Jantung

Bradikardia

Diterbitkan: 24 Feb 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Bradikardia
Selalu merasa pusing, mudah lelah, dan pingsan secara tiba-tiba merupakan beberapa gejala bradikardia
Bradikardia adalah penyakit yang ditandai dengan jumlah denyut jantung di bawah normal. Detak jantung orang dewasa biasanya berkisar 60 hingga 100 kali per menit, tetapi pasien dengan bradikardia detak jantungnya hanya berkisar kurang dari 60 kali per menit.Orang lanjut usia dan atlet sering memiliki denyut jantung di bawah 60 kali per menit ketika sedang duduk atau berbaring. Denyut jantung di bawah 60 kali per menit juga umum dijumpai pada orang yang sedang tidur.Bradikardia dapat menjadi kondisi medis yang serius bila jantung tidak memompa cukup darah yang mengandung oksigen ke dalam tubuh. Pada beberapa orang, bradikardia tidak menimbulkan gejala atau komplikasi apapun. Kondisi ini dapat menjadi tanda adanya gangguan sistem listrik di dalam jantung.Pemasangan alat pacu jantung dapat digunakan untuk mengatasi bradikardia bila diperlukan dan menjaga denyut jantung tetap normal. 
Bradikardia
Dokter spesialis Jantung
GejalaDenyut jantung di bawah 60 kali per menit, pingsan, pusing
Faktor risikoUsia tua, penyakit jantung, hipertensi
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, EKG, tes darah
PengobatanMengatasi penyebab, obat-obatan, pemasangan alat pacu jantung
ObatAtropine
KomplikasiPingsan berkali-kali, gagal jantung, henti jantung
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala bradikardia, perubahan denyut jantung selama beberapa hari, mengidap penyakit jantung dan bradikardia
Tanda dan gejala bradikardia yang utama adalah denyut jantung di bawah 60 kali per menit. Kondisi ini dapat menyebabkan otak dan organ lainnya kekurangan oksigen dan dapat menimbulkan beberapa gejala seperti:
  • Pingsan
  • Pusing
  • Rasa lelah
  • Kelemahan pada tubuh
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Kebingungan
  • Gangguan dalam mengingat
  • Mudah lelah ketika melakukan aktivitas fisik
 
Penyebab bradikardia dapat berupa:
  • Kerusakan jaringan jantung yang disebabkan proses penuaan
  • Kerusakan jaringan jantung karena penyakit atau serangan jantung
  • Penyakit jantung bawaan
  • Infeksi jaringan jantung (miokarditis)
  • Komplikasi operasi jantung
  • Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroid)
  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam darah, seperti kalsium atau kalium
  • Gangguan napas saat tidur (obstructive sleep apnea)
  • Penyakit peradangan, seperti demam rematik atau lupus
  • Penggunaan obat-obatan, termasuk beberapa jenis obat untuk gangguan irama jantung, obat penurun tekanan darah, dan obat-obatan untuk gangguan jiwa
Selain itu, bradikardia juga dapat disebabkan oleh gangguan impuls listrik pada jantung.

Impuls listrik normal pada jantung

Jantung terdiri atas 2 ruang jantung bagian atas (atrium) dan 2 ruang jantung bagian bawah (ventrikel). Dalam kondisi normal, kontraksi atrium memompa darah ke dalam ventrikel dan kontraksi ventrikel memompa darah dari dalam jantung ke seluruh tubuh. Kontraksi yang dikenal dengan nama denyut jantung ini diatur oleh impuls listrik.Impuls listrik tersebut dihasilkan oleh sel pacu jantung (sinus node) di bagian atrium kanan jantung. Impuls listrik mengalir di sepanjang atrium, memicu kontraksi dan memompa darah ke ventrikel jantung. Setelah itu, impuls mencapai sel pacu jantung lainnya yang bernama atrioventricular (AV) node dan bundle of His.Impuls listrik kemudian dialirkan ke ventrikel kiri dan ventrikel kanan, membuat otot ventrikel jantung berkontraksi dan memompa darah. Ventrikel kanan akan memompa darah rendah oksigen ke paru-paru dan ventrikel kiri akan memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Bradikardia terjadi ketika impuls listrik pada jantung melambat atau terhambat.Bradikardia dapat terjadi ketika ada masalah pada kedua sel jantung ini yang menyebabkan bradikardia atau sindrom bradikardia-takikardia jika terjadi gangguan pada sinus node dan blok jantung jika terjadi gangguan pada atrioventricular node. 

