Penyakit Lainnya

Berat Bayi Lahir Rendah

Diterbitkan: 09 Feb 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Berat Bayi Lahir Rendah
Kelahiran prematur menjadi salah satu penyebab berat bayi lahir rendah
Berat bayi lahir rendah (BBLR) adalah kondisi bayi yang terlahir dengan berat kurang dari 2.500 gram. Kondisi ini sering terjadi pada bayi prematur (bayi lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu). Bayi kembar juga kerap mengalaminya.Bayi dengan berat badan lahir rendah akan tampak lebih kecil dari bayi yang lahir normal. Bayi tampak lebih kurus, memiliki kadar lemak tubuh yang rendah, serta ukuran kepala yang besar dan tidak proporsional.Bayi BBLR memang bisa tetap sehat. Namun ia juga bisa mengalami masalah kesehatan yang serius, sulit menyusu, sukar menambah berat badan, dan susah melawan infeksi. 
Berat Bayi Lahir Rendah
Dokter spesialis Anak, Kandungan
GejalaBerat badan kurang dari 2.500 gram, bayi tampak kecil, kepala bayi lebih besar dari badannya
Faktor risikoUsia ibu yang terlalu muda, bayi kembar, ibu yang merokok
Metode diagnosisMengukur tinggi fundus, USG, mengukur berat badan bayi saat lahir
PengobatanPerawatan di NICU, selang makan, tempat tidur dengan suhu yang dikontrol
KomplikasiParu-paru dan organ lain yang belum sempurna, gangguan pernapasan, masalah pencernaan
Kapan harus ke dokter?Selama kehamilan, minimal 4 kali
Gejala berat bayi lahir rendah yang utama adalah berat badan kurang dari 2.500 gram. Sementara gejala lainnya bisa berupa:
  • Bayi tampak lebih kecil dari bayi dengan berat badan normal
  • Kepala bayi tampak lebih besar dari tubuhnya
  • Bayi tampak kurus dengan lemak tubuh yang sedikit
 
Penyebab berat bayi lahir rendah yang paling sering ditemukan adalah kelahiran prematur. Pertumbuhan janin paling pesat selama trimester ketiga, jadi sebagian besar bayi yang lahir sebelum usia 37 minggu kehamilan, akan berukuran kecil dan memiliki berat badan rendah.Beberapa kondisi medis juga dapat menjadi penyebab BBLR. Berikut contohnya:
 

Faktor risiko berat bayi lahir rendah

Selain bayi lahir prematur, beberapa faktor di bawah ini bisa meningkatkan risiko terjadinya berat bayi lahir rendah:
  • Usia ibu yang terlalu muda

Ibu yang hamil pada usia 15 tahun ke bawah akan lebih berisiko untuk memiliki bayi dengan berat badan lahir yang rendah.
  • Bayi kembar

Bayi kembar lebih rentan untuk memiliki berat badan lahir rendah karena sebagian besar akan lahir prematur.
  • Kondisi kesehatan ibu

Ibu yang mengonsumsi obat-obat terlarang dan alkohol, atau merokok sebelum serta selama hamil, lebih berisiko untuk melahirkan bayi BBLR.Calon ibu yang memiliki status sosial ekonomi rendah juga umumnya kesulitan untuk mendapatkan nutrisi yang cukup dan pelayanan prenatal yang memadai. Akibatnya, komplikasi kehamilan lebih mungkin terjadi. Begitu juga dengan BBLR. 
Diagnosis berat bayi lahir rendah dapat ditentukan oleh dokter selama masa hamil maupun setelah bayi lahir.

Selama kehamilan

Sepanjang kehamilan, ukuran bayi dapat diperkirakan dengan berbagai cara berikut:
  • Pertambahan berat badan ibu hamil

Pertambahan berat badan ibu hamil yang stabil adalah salah satu cara untuk memperkirakan pertumbuhan bayi.
  • Mengukur tinggi fundus

Metode lain untuk memperkirakan berat janin adalah dengan mengukur ketinggian fundus (bagian atas tulang kemaluan hingga bagian atas rahim). Tinggi fundus diukur dalam centimeter (cm).Tinggi fundus hampir sama dengan jumlah minggu kehamilan setelah minggu ke-20. Misalnya, pada usia kehamilan 24 minggu, tinggi fundus ibu hamil yang normal adalah sekitar 24 cm.Jika tinggi fundus kurang dari jumlah minggu kehamilan, ini dapat menjadi tanda bahwa janin tidak tumbuh dengan baik.
  • USG

Dokter kandungan atau bidan mungkin memakai USG kehamilan untuk memeriksa pertumbuhan dan perkembangan janin.  Metode ini lebih akurat daripada memeriksa tinggi fundus.

