Penyakit Lainnya

Bidai Tulang Kering

Diterbitkan: 07 Oct 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Bidai Tulang Kering
bidai tulang kering adalah nyeri betis akibat cedera, umumnya saat olahraga
Bidai tulang kering adalah istilah yang menggambarkan nyeri pada tibia karena cedera.  Tibia adalah tulang kering yang terletak di bagian depan betis dan merupakan kerangka utama dari tungkai bawah. Tak heran terkadang penyakit ini sering disangka sebagai nyeri area betis, dengan dominasi nyeri betis bagian depan.Bidai tulang kering, dalam istilah medis disebut medial tibial stress syndrome, dapat terjadi akibat aktivitas fisik seperti berolahraga. Oleh karena itu, penyakit ini umum terjadi pada orang yang sering berlari atau melakukan aktivitas lain dengan melibatkan terlalu banyak beban pada kaki, seperti pemain tenis, basket, penari atau anggota militer.Penyakit yang juga dikenal dengan istilah shin split ini biasanya tidak menyebabkan kondisi medis yang serius , tetapi dapat membuat penderitanya kesulitan berolahraga. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat memburuk.Selama mengalami bidai tulang kering, Anda disarankan untuk tidak melakukan aktivitas fisik berat. Kondisi ini biasanya dapat diobati di rumah dengan beristirahat, serta mengompres kaki dengan es. Dengan cara-cara tersebut, bidai tulang kering bisa pulih dalam beberapa minggu.Baca juga: Fungsi Tulang Kering alias Tibia Sebagai Penopang Tubuh 
Bidai Tulang Kering
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaNyeri di kedua sisi tulang kering, pembengkakan di tulang kering, kesemutan
Faktor risikoPerubahan mendadak dari aktivitas fisik, berlari pada permukaan yang keras dan tidak rata, mengenakan sepatu yang tidak pas
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, rontgen, MRI
PengobatanPerawatan di rumah, obat-obatan, operasi
ObatAnti nyeri
KomplikasiAktivitas menjadi terbatas, sindrom kompartemen
Kapan harus ke dokter?Jika merasakan gejala yang tidak juga hilang
Gejala utama pada bidai tulang kering adalah rasa nyeri dan sakit jika tulang kering diraba. Selain itu, pembengkakan ringan bisa terjadi pada kaki bagian bawah. Berikut ini gejala yang dapat dialami oleh orang dengan shin splints.
  • Nyeri akan bermula dengan sakit ringan atau pegal pada bagian depan kaki bawah, lalu akan meningkat menjadi rasa sakit yang tajam atau berat sehingga menyulitkan untuk berolahraga. 
  • Sakit yang berkembang dengan cepat saat sedang beraktivitas atau berolahraga 
  • Sakit pada kedua sisi tulang kering
  • Rasa sakit akan membaik secara bertahap ketika beristirahat, dan terkadang menghilang ketika sedang berolahraga. Namun pada akhirnya, rasa sakit akan menetap dan terus berlangsung, walaupun telah beristirahat. 
  • Otot terasa sakit 
  • Rasa sakit di kaki bagian dalam bawah
  • Rasa nyeri yang diperburuk ketika bagian dalam kaki bawah diraba 
  • Pembengkakan pada kaki bagian bawah
  • Kesemutan dan kelemahan pada kaki
 