Faktor risiko bradikardia 

Faktor risiko bradikardia antara lain:
  • Usia

Faktor risiko utama bradikardia adalah usia. Gangguan jantung yang sering menyebabkan bradikardia umum ditemukan pada orang lanjut usia.
  • Penyakit jantung

Bradikardia seringkali terkait dengan kerusakan jaringan jantung yang disebabkan oleh penyakit jantung.Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung juga dapat menjadi faktor risiko bradikardia. Hal tersebut antara lain:
  • Tekanan darah tinggi
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Penyalahgunaan obat terlarang
  • Stres psikologis atau kecemasan
 
Untuk menegakkan diagnosis bradikardia, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti:
  • Tanya jawab

Dokter akan melakukan tanya jawab terkait riwayat keluarga dengan penyakit jantung, gangguan irama jantung, dan pingsan. Dokter juga akan menanyakan gejala dan riwayat medis pasien, serta obat-obatan yang berpotensi menyebabkan bradikardia.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa nadi, denyut, dan irama jantung. Pasien mungkin diminta untuk melakukan aktivitas fisik sehingga dokter dapat menilai apakah denyut jantung meningkat dengan normal ketika jantung bekerja lebih keras. Dokter juga akan menilai tanda-tanda gangguan kelenjar tiroid.
  • Elektrokardiogram (EKG)

Untuk mengevaluasi bradikardia lebih lanjut, dokter akan melakukan pemeriksaan EKG. Bila diperlukan, tes ini dilaksanakan selama 24 jam menggunakan mesin EKG yang dipakai oleh pasien.Pemeriksaan ini dikenal dengan nama Holter monitor. Ketika gejala dirasakan, pasien dapat menekan tombol untuk merekam hasil EKG.
  • Pemeriksaan lain

Tergantung pada hasil pemeriksaan fisik, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan untuk mendeteksi adanya kelainan medis yang dapat memicu terjadinya bradikardia. Misalnya ketika pasien menunjukkan gejala hipotiroid, dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa kadar hormon tiroid. 
Pengobatan bradikardia tergantung pada jenis masalah impuls listrik yang terjadi, tingkat keparahan gejala, dan penyebab yang mendasarinya. Bila bradikardia tidak menimbulkan gejala, tidak ada pengobatan yang diperlukan.

Mengatasi penyebab yang mendasarinya

Bila penyakit seperti hipotiroid atau obstructive sleep apnea menyebabkan bradikardia, pengobatan bradikardia dilakukan dengan mengatasi kondisi ini.

Obat-obatan

Obat-obatan untuk mengurangi atau mengendalikan tekanan darah agar tetap stabil dapat dikonsumsi. Beberapa jenis obat berguna untuk mengurangi beban kerja pada jantung, untuk mengobati gagal jantung, dan membantu mengendalikan detak jantung. Agar obat tersebut lebih efektif, pasien harus mengikuti petunjuk dokter.Selain itu, dokter juga akan mengurangi dosis atau mengganti obat-obatan yang dapat menyebabkan bradikardia.

Pemasangan alat pacu jantung (pacemaker)

Ketika obat-obatan tidak memungkinkan dan gejala membutuhkan penanganan khusus, pemasangan alat pacu jantung dibutuhkan pasien. Alat pacu jantung merupakan suatu alat yang ditanam pada bagian dada. Alat tersebut memiliki kabel dengan elektroda di ujungnya yang terhubung dengan jantung.Fungsinya adalah memantau denyut jantung dan menghasilkan impuls listik yang diperlukan agar denyut jantung pasien tetap normal. 

Komplikasi bradikardia

Bradikardia yang bergejala dapat menimbulkan beberapa komplikasi. Komplikasi bradikardia dapat berupa:
  • Pingsan berkali-kali
  • Gagal jantung, yaitu kondisi ketika jantung tidak dapat memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh
  • Henti jantung atau kematian mendadak
 
Cara mencegah bradikardia yang terbaik adalah dengan mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu:
  • Olahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan yang sehat
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Menjaga tekanan darah dan kolestrol tetap stabil
  • Jangan merokok
  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Tidak menggunakan narkoba
 
Bayi dengan nadi rendah harus segera dibawa ke unit gawat darurat. Pasien dewasa dan anak-anak dengan nadi rendah yang mengalami gejala seperti nyeri dada atau pingsan juga perlu datang ke rumah sakit.Pasien bradikardia perlu berkonsultasi dengan dokter ketika:
  • Mengalami perubahan denyut jantung yang berlangsung beberapa hari.
  • Memiliki bradikardia dan faktor risiko jantung lainnya, seperti merokok atau diabetes.
  • Memiliki penyakit jantung dan bradikardia.
  • Mengalami bradikardia yang bergejala, seperti pingsan.
  • Mengalami episode bradikardia dan takikardia (denyut jantung cepat).
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait bradikardia?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis bradikardia. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bradycardia/symptoms-
causes/syc-20355474
Diakses pada 2 November 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17841-bradycardia
Diakses pada 24 Februari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/atrial-fibrillation/bradycardia
Diakses pada 24 Februari 2021
Cedars Sinai. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/b/bradycardia.html
Diakses pada 24 Februari 2021
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/bradycardia-a-to-z
Diakses pada 24 Februari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324264
Diakses pada 24 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email