Setelah bayi lahir

Ketika lahir, bayi akan ditimbang dalam beberapa jam pertamanya. Berat badan bayi akan dibandingkan dengan usia kehamilan. 

Kategori berat bayi lahir rendah

BBLR memiliki beberapa kategori di bawah ini:
  • Berat badan bayi di bawah 2.500 gram: Berat bayi lahir rendah (BBLR)
  • Berat badan bayi di bawah 500 gram: Berat bayi lahir sangat rendah (BBLSR)
  • Berat badan bayi di bawah 1.000 gram: Berat bayi lahir amat sangat rendah (BBLASR)
 
Pengobatan berat bayi lahir rendah harus dilakukan dengan perawatan khusus, dan tergantung pada kondisi bayi. Bayi umumnya perlu dirawat di rumah sakit hingga berat badannya naik dan diizinkan pulang.Cara mengobati berat bayi lahir rendah biasanya dapat berupa:
  • Perawatan di unit perawatan intensif neonatal (NICU).
  • Menggunakan tempat tidur dengan suhu yang dikontrol.
  • Melakukan pemberian makan khusus. Jika bayi tidak bisa menyusu, makanan kadang-kadang diberikan melalui selang ke perut atau melalui infus.
Bayi BBLR dengan komplikasi lain (seperti paru-paru yang belum berkembang dan masalah pencernaan) perlu terus dirawat di rumah sakit hingga komplikasinya sudah teratasi.Badan kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan bahwa bayi BBLR sebisa mungkin harus tetap diberi air susu ibu (ASI). Pasalnya, ASI dapat membantu pertumbuhan dan berat badan bayi.Bila ibu tidak bisa memberi ASI, ASI dari donor juga dapat diberikan. Sedangkan susu formula adalah pilihan nutrisi terakhir untuk kondisi BBLR. Komplikasi berat bayi lahir rendahBayi dengan berat badan lahir yang rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan perkembangan, masalah kesehatan, dan kematian prematur daripada bayi yang lahir dengan berat badan normal. Bayi BBLR juga lebih lemah dari bayi normal.Makin rendah berat lahirnya, risiko komplikasi yang dialami oleh bayi akan makin besar. Beberapa komplikasi ini meliputi:
  • Paru-paru dan organ lain yang belum sempurna
  • Gangguan pernapasan
  • Masalah pencernaan, seperti peradangan usus yang serius (necrotizing enterocolitis)
  • Masalah sistem saraf, seperti perdarahan dalam otak
  • Gangguan penglihatan dan pendengaran
  • Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)
  • Masalah menyusui
  • Sulit menambah berat badan
    Kesulitan menjaga suhu tubuh tetap hangat
  • Sukar melawan infeksi
 
Beberapa cara mencegah berat bayi lahir rendah yang dapat dilakukan meliputi:
  • Menghindari faktor risiko kelahiran prematur
  • Rutin menjalani perawatan prenatal atau pemeriksaan kehamilan ke dokter kandungan maupun bidan
  • Mengonsumsi makanan yang sehat selama hamil
  • Menjauhi konsumsi alkohol, merokok, atau penggunaan narkoba
 
Posyandu. Kunjungan ini minimal sebanyak empat kali atau sesuai dengan kebutuhan, misalnya jika ada keluhan dan gangguan kehamilan.Pemeriksaan kehamilan minimal empat kali tersebut sebaiknya dilakukan dengan jadwal sebagai berikut:
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dialami oleh bayi?
  • Apakah sang ibu dan bayi memiliki faktor risiko terkait berat bayi lahir rendah?
  • Apakah ibu dan bayi sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis berat bayi lahir rendah. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Kementerian Kesehatan. http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/PMK%20No.%2097%20ttg%20Pelayanan%20Kesehatan%20Kehamilan.pdf
Diakses pada 20 Maret 2019
Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-indonesia-2014.pdf
Diakses pada 20 Maret 2019
Stanford Children's Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=low-birthweight-90-P02382
Diakses pada 20 Maret 2019
University of Rochester Medical Center. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=p02382
Diakses pada 20 Maret 2019
WHO. https://www.who.int/maternal_child_adolescent/newborns/prematurity/en/
Diakses pada 20 Maret 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/infant-low-birth-weight
Diakses pada 9 Februari 2021
Boston Children’s Hospital. https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/l/low-birthweight-in-newborns/symptoms-and-causes
Diakses pada 9 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email