Kulit & Kelamin

Bibir Bruntusan

15 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Bibir Bruntusan
Bruntusan adalah salah satu bentuk dari jerawat
Bibir bruntusan adalah kondisi di mana muncul benjolan atau tonjolan kecil di bawah kulit bibir. Umumnya, bruntusan yang sering ditemui adalah salah satu jenis jerawat yang disebut juga sebagai closed comedones alias whiteheadTipe jerawat seperti ini terasa kasar ketika diraba, permukaannya tertutup, dan terlihat seperti biang keringat yang berwarna putih atau senada dengan kulit. Biasanya jerawat ini muncul karena pori-pori yang tersumbat.Pori-pori sendiri dapat terhalang karena berbagai faktor, seperti adanya penumpukan minyak berlebih pada kulit, infeksi bakteri, serta folikel rambut yang terperangkap. Saat pori-pori yang tersumbat jadi meradang, jerawat dapat terbentuk.Jerawat atau benjolan kecil pada bibir seringkali bukan kondisi yang mengkhawatirkan. Akan tetapi, kadang hal ini dapat menjadi gejala dari kondisi kesehatan yang lebih serius. Pada beberapa kasus tertentu, munculnya benjolan kecil di bibir dapat menandakan kanker mulut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab dari bibir beruntusan yang Anda alami.

1. Bintik-bintik di bibir (Fordyce spots)

Bruntusan yang muncul di bibir dapat menandakan Fordyce spots, yakni bintik-bintik di bibir berwarna putih kekuningan. Bintik-bintik ini merupakan kelenjar yang berfungsi memproduksi minyak.Fordyce spots umumnya memiliki diameter sekitar 1-3 mm, tapi bisa juga lebih besar. Seiring bertambahnya usia seseorang, bintik ini dapat ikut membesar.

2. Herpes Simplex Tipe 1

Infeksi Herpes simplex virus tipe 1 (HSV-1) merupakan tipe herpes oral (mulut), yang berarti virus ini menyebabkan luka di sekitar mulut dan bibir. Salah satu gejala yang mungkin terlihat adalah munculnya bruntusan atau benjolan-benjolan putih pada bibir. Benjolan-benjolan ini pada awalnya muncul dalam bentuk kecil, tapi kemudian melepuh dan berisi cairan. 

3. Penyakit tangan, kaki, dan mulut (Hand, foot, and mouth disease)

HMFD adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan virus CoxsackiePenderitanya dapat mengalami demam, kehilangan nafsu makan, merasa sakit di tenggorokan atau mulut, merasa tak enak badan, dan muncul titik-titik merah pada mulut yang sering disangka sebagai jerawat.

4. Sariawan

Saat sariawan, bercak luka yang terlihat seperti jerawat bisa muncul pada bagian dalam bibir, pipi, lidah, atau gusi. Kondisi ini dapat dipicu oleh stres, luka pada mulut, makanan-makanan tertentu seperti kopi, coklat, stroberi, kacang-kacangan, serta tomat. Biasanya sariawan akan hilang dalam waktu sekitar satu minggu.

5. Mukoceles

Pada kondisi ini, muncul benjolan-benjolan yang berisi cairan pada bibir bagian bawah, gusi, atau dinding mulut. Biasanya mukoceles berkembang dari luka akibat bibir yang tergigit atau terjadi penyumbatan pada kelenjar air liur.

6. Milia

Milia adalah bintik putih yang muncul pada wajah bayi. Benjolan-benjolan tadi terbentuk ketika sel-sel kuit mati terjebak dalam kulit. Kondisi ini sering terjadi pada area wajah serta bibir. Milia dapat hilang dengan sendirinya dalam hitungan minggu atau bulan.

7. Dermatitis perioral

Dermatitis perioral adalah tipe dermatitis yang memicu munculnya ruam merah yang terkadang disertai benjolan di sekitar mulut atau dagu. Penyebab dari kondisi ini belum dapat dipastikan.Akan tetapi, beberapa faktor seperti penggunaan krim wajah yang mengandung zat kortikosteroid atau kontak kulit dengan air atau pasta gigi yang mengandung fluoride diduga dapat memicu hal ini.

8. Reaksi alergi

Reaksi alergi tubuh terhadap suatu alergen (zat pemicu alergi) dapat menimbulkan peradangan pada bibir, diikuti oleh munculnya benjolan-benjolan. Alergen yang dapat menimbulkan kondisi ini meliputi makanan, bulu atau rambut hewan, serta beberapa jenis lipstik yang mengandung titanium serta zat kimia lainnya.

9. Kanker mulut

Benjolan putih di bibir pertanda kanker mulut pada awalnya terasa tidak apa-apa, tapi kemudian bisa mengeluarkan darah atau menjadi borok.Penyebab dari kondisi ini beragam, mulai dari paparan matahari, konsumsi alkohol secara berlebih, kebiasaan menggunakan tembakau (khususnya yang dikunyah), serta infeksi HPV (human papillomavirus).

10. Infeksi Candida albicans

Infeksi jamur Candida albicans dapat menimbulkan benjolan berwarna putih pada bibir, mulut, gusi, atau amandel.

11. Sifilis

Kondisi ini disebabkan oleh infeksi dari bakteri Treponema pallidum. Pada mulanya, gejala yang ditunjukkan berupa luka berwarna merah pada area kemaluan serta anus lalu merambat pada bibir serta bagian dalam mulut.

12. Faktor genetik

Terkadang, benjolan-benjolan putih pada bibir merupakan variasi genetik yang tak memiliki risiko apa-apa. Dalam hal ini, bruntusan pada bibir muncul sebagai hal alami yang sama sifatnya seperti tahi lalat atau tanda lahir.

13. penyebab lainnya

Beberapa faktor lain seperti bibir kering, sunburn yang terjadi pada bibir, hingga stres dapat memicu tumbuhnya bruntusan di bibir. 
Hubungi dokter jika bibir bruntusan yang Anda alami disertai dengan berbagai gejala berikut: 
  • Benjolan atau bruntusan pada bibir terasa nyeri, walau didiamkan
  • Benjolan tersebut mengeluarkan darah
  • Tenggorokan terasa “berisi”
  • Pembengkakan pada rahang atau leher
  • Lidah terasa kaku
  • Sulit mengunyah atau menelan
  • Demam atau sakit tenggorokan
  • Ruam yang cepat menyebar
  • Perubahan pada suara
  • Tanggalnya gigi
  • Bruntusan di bibir tidak juga hilang dalam waktu yang lama
Healthline. https://www.healthline.com/health/white-bumps-on-lips
Diakses pada 2 September 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/how-to-get-rid-of-pimple-on-lip#_noHeaderPrefixedContent
Diakses pada 2 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email