonography, D-dimer, pencitraan
PengobatanObat-obatan
ObatAntikoagulan, antiplatelet, beta blocker
KomplikasiSerangan jantung, stroke, kematian
Kapan harus ke dokter?sesak napas, nyeri dada, kulit pucat dan membiru
Gejala bekuan darah bisa berbeda-beda, dan tergantung pada lokasi terjadinya. Berikut beberapa keluhan yang mungkin muncul berdasarkan lokasi timbulnya bekuan darah:

Gejala deep vein thrombosis (DVT)

Deep vein thrombosis adalah bekuan darah yang terjadi pada pembuluh vena bagian dalam. Jika bekuan darah terjadi pada pembuluh vena yang lokasinya dekat dengan kulit atau dipermukaan tubuh, maka disebut superficial vein thrombosis.Bekuan darah pada DVT umumnya terjadi di paha dan betis berupa:
  • Perubahan warna menjadi lebih gelap atau merah
  • Bengkak
  • Nyeri
  • Hangat jika disentuh
Bekuan darah pada DVT dapat lepas dari tempat awalnya melekat dan kemudian terbawa aliran darah ke area lain. Bekuan darah yang terbawa aliran darah ini disebut dengan emboli.Emboli dapat menghambat aliran darah dan menimbulkan gejala sakit di lokasi emboli berada. Contohnya, emboli yang ada di paru-paru dapat menyebabkan kondisi pulmonary emboli.Keluhan emboli meliputi sesak napas, batuk (dapat berupa batuk berdarah bisa juga tidak), napas menjadi cepat dan nyeri dada.

Gejala bekuan darah di pembuluh darah arteri

Arus darah pada pembuluh arteri lebih deras dibandingkan pembuluh vena. Oleh karena itu, bekuan darah kecil saja dapat menyebabkan sumbatan.Umumnya, emboli pada arteri dapat menyumbat aliran darah ke otak atau jantung sehingga menyebabkan stroke. 
Penyebab bekuan darah di pembuluh darah arteri dan vena berbeda-beda. Mari simak penjelasan di bawah ini:

Penyebab bekuan darah di vena

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko bekuan darah di vena:
  • Aliran darah yang stasis dalam jangka waktu panjang

Salah satu contohnya adalah duduk terlalu lama di pesawat, atau ketika tidak dapat bergerak setelah operasi.
  • Hypercoagulability

Hypercoagulability atau hiperkoagulabilitasi adalah kondisi yang membuat darah mudah untuk menggumpal. Pemicunya bisa berupa kelainan genetik, seperti kelebihan jumlah faktor pembekuan VIII, IX, XI, kurangnya protein pengencer darah (seperti protein S, protein C, antithrombin III), mutasi gen prothrombin, kadar homosistein tinggi, atau gangguan sistem fibrinolisis.Hiperkoagulabilitasi juga dapat terjadi pada penderita kanker, obesitas, diabetes melitus, kehamilan, sedang mengonsumsi pil KB, lupus dan dalam pengobatan hormonal.
  • Kerusakan pada pembuluh vena

Beberapa penyebabnya adalah operasi, infeksi berat atau sepsis, penggunaan narkotika jenis suntik, sedang dalam pengobatan kemoterapi.

Penyebab bekuan darah di arteri

Bekuan darah di arteri merupakan gabungan dari lemak dan darah. Hal ini terjadi jika terdapat luka di pembuluh darah arteri dan terdapat banyak lemak di dalam darah. Faktor yang meningkatkan risiko dari penyakit ini:
 
Dokter akan melakukan tanya jawab, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis. Beberapa pemeriksaan penunjang yang disarankan adalah:
  • Duplex ultrasonography

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek ada tidaknya hambatan pada pembuluh darah.
  • D-dimer

D-dimer adalah pemeriksaan untuk mendeteksi uraian gumpalan darah pada aliran darah.
  • Contrast venography procedure

Dokter akan menyuntikkan zat kontras pada pembuluh darah, lalu melakukan foto rontgen guna melihat ada tidaknya pembuluh darah yang terhambat.
  • Magnetic resonance imaging (MRI)

Prosedur MRI memungkinkan dokter untuk melihat kondisi jaringan lunak dalam tubuh pasien, termasuk pembuluh darah.
  • Tes darah

Tes darah bertujuan memeriksa kadar kolesterol dalam darah pasien.
  • Elektrokardiogram (EKG)

Prosedur EKG dilakukan untuk mengecek aktvitas kelistrikan jantung. Dengan ini, dokter bisa menilai ada tidaknya kelainan jantung yang disebabkan oleh DVT.
  • Rontgen dada

Rontgen dada bertujuan mengetahui ada tidaknya gangguan organ akibat DVT.
  • Ankle/Brachial index

Ini adalah pemeriksaan tekanan antara kaki dan tangan, yang mudah dilakukan dan tidak invasif.
  • Angiografi

Angiografi adalah prosedur medis yang menggunakan sinar X untuk memeriksa kondisi jantung, pembuluh darah arteri dan vena. 
Cara mengobati bekuan darah umumnya tergantung pada jenis penyakit dan tingkat keparahannya. Fokus penanganan kondisi ini adalah menghancurkan gumpalan darah yang menyumbat aliran darah serta mencegahnya kembali terjadi.Dokter akan memberikan obat-obatan sebagai cara menangani bekuan darah. Beberapa jenis obat ini meliputi:
  • Obat antikoagulan yang berfungsi mengencerkan darah. Contohnya, rivaroxaban, fondaparinux, apixaban, dabigatran, dan warfarin.
  • Obat untuk menurunkan kolesterol.
  • Obat antiplatelet.
  • Obat beta blocker.
  • Obat angiotension-converting enzyme.
Selain dengan pemberian obat, dokter juga bisa menganjurkan perbaikan gaya hidup pada pasien. Misalnya, mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur, rutin berolahraga, mengelola stres, serta mengendalikan penyakit kronis (seperti diabetes dan hipertensi) yang dapat meningkatkan risiko bekuan darah. 

Komplikasi bekuan darah

Bila terus dibiarkan atau tidak terdeteksi, bekuan darah dapat memicu sederet komplikasi yang membahayakan penderita. Mulai dari serangan jantung, stroke, hingga kematian.Oleh sebab itu, pengecekan kesehatan secara berkala sangat dianjurkan. Terutama bagi orang yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami bekuan darah. 
Secara umum, cara mencegah bekuan darah bisa dilakukan dengan cara-cara di bawah ini:
  • Menerapkan gaya hidup sehat
  • Tidak merokok
  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang
  • Mmenjaga berat badan agar tetap pada batas ideal
  • Minum air putih setidaknya 2 liter per hari
  • Jangan duduk terlalu lama
  • Berolahraga secara teratur
 
Segeralah mencari pertolongan medis bila Anda mengalami gejala sesak napas, rasa tidak nyaman di dada, kaki atau tangan terasa hangat, pucat dan membiru. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan atau vitamin yang secara rutin anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda menderita kondisi tertentu yang meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari pertolongan medis? Jika iya, apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis bekuan darah agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Society of Hematology. https://www.hematology.org/Patients/Clots/
Diakses 8 November 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5778510/
Diakses 8 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email