Secara umum, bidai tulang kering disebabkan oleh tekanan berulang pada tulang kering dan jaringan pengikat yang menghubungkan otot ke tulang. Kondisi ini lalu menyebabkan peradangan dan pembengkakan dari jaringan di sekitar tulang kering. Faktor risikoBerbagai kondisi berikut ini dapat meningkatkan peluang terkena bidai tulang kering.
  • Perubahan mendadak dari aktivitas fisik. Perubahan ini dapat terjadi, misalnya saat terjadi peningkatan intensitas berolahraga dalam sepekan, perubahan durasi dan target latihan.
  • Berlari pada permukaan yang keras dan tidak rata
  • Mengenakan sepatu olahraga yang tidak pas (tanpa bantalan atau tidak bisa menyokong kaki dengan baik) 
  • Memiliki berat badan berlebih
  • Mempunyai tapak kaki yang datar (flat feet) atau telapak kaki yang mengarah ke dalam
  • Memiliki otot betis yang tegang, pergelangan kaki yang lemah atau tendon Achilles yang tegang. 
Baca jawaban dokter: Haruskah pakai sepatu olahraga saat berolahraga? 
Bidai tulang kering biasanya didiagnosis berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Pada beberapa kasus, foto rontgen dapat membantu mengidentifikasi penyebab dari sakit, seperti retak pada tulang karena tekanan.Saat ini, pemeriksaan lanjutan dengan pencitraan MRI umum dilakukan dalam mendiagnosis bidai tulang kering.  Pemindaian tulang inti pada MRI dapat membantu menyingkirkan kemungkinan penyebab lain yang menimbulkan gejala yang sama dengan kondisi ini. 
Sebagian besar kasus bidai tulang kering dapat ditangani dengan perawatan sendiri yang sederhana, seperti:
  • Beristirahat
  • Menggunakan kompres es. Gunakan kompres es pada tulang yang terkena selama 15-20 menit, 4-8 kali dalam beberapa hari. Hindari kontak langsung es dengan kulit. Gunakan pembungkus seperti handuk tipis. 
  • Memakai bebat kompresi yang elastis
  • Menjaga agar kaki tetap terangkat
  • Menggunakan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, contohnya ibuprofen.
  • Melakukan latihan kelenturan dengan meregangkan otot kaki bagian bawah.
  • Mengenakan sepatu yang menyokong tubuh dengan baik, dengan sol yang memadai, untuk kegiatan sehari-hari.
  • Menggunakan sepatu orthotics (untuk orang dengan tapak kaki datar atau yang mengalami bidai tulang kering berulang)
OperasiOperasi atau pembedahan jarang dilakukan untuk mengobati bidai tulang kering. Namun, apabila bidai tulang kering menyebabkan rasa sakit yang berat dan gejala berlangsung lebih dari beberapa bulan, maka dokter akan menyarankan pembedahan. KomplikasiApabila tidak diatasi dengan baik, medial tibial stress syndrome dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Keterbatasan aktivitas sehari-hari
  • Sindrom kompartemen aktivitas kronis (CECS). Sindrom ini karena ada tekanan yang menumpuk berasal dari pembengkakan di kaki sehingga aliran darah ke seluruh tungkai bawah dan kaki berkurang. Hal tersebut dapat menyulitkan jaringan mendapatkan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan agar tetap berfungsi.
Baca juga: Hindari Cedera Saat Berolahraga dengan Tips Ini 
Pencegahan bidai tulang kering dapat dilakukan dengan cara berikut ini.
  • Menganalisis pergerakan. Analisis video yang menunjukkan teknik berlari dengan benar, untuk membantu mengidentifikasi pola pergerakan yang mengacu pada cedera tulang kering. 
  • Tidak melakukan aktivitas yang membebani kaki secara berlebihan. Berlari atau melakukan aktivitas berat lainnya dalam durasi atau intensitas tinggi akan meningkatkan terjadinya  bidai tulang kering.
  • Memilih sepatu yang tepat. Seorang pelari harus mengganti sepatunya setiap 560-800 kilometer. 
  • Menggunakan penyokong lengkungan telapak kaki. Penggunaan penyokong lengkungan telapak kaki dapat membantu mencegah sakit pada tulang kering, terutama pada orang dengan tapak kaki yang datar.  
  • Memakai sol sepatu yang dapat menyerap guncangan atau getaran.  
  • Menambahkan latihan kekuatan dalam olahraga. Olahraga untuk menguatkan dan menstabilkan kaki, pergelangan kaki, pinggul dan batang tubuh, dapat membantu menyiapkan kaki untuk menjalani olahrga berat.
  • Melakukan teknik pemanasan dan peregangan yang benar, sebelum memulai berolahraga serta pendinginan, setelah latihan berakhir
  • Tidak berolahraga pada permukaan keras, miring, atau yang tidak rata 
Baca juga: Tips Memilih Sepatu Olahraga yang Tepat 
Konsultasikan dengan dokter jika beristirahat, pemakaian kompres es dan penggunaan obat pereda nyeri yang dijual bebas, tidak dapat menghilangkan sakit pada tulang kering. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Bagaimana cara mengetahui adanya bidai tulang kering atau cedera kaki bagian bawah?
    • Apa yang dapat saya lakukan jika saya mengalami cedera bidai tulang kering yang kronis?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap bidai tulang kering atau nyeri tungkai?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis bidai tulang kering atau nyeri betis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/shin-splints/
Diakses pada 4 September 2019
Healhtline. https://www.healthline.com/health/shin-splints#symptoms
Diakses pada 4 September 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shin-splints/diagnosis-treatment/drc-20354110
Diakses pada 4 September 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/shin-splints/
Diakses pada 4 September 2019
OrthoInfo. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/shin-splints
Diakses pada 4 September 2019
Radiopaedia. https://radiopaedia.org/articles/medial-tibial-stress-syndrome-1
Diakses pada 30 September 2020
Physio-pedia. https://www.physio-pedia.com/Shin-splints#
Diakses pada 30 September 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538479/#
Diakses pada 30 September 